Kabar duka datang dari Sukabumi! Setelah pencarian panjang selama dua bulan, jasad korban longsor akhirnya ditemukan. Bagaimana kronologinya? Yuk, simak selengkapnya!
- Penemuan: Jasad korban ditemukan 2 bulan setelah dinyatakan hilang.
- Identifikasi: Korban bernama Ojang, seorang petani yang tertimbun longsor saat berteduh.
- Kondisi: Jasad ditemukan dalam kondisi kerangka tidak jauh dari lokasi kejadian.
Dua Bulan dalam Pencarian: Titik Terang di Sukabumi
Warga Sukabumi digegerkan dengan penemuan jasad seorang korban longsor yang telah lama dicari. Ojang (53), seorang petani, menjadi korban bencana tanah longsor yang terjadi pada 4 Desember 2024 lalu. Tim SAR gabungan telah berupaya keras melakukan pencarian, namun tanpa hasil hingga pencarian dihentikan sesuai SOP.
Kronologi Penemuan: Petunjuk dari Pencari Kayu Bakar
Titik terang muncul pada Minggu (9/2/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Seorang ustadz bernama Rahman, yang sedang mencari kayu bakar di sekitar lokasi kejadian, menemukan kerangka manusia. Penemuan ini segera dilaporkan kepada warga, yang kemudian melakukan penggalian lebih lanjut.
Identifikasi Jasad: Keluarga Mengenali dari Pakaian
Setelah penggalian, ditemukan kerangka manusia dalam kondisi lengkap dengan pakaian yang masih melekat. Keluarga korban memastikan bahwa kerangka tersebut adalah Ojang, berdasarkan ciri-ciri pakaian terakhir yang dikenakan sebelum kejadian. Ojang saat itu mengenakan kaos lengan pendek, celana panjang, jas hujan plastik merah, dan membawa sebilah golok.
Kisah Pilu: Tertimbun Longsor saat Bertani
Menurut keterangan Medi Abdul Hakim, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Ojang menjadi korban longsor saat sedang bertani di sawah. Saat hujan deras, korban diduga berteduh, namun tiba-tiba longsor terjadi dan langsung menimbun tubuhnya. Longsor sendiri sering terjadi di daerah Sukabumi karena kondisi geografis yang berbukit dan curah hujan yang tinggi.
Langkah Selanjutnya: Penyerahan Jasad kepada Keluarga
Setelah proses identifikasi selesai, jasad Ojang diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama di musim hujan.
Mitigasi Bencana: Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Bencana longsor seperti ini bisa dicegah dengan beberapa langkah mitigasi, di antaranya:
- Reboisasi: Menanam kembali pohon di daerah-daerah yang rawan longsor.
- Pembuatan Terasering: Membuat terasering pada lahan pertanian di daerah perbukitan.
- Sistem Peringatan Dini: Memasang alat pendeteksi longsor dan memberikan informasi kepada masyarakat.
Dengan upaya bersama, kita bisa mengurangi risiko dan dampak bencana longsor di masa depan.




