Kabar gembira datang dari Cianjur! PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) melalui program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) meresmikan Desa Mandiri Sukanagalih sebagai pemasok sayuran untuk kapal-kapal mereka. Inisiatif ini tak hanya memastikan pasokan bahan makanan, tapi juga memberdayakan petani lokal. Berikut poin-poin penting dari program ini:
- Desa Mandiri Sukanagalih: Menjadi pemasok utama sayuran untuk kapal PELNI.
- Kemitraan dengan PELNI Services: Anak usaha PELNI akan menyerap hasil panen petani.
- Peningkatan Kesejahteraan Petani: Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan kualitas petani.
- Pasokan untuk Ribuan Penumpang: Memenuhi kebutuhan bahan makanan hingga 14.000 penumpang per hari.
Desa Mandiri Sukanagalih: Solusi Pasokan Sayur untuk PELNI
PT PELNI baru saja meresmikan Desa Mandiri di Desa Sukanagalih, Cianjur, Jawa Barat. Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL) yang bertujuan untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat. Desa Sukanagalih dipilih karena potensinya sebagai penghasil sayuran berkualitas. Dengan ketinggian ± 935 meter di atas permukaan laut, desa ini memiliki suhu yang ideal untuk pertanian sayuran.
Program ini diharapkan bisa menjamin pasokan sayuran segar untuk kebutuhan kapal-kapal penumpang PELNI. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayati, menyebutkan bahwa kebutuhan akan bahan baku makanan sangat tinggi, mencapai 14.000 penumpang per hari. Selama ini, PELNI mengandalkan pasokan dari beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Ambon. Dengan adanya Desa Mandiri Sukanagalih, pasokan sayuran diharapkan lebih terjamin dan segar.
PELNI Services: Jembatan antara Petani dan Kapal
Untuk memastikan kelancaran distribusi, PELNI menunjuk anak usahanya, yaitu PELNI Services atau PT Pelita Indonesia Djaya, sebagai penyerap hasil panen dari Desa Mandiri. PELNI Services akan membeli sayuran dari petani dengan harga yang adil, kemudian mendistribusikannya ke kapal-kapal PELNI yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok. Kemitraan ini menciptakan rantai pasok yang efisien dan saling menguntungkan.
Lebih dari Sekadar Pasokan: Pemberdayaan Petani Lokal
Program Desa Mandiri ini bukan hanya tentang pasokan sayuran. Lebih dari itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas petani di Desa Sukanagalih. PELNI memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani agar mereka dapat mengelola pertanian dengan lebih baik dan menghasilkan sayuran berkualitas. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dalam jangka panjang.
Potensi Desa Sukanagalih
Desa Sukanagalih memiliki potensi yang besar dalam bidang pertanian. Terletak di dataran tinggi dengan suhu rata-rata 18-27 derajat celcius dan curah hujan 110 mm/tahun, desa ini sangat cocok untuk budidaya berbagai jenis sayuran. Kondisi alam ini mendukung pertumbuhan sayuran yang sehat dan berkualitas. Dengan adanya program Desa Mandiri, potensi ini semakin teroptimalkan.
Dampak Positif untuk Semua Pihak
Program TJSL PELNI ini memberikan dampak positif bagi semua pihak. Bagi PELNI, program ini menjamin pasokan sayuran segar untuk kebutuhan kapal penumpang. Bagi petani di Desa Sukanagalih, program ini memberikan kepastian pasar dan meningkatkan pendapatan. Bagi masyarakat luas, program ini menunjukkan bahwa BUMN hadir untuk memberikan solusi dan meningkatkan kesejahteraan.
Dengan adanya program Desa Mandiri Sukanagalih, diharapkan PELNI dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi penumpangnya, sekaligus memberdayakan petani lokal. Ini adalah contoh nyata bagaimana sinergi antara BUMN dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.




