Dulu, meluncurkan tawaran pengambilalihan bank yang tak disukai dianggap tindakan gegabah. Tapi sekarang, di Eropa, itu justru jadi opsi paling masuk akal bagi para ‘pemburu’ bank. Ada empat kasus yang sedang ramai, total nilainya hampir 60 miliar euro! Ironisnya, semua target menolak mentah-mentah tawaran tersebut. Apakah ini pertanda ‘kutukan pemenang’ sedang mengintai?
Poin-poin Penting:
- Perang akuisisi bank di Eropa kembali memanas dengan nilai transaksi mencapai miliaran euro.
- Empat bank menjadi target akuisisi, namun semuanya menolak tawaran.
- Muncul kekhawatiran ‘kutukan pemenang’ akan menghantui para pengakuisisi.
- Kenaikan suku bunga dan performa bank yang lebih baik jadi pemicu utama.
Aksi Korporasi yang Mengejutkan
Dunia perbankan Eropa sedang bergejolak. Beberapa bank besar seperti Banco Bilbao Vizcaya Argentaria (BBVA) dan UniCredit kini lebih agresif dalam melakukan aksi korporasi. Mereka mengajukan tawaran akuisisi kepada bank-bank yang lebih kecil, seperti Banco de Sabadell, Commerzbank, dan Banco BPM. Namun, yang mengejutkan, semua tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh pihak target!
Siapa Saja Pemain Kunci?
Ada dua tokoh penting yang menjadi sorotan dalam ‘perang’ akuisisi ini: Carlos Torres Vila, ketua BBVA, dan Andrea Orcel, CEO UniCredit. Torres mencoba mengambil alih Banco de Sabadell, sementara Orcel mengincar Commerzbank dan Banco BPM. Semua tawaran ini bernilai fantastis, namun tampaknya belum cukup untuk meluluhkan hati para petinggi bank target.
Mengapa Akuisisi yang Tak Diinginkan Kembali?
Tawaran akuisisi yang tak disukai sempat menghilang pasca krisis finansial 2008. Tapi kini, tren itu kembali muncul. Mengapa? Ternyata, ada beberapa faktor yang memicu hal ini. Pertama, kenaikan suku bunga membuat keuntungan bank-bank meningkat. Ini membuat bank-bank besar memiliki modal lebih dan ‘nafsu’ untuk mengakuisisi. Kedua, bank-bank yang lebih kecil kini juga lebih percaya diri karena performanya meningkat, sehingga mereka berani menolak tawaran akuisisi.
Sejarah Kelam Akuisisi Paksa
Sejarah mencatat, akuisisi paksa di sektor perbankan seringkali berakhir buruk. Contohnya, akuisisi ABN Amro oleh Royal Bank of Scotland pada 2007 yang berujung pada krisis finansial. Dari 24 kasus akuisisi paksa bank di Eropa, hanya 5 yang berhasil. Sisanya? Gagal total! Apakah kali ini akan ada pengecualian?
Risiko ‘Kutukan Pemenang’
Yang paling dikhawatirkan dari fenomena ini adalah risiko ‘kutukan pemenang’. Dalam konteks akuisisi, ‘kutukan pemenang’ berarti bank pengakuisisi akan membayar terlalu mahal untuk bank target dan akhirnya merugi. Karena bank target menolak, maka bank pengakuisisi akan dipaksa menawar lebih tinggi lagi untuk meyakinkan para pemegang saham bank target.
Apakah para ‘pemburu’ bank ini akan berhasil merealisasikan ambisinya? Atau justru mereka akan terjebak dalam ‘kutukan pemenang’? Kita tunggu saja kelanjutan kisahnya!
Apa Langkah Selanjutnya?
Pertanyaannya sekarang, apakah kesepakatan ini akan terjadi? Politik dan persetujuan regulator akan memainkan peran besar. Namun, yang paling penting adalah harga. Para analis memperkirakan bahwa Sabadell, Commerzbank, BPM, dan Mediobanca akan mencapai keuntungan yang signifikan pada tahun 2026 dan 2027. Ini berarti, para investor hanya akan menerima tawaran yang jauh di atas nilai buku mereka.
Saat ini, tawaran UniCredit untuk BPM dan BBVA untuk Sabadell hampir sama dengan nilai buku. Itu artinya, mereka mungkin perlu menaikkan tawaran mereka. Begitu juga dengan MPS yang ingin mencaplok Mediobanca. Saham Mediobanca kini bahkan diperdagangkan 11% di atas nilai tawaran minggu lalu. Kondisi ini menjadi dilema bagi para pengakuisisi. Bank-bank target kini lebih percaya diri dan investornya juga lebih bullish.
Reaksi Pasar
Pergerakan harga saham para bank ini juga patut diperhatikan. Saham MPS anjlok lebih dari 10% sejak Kamis lalu. Sementara saham BBVA dan UniCredit tidak terlalu terpengaruh. Hal ini mengindikasikan bahwa para investor memperkirakan salah satu dari dua hal: kesepakatan tidak akan terjadi sama sekali atau para pengakuisisi akan membayar terlalu mahal dan semua keuntungan akan sia-sia.
Situasi ini semakin menegangkan. Kita lihat saja, siapa yang akan keluar sebagai pemenang dan siapa yang akan terperangkap dalam ‘kutukan pemenang’.



