Jakarta Tenggelam Lagi, Loyalis Anies ‘Serang’ PSI: Kok Diam Aja?

Jakarta kembali diterjang banjir, dan kali ini, sorotan tajam mengarah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Geisz Chalifah, seorang loyalis Anies Baswedan, melontarkan kritik pedas karena para politisi PSI seolah ‘menghilang’ saat Jakarta dilanda banjir. Padahal, dulu mereka gencar mengkritik Anies soal masalah yang sama. Ada apa ini?

Poin-poin penting dalam artikel ini:

  • Loyalis Anies, Geisz Chalifah, kritik PSI yang bungkam soal banjir Jakarta.
  • Geisz heran mengapa PSI tidak bersuara, padahal dulu sering kritik Anies soal banjir.
  • Intensitas hujan tinggi dituding sebagai penyebab banjir di Jakarta.
  • Sistem drainase kota juga menjadi sorotan karena dianggap tidak mampu menampung debit air.

Sindiran Pedas Geisz Chalifah

Geisz Chalifah, yang dikenal sebagai pendukung setia Anies Baswedan, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Melalui akun media sosial X, ia menyindir para politisi PSI yang dulunya sangat vokal mengkritik penanganan banjir di era Anies. Sekarang, ketika Jakarta kembali kebanjiran, mereka seolah ‘menghilang’ tanpa jejak.

“Jakarta hujan besar dan terus-menerus. Beberapa wilayah tergenang banjir mengingat intensitas hujan yang begitu tinggi,” tulis Geisz di akun X-nya. Dia juga menambahkan bahwa sistem drainase kota tidak mampu menampung debit air hujan yang begitu besar dalam waktu bersamaan.

PSI Dulu Vokal, Sekarang Bungkam?

Sindiran Geisz bukan tanpa alasan. Beberapa kader PSI memang pernah menjadikan isu banjir sebagai ‘senjata’ untuk menyerang Anies Baswedan saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Mereka aktif mengkritik berbagai kebijakan Anies terkait penanganan banjir, termasuk program sumur resapan yang dianggap kurang efektif.

Kini, situasinya berbalik. Jakarta kembali dilanda banjir, tapi para politisi PSI justru tidak terdengar suaranya. Hal inilah yang membuat Geisz dan pendukung Anies lainnya merasa heran dan kecewa.

Intensitas Hujan Tinggi dan Sistem Drainase

Selain menyindir PSI, Geisz juga menyoroti masalah klasik Jakarta, yaitu intensitas hujan yang tinggi dan sistem drainase yang belum optimal. Hujan deras yang terus-menerus memang menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir di Jakarta. Namun, sistem drainase yang tidak memadai juga memperparah kondisi tersebut.

Banyak saluran air dan gorong-gorong yang tersumbat sampah, sehingga tidak mampu menampung air hujan dengan baik. Akibatnya, air meluap ke jalan dan pemukiman warga.

Apa yang Seharusnya Dilakukan?

Masalah banjir Jakarta memang kompleks dan membutuhkan solusi yang komprehensif. Tidak cukup hanya saling menyalahkan, tetapi juga perlu ada aksi nyata dari semua pihak. Pemerintah daerah perlu meningkatkan kualitas sistem drainase, melakukan normalisasi sungai, dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, para politisi juga perlu lebih fokus pada solusi daripada sekadar mencari kesalahan pihak lain. Masyarakat juga perlu terlibat aktif dalam menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran air dan sungai.

Tanggapan dari PSI?

Hingga artikel ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari PSI terkait sindiran Geisz Chalifah. Namun, publik tentu berharap agar PSI bisa memberikan penjelasan yang memuaskan dan menunjukkan komitmen mereka dalam mengatasi masalah banjir di Jakarta.

Mari kita tunggu dan lihat bagaimana perkembangan selanjutnya.

About The Author

Bima Nugroho

Bima, Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Airlangga, terpesona dengan koneksi global dan dinamika antar budaya. Ia ingin membuat peristiwa internasional kompleks menjadi mudah dipahami, gemar bepergian, kolektor musik dunia, dan juga menulis untuk Mega Kancah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top