Tragis! Peternak Ngawi Merugi Puluhan Juta karena Sapi Mati Mendadak Kena PMK

Kabar duka datang dari Ngawi, Jawa Timur. Para peternak sapi di sana sedang mengalami masa sulit karena ternak mereka mati mendadak. Diduga kuat, penyebabnya adalah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali menyerang. Akibatnya, para peternak merugi hingga puluhan juta rupiah. Mari kita simak detailnya!

Poin-Poin Penting:

  • Dua peternak di Ngawi kehilangan sapi-sapi mereka secara mendadak.
  • Penyebab kematian diduga kuat karena wabah PMK.
  • Kerugian yang dialami peternak mencapai puluhan juta rupiah.
  • Pemerintah desa setempat telah menerima laporan kejadian ini.
  • Dinas Peternakan setempat membenarkan adanya peningkatan kasus PMK.

Sapi Mati Mendadak, Peternak Ngawi Menjerit

Duka mendalam tengah menyelimuti para peternak sapi di Kabupaten Ngawi. Bagaimana tidak, sapi-sapi yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka, kini mati mendadak. Suyono, seorang peternak asal Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, harus merelakan dua ekor sapinya mati dalam waktu berdekatan, yakni pada tanggal 27 dan 28 Desember 2024. Kondisi sapi yang mati mengeluarkan banyak air liur, mengarah pada dugaan kuat bahwa sapi-sapi tersebut terjangkit PMK.

Hal serupa juga dialami oleh Aini, peternak dari Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Pitu. Anak sapi miliknya ditemukan mati dengan gejala yang sama, yaitu mengeluarkan air liur berlebihan dan terdapat tanda-tanda pada kuku yang mengindikasikan PMK. Bahkan, Aini terpaksa menyuapi sapinya yang sakit karena sudah tidak mau makan sendiri.

Kerugian Mencapai Puluhan Juta Rupiah

Kematian sapi-sapi ini tentu saja membawa kerugian besar bagi para peternak. Suyono, misalnya, mengaku kehilangan dua ekor sapi yang ditaksir seharga Rp30 juta. Ini tentu bukan jumlah yang kecil bagi peternak kecil seperti dirinya. Aini dan peternak lainnya juga mengalami kerugian yang sama, meskipun belum ada perhitungan total kerugian secara keseluruhan. Bisa dibayangkan bagaimana mereka harus berjuang untuk bangkit kembali dari kerugian ini. Selain kerugian materi, hilangnya hewan ternak tentu sangat berat bagi para peternak karena ini juga menyangkut mata pencaharian mereka.

Wabah PMK Mengintai, Pemerintah Bergerak

Menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi, Eko Yudo Nurcahyo, membenarkan adanya peningkatan kasus PMK yang signifikan. Total ada 13 ekor sapi yang mati akibat wabah ini. Pemerintah daerah tentu tidak tinggal diam. Berbagai upaya tengah dilakukan untuk mengendalikan penyebaran PMK dan membantu para peternak yang terdampak. Salah satu langkah yang penting adalah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang PMK dan cara pencegahannya, agar tidak ada lagi peternak yang menjadi korban.

Apa Itu PMK?

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit menular yang menyerang hewan berkuku belah, seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba. PMK disebabkan oleh virus dan sangat cepat menular. Gejala yang paling umum dari PMK adalah munculnya lepuh atau luka pada mulut, lidah, kuku, dan puting susu. Selain itu, hewan yang terinfeksi juga akan mengalami demam, kehilangan nafsu makan, dan mengeluarkan air liur berlebihan.

Tips Pencegahan PMK untuk Peternak

Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan peternak untuk mencegah penyebaran PMK:

  1. Jaga Kebersihan Kandang: Kandang harus selalu bersih dan terawat. Lakukan penyemprotan disinfektan secara rutin untuk membunuh virus dan bakteri penyebab penyakit.
  2. Isolasi Hewan Sakit: Jika ada hewan yang menunjukkan gejala PMK, segera pisahkan dari hewan yang lain untuk mencegah penularan.
  3. Perhatikan Pakan dan Air Minum: Berikan pakan dan air minum yang bersih dan berkualitas. Hindari memberikan pakan yang berasal dari daerah yang terjangkit PMK.
  4. Vaksinasi: Vaksinasi adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah PMK. Pastikan hewan ternak Anda mendapatkan vaksinasi secara teratur.
  5. Laporkan ke Dinas Peternakan: Jika Anda menemukan hewan ternak yang menunjukkan gejala PMK, segera laporkan ke dinas peternakan setempat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

About The Author

Putri Siregar

Putri adalah lulusan Sarjana Ilmu Media dari Universitas Brawijaya Malang. Ia sangat tertarik pada tren mode, musik, dan film, dan senang berbagi pengetahuannya. Putri juga seorang ilustrator berbakat dan sering menyertakan ilustrasi karyanya dalam artikelnya. Ia adalah penggemar film dan konser. Saat ini, Putri juga menulis artikel freelance untuk Mega Kancah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top