Siapa bilang musik Indonesia itu-itu saja? Grup musik Candei hadir dengan gebrakan baru! Mereka baru saja merilis album perdana yang unik, lho! Penasaran? Yuk, kita simak bersama!
Poin Penting dalam Artikel Ini:
- Candei merilis album ‘Self Titled’ dengan lima lagu berbahasa Besemah.
- Lirik ditulis oleh Fram Prasetyo, terinspirasi dari keresahan pribadi.
- Musik Candei memadukan folk, Melayu, dan sentuhan Batanghari Sembilan.
- Album ini tersedia dalam format digital, CD, dan vinyl.
Candei: Musik yang Mengangkat Identitas Lokal
Candei, grup musik yang terdiri dari Fram Prasetyo (gitar akustik, vokal), Putra Kusuma (gitar akustik nilon), Syahlan Loebis (perkusi), Triwibowo S. P. (suling), dan Fajrin Ramadani (akordeon), baru saja merilis album perdana mereka yang bertajuk ‘Self Titled’. Album ini bukan album biasa, karena seluruh liriknya menggunakan bahasa Besemah, bahasa asli dari suku Melayu Besemah yang ada di Sumatera Selatan. Bayangkan, betapa kerennya! Musik mereka juga memadukan unsur folk, Melayu, dan irama khas Batanghari Sembilan yang unik.
Kenapa Bahasa Besemah?
Awalnya, Fram Prasetyo, sang gitaris dan vokalis, sempat kepikiran untuk menggunakan Bahasa Indonesia dalam lagu-lagunya. Tapi, teman-temannya mendorongnya untuk mengangkat bahasa daerah sebagai identitas. Keren banget kan, idenya? Ia pun akhirnya memilih bahasa Besemah, bahasa yang ia gunakan sehari-hari. Hal ini menunjukkan kecintaan mereka pada budaya dan identitas lokal.
Lirik yang Personal dan Kontemporer
Lagu-lagu dalam album ini bukan sekadar lagu biasa. Liriknya sangat personal dan kontemporer, mencerminkan keresahan Fram terhadap politik dan kehidupan adat di desa. Jadi, lagu-lagu Candei ini bukan cuma enak didengar, tapi juga punya makna yang mendalam, guys!
Judul Lagu dalam Album ‘Self Titled’
Album perdana Candei ini berisi lima lagu yang semuanya berbahasa Besemah. Berikut ini adalah daftar lagu dalam album ‘Self Titled’:
- Ghimbe
- Sendari
- Titah Raje
- Cerite Baghe
- Tikate Tuwe
Setiap lagu punya cerita dan nuansa yang berbeda-beda. Jadi, jangan sampai ketinggalan untuk mendengarkannya!
Kolaborasi dengan Bahasa Ibu Records
Candei merilis album ini bekerja sama dengan Bahasa Ibu Records. Mereka tidak hanya menyediakan format digital, tapi juga merilis dalam bentuk CD dan vinyl, buat kamu yang suka koleksi rilisan fisik. Jadi, buat yang penasaran dan pengen punya rilisan fisiknya, kalian bisa langsung pesan melalui situs resmi Bahasa Ibu Records atau toko musik demajors.
Musik Candei: Perpaduan Tradisi dan Kekinian
Musik Candei ini unik banget, guys! Mereka menggabungkan elemen musik tradisional dengan sentuhan modern. Irama Batanghari Sembilan dengan petikan gitar tunggal memberikan warna khas pada setiap karya mereka. Musik mereka bukan cuma enak didengar, tapi juga memberikan kita pengalaman yang kaya akan budaya. Musik tradisional seperti ini makin jarang, jadi patut banget kita apresiasi dan dukung!
Harapan Candei untuk Musik Indonesia
Dengan album perdana ini, Candei berharap lagu-lagu mereka bisa menyentuh hati pendengar dan membangkitkan kesadaran akan pentingnya tradisi dan identitas budaya. Mereka ingin menunjukkan bahwa musik daerah itu keren dan patut dilestarikan. Jadi, yuk kita dukung terus Candei dalam karya-karya mereka!
Dukungan untuk Musik Lokal
Gimana, guys? Tertarik dengan album Candei? Dengan adanya grup musik seperti Candei, kita jadi makin bangga dengan kekayaan budaya Indonesia. Mari kita dukung terus karya-karya musik lokal yang inovatif dan kreatif! Jangan lupa untuk mendengarkan album ‘Self Titled’ dan sebarkan ke teman-teman kalian!
Untuk informasi lebih lanjut tentang album Candei, kunjungi website resmi Bahasa Ibu Records atau demajors.





