Mau jalan-jalan ke New York, khususnya Manhattan? Siap-siap ya, karena mulai sekarang, masuk ke pusat kota Manhattan bakal lebih mahal! Pemerintah New York akhirnya menerapkan kebijakan ‘congestion pricing’ alias tarif kemacetan. Penasaran seperti apa dan berapa biayanya? Yuk, kita bahas!
Poin-poin penting yang perlu kamu tahu:
- Tarif berlaku untuk wilayah Manhattan di bawah Central Park.
- Tarif bervariasi tergantung jam dan metode pembayaran.
- Ada diskon dan pengecualian untuk beberapa kendaraan.
- Penumpang taksi dan kendaraan sewa juga kena biaya tambahan.
- New York menjadi kota pertama di AS yang menerapkan sistem ini.
Apa Itu ‘Congestion Pricing’?
“Congestion pricing” atau tarif kemacetan adalah sistem di mana pengemudi dikenakan biaya tambahan untuk masuk ke area tertentu yang sering macet. Tujuannya adalah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, polusi udara, dan meningkatkan pendapatan untuk transportasi umum. New York bukan kota pertama yang menerapkan ini, lho! Beberapa kota besar di dunia seperti London, Stockholm, Milan, dan Singapura sudah lebih dulu menerapkan sistem serupa.
Siapa Saja yang Kena Tarif?
Tarif ini berlaku untuk hampir semua jenis kendaraan pribadi yang masuk ke wilayah Manhattan di bawah Central Park. Mobil, SUV, van kecil, dan truk pickup akan dikenakan biaya. Tapi, ada beberapa pengecualian:
- Kendaraan darurat (ambulans, pemadam kebakaran, dll.)
- Bus sekolah
- Orang dengan disabilitas yang tidak bisa menggunakan transportasi umum dan kendaraan pengangkut mereka.
Berapa Tarifnya?
Tarifnya bervariasi, tergantung pada jam masuk dan apakah kamu menggunakan E-ZPass (alat pembayaran tol elektronik) atau tidak. Berikut rinciannya:
Tarif untuk Mobil, SUV, Van Kecil, dan Truk Pickup
| Waktu | Dengan E-ZPass | Tanpa E-ZPass |
|---|---|---|
| Jam Sibuk (05:00 – 21:00 pada hari kerja, 09:00 – 21:00 pada akhir pekan) | $9 | $13.50 |
| Jam Tidak Sibuk (Malam Hari) | $2.25 | $3.30 |
Pengendara sepeda motor dikenakan tarif setengah dari tarif mobil di jam sibuk. Untuk bus dan truk yang lebih besar, tarifnya bisa lebih tinggi lagi.
Diskon dan Kredit
Ada juga diskon untuk pengemudi berpenghasilan rendah yang membayar tol 10 kali dalam sebulan. Mereka bisa mendapatkan diskon 50% untuk perjalanan berikutnya di bulan itu. Selain itu, ada kredit hingga $3 untuk kendaraan penumpang yang sudah membayar tol untuk masuk Manhattan melalui Lincoln Tunnel, Holland Tunnel, Queens-Midtown Tunnel, atau Hugh L. Carey Tunnel di jam sibuk. Tapi, perlu diingat, tarif tol jembatan dan terowongan dari New Jersey juga naik di tahun baru, jadi total biaya yang kamu keluarkan bisa lebih besar!
Bagaimana dengan Taksi dan Uber?
Jangan kira penumpang taksi dan kendaraan sewa bebas dari tarif ini. Mereka juga akan dikenakan biaya tambahan per perjalanan jika naik taksi, green cab, atau black car sebesar 75 sen. Sementara itu, penumpang Uber atau Lyft harus membayar $1.50 per perjalanan.
Kenapa Ada ‘Congestion Pricing’?
Kebijakan ini sudah lama dipertimbangkan di New York. Bahkan, mantan Walikota Michael Bloomberg sudah mengusulkannya sejak 2007. Pemerintah New York berharap sistem ini akan mengurangi kemacetan, polusi, dan meningkatkan pendapatan untuk transportasi publik. Meskipun begitu, kebijakan ini tidak lepas dari pro dan kontra. Banyak yang menentang karena dianggap terlalu mahal. Tapi, banyak juga yang mendukung karena sistem ini dianggap bisa mendorong orang untuk beralih ke transportasi umum yang lebih ramah lingkungan.
Dampak ke Kita?
Buat kamu yang sering bolak-balik ke Manhattan dengan mobil pribadi, siap-siap aja ya dengan pengeluaran tambahan ini. Tapi, kalau kamu mau hemat, pertimbangkan untuk naik transportasi umum aja, deh! Selain lebih murah, kamu juga ikut membantu mengurangi kemacetan dan polusi di New York. Bagaimanapun, kebijakan ini akan membawa perubahan besar bagi mobilitas di New York. Kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya!
Sumber
- Pernyataan Gubernur Kathy Hochul
- Tarif Tol Jembatan dan Terowongan 2025
- Artikel AP News tentang Congestion Pricing



