Misteri Para Wanita Muda yang Memilih Jadi Biarawati Katolik: Perjalanan Spiritual Hingga 10 Tahun!

Misteri Para Wanita Muda yang Memilih Jadi Biarawati Katolik: Perjalanan Spiritual Hingga 10 Tahun!

Di tengah hiruk pikuk dunia modern, ada sekelompok wanita muda yang memilih jalan hidup yang unik dan penuh pengabdian: menjadi biarawati Katolik. Perjalanan mereka tidaklah mudah, membutuhkan waktu hingga sepuluh tahun dan pengorbanan besar. Artikel ini akan membahas kisah mereka, alasan di balik pilihan mereka, dan bagaimana mereka menjalani kehidupan religius di era modern ini.

Poin-poin Penting:

  • Hanya sedikit wanita muda yang memilih menjadi biarawati.
  • Proses menjadi biarawati bisa memakan waktu hingga 10 tahun.
  • Para biarawati muda mengorbankan banyak hal duniawi.
  • Kehidupan mereka dipenuhi dengan doa dan pelayanan.
  • Ada komunitas biarawati yang berkembang dan menarik anggota baru.

Mengapa Wanita Muda Memilih Menjadi Biarawati?

Di Amerika Serikat, jumlah biarawati muda, khususnya yang berusia di bawah 30 tahun, sangatlah kecil, bahkan kurang dari 1% dari total biarawati. Angka ini tetap stabil selama dekade terakhir, namun tidak menunjukkan tanda-tanda peningkatan. Lalu, apa yang mendorong wanita-wanita muda ini untuk memilih jalan hidup yang tampaknya bertentangan dengan arus zaman?

Zoey Stapleton, seorang wanita muda berusia 24 tahun dari Pennsylvania, adalah salah satu dari mereka. Setelah lulus dari Universitas Fransiskan, sebuah perguruan tinggi Katolik di Ohio, ia memutuskan untuk bergabung dengan Ordo Fransiskan Sisters, T.O.R. of Penance of the Sorrowful Mother. Keputusannya ini, meskipun sempat mengejutkan orang tuanya, didasari oleh keyakinan dan hubungan yang mendalam dengan Tuhan.

Pengorbanan dan Kehidupan yang Radikal

Menjadi biarawati berarti melepaskan banyak hal yang dianggap penting dalam kehidupan modern, seperti pacaran, kekayaan materi, dan bahkan terkadang ponsel dan pakaian modis. Mereka memilih untuk hidup dalam komunitas religius, di mana doa dan pelayanan menjadi inti kehidupan mereka. Rata-rata usia biarawati di Amerika Serikat saat ini adalah 80 tahun, sehingga para biarawati muda ini membawa semangat baru dan harapan bagi masa depan ordo mereka.

Beberapa ordo biarawati memiliki fokus yang berbeda. Ada yang lebih kontemplatif, mengisolasi diri dari dunia luar untuk berdevosi dan berdoa. Ada pula yang aktif dalam pelayanan di luar biara, seperti mengajar, merawat orang sakit, atau terlibat dalam kegiatan sosial. Para biarawati Fransiskan, misalnya, dikenal karena kegiatan mereka yang aktif dan penuh semangat, termasuk bermain olahraga bersama.

Tantangan dan Dukungan

Perjalanan menjadi biarawati tidaklah mudah. Selain pengorbanan materi, ada juga tantangan lain, seperti hutang pinjaman mahasiswa. Banyak wanita muda yang merasa terhalang untuk bergabung dengan ordo religius karena masalah finansial ini. Namun, ada organisasi seperti Labouré Society yang memberikan dukungan finansial dengan mengumpulkan donasi untuk melunasi hutang mereka.

Proses menjadi biarawati juga memakan waktu yang lama, bisa mencapai 7 hingga 10 tahun. Biasanya, seorang wanita akan memulai sebagai postulan, tinggal di biara dan belajar tentang kehidupan religius. Kemudian, mereka akan memasuki tahap novisiat, di mana mereka lebih mendalami doa dan kaul ordo. Setelah itu, mereka akan mengucapkan kaul sementara, dan akhirnya kaul kekal.

Kisah Sister Seyram Mary Adzokpa

Sister Seyram Mary Adzokpa, seorang biarawati berusia 30 tahun dari Ghana, adalah contoh lain dari wanita muda yang memilih jalan hidup ini. Ia baru mengenal biarawati setelah dewasa dan memutuskan untuk bergabung dengan Sisters of the Holy Family di New Orleans pada tahun 2021, di tengah pandemi global. Keputusan ini sangat langka, mengingat jumlah biarawati muda di Amerika Serikat terus menurun.

Kehidupan Biarawati di Era Modern

Meskipun hidup dalam biara, para biarawati tidak sepenuhnya terisolasi dari dunia luar. Mereka menggunakan teknologi dengan bijak, misalnya menggunakan internet untuk pelayanan atau berkomunikasi dengan keluarga. Mereka juga terlibat dalam kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat, memberikan kontribusi positif bagi dunia di sekitar mereka.

Kehidupan para biarawati muda ini menunjukkan bahwa di tengah hiruk pikuk dunia modern, masih ada wanita-wanita yang memilih jalan spiritual dan pengabdian. Pilihan mereka ini adalah sebuah inspirasi bagi kita semua, bahwa ada banyak cara untuk menemukan makna dan tujuan hidup.

Komunitas Biarawati yang Berkembang

Meskipun jumlah biarawati secara keseluruhan menurun, ada beberapa komunitas yang justru berkembang dan menarik anggota baru. Ordo Sisters of Life, misalnya, dikenal karena fokus mereka pada isu anti-aborsi dan telah berkembang dari 10 anggota menjadi lebih dari 120 dalam 30 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa ada dinamika dan vitalitas dalam kehidupan religius, meskipun secara umum mengalami penurunan.

Kehidupan para biarawati muda ini adalah bukti bahwa panggilan untuk hidup religius tetap relevan dan menarik bagi generasi muda. Mereka adalah contoh pengorbanan, iman, dan pengabdian yang patut kita teladani.

Tabel Tahapan Menjadi Biarawati

Berikut adalah tabel yang menggambarkan tahapan umum dalam proses menjadi biarawati:

TahapanDeskripsi
PostulantTahap awal, tinggal di biara dan belajar tentang kehidupan religius.
NovisiatMendalami doa dan kaul ordo, fokus pada studi dan pertumbuhan spiritual.
Kaul SementaraMengucapkan janji sementara untuk hidup sesuai kaul ordo.
Kaul KekalMengucapkan janji permanen untuk hidup sesuai kaul ordo.

About The Author

Bima Nugroho

Bima, Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Airlangga, terpesona dengan koneksi global dan dinamika antar budaya. Ia ingin membuat peristiwa internasional kompleks menjadi mudah dipahami, gemar bepergian, kolektor musik dunia, dan juga menulis untuk Mega Kancah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top