Warga Kampung Cipayung, Sukmajaya, Depok, baru-baru ini menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Indofermex. Mereka memprotes dampak limbah pabrik yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Apa saja tuntutan warga dan bagaimana tanggapan pihak perusahaan? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Inti dari artikel ini:
- Warga Cipayung, Sukmajaya, Depok demo PT Indofermex.
- Penyebabnya: Limbah pabrik yang menimbulkan aroma menyengat dan mencemari air tanah.
- Warga sudah bertahun-tahun merasakan dampak negatifnya.
- Laporan warga tidak pernah ditanggapi pihak perusahaan.
- Warga menuntut solusi konkret dari PT Indofermex.
Puluhan Tahun Menderita Akibat Limbah
Puluhan warga Kampung Cipayung, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, turun ke jalan pada Rabu, 12 Februari 2025. Mereka melakukan aksi unjuk rasa di depan PT Indofermex, sebuah pabrik yang berlokasi di wilayah tersebut. Aksi ini merupakan puncak kekesalan warga yang sudah bertahun-tahun merasakan dampak negatif dari limbah pabrik.
Manulang, salah seorang warga yang ikut aksi unjuk rasa, mengungkapkan bahwa dampak limbah pabrik sudah dirasakan selama puluhan tahun. “Sudah bertahun-tahun, tidak hanya satu dua tahun saja,” ujarnya dengan nada kesal.
Aroma Menyengat dan Air Tanah Tercemar
Menurut pengakuan warga, limbah PT Indofermex menyebabkan aroma yang sangat menyengat. Aroma ini membuat warga sesak napas dan tidak nyaman beraktivitas sehari-hari. Selain itu, limbah pabrik juga mencemari air tanah, menyebabkan air menjadi hitam dan tidak layak untuk digunakan.
“Baunya itu loh, bikin sesak! Air juga jadi hitam, enggak bisa dipakai buat mandi atau cuci,” keluh seorang ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar pabrik.
Laporan Warga Tak Pernah Digubris
Warga mengaku sudah berulang kali melaporkan masalah limbah ini kepada pihak perusahaan, namun tidak pernah mendapatkan respons yang memuaskan. “Kalau lapor, enggak ada yang menanggapi,” kata Manulang dengan nada kecewa.
Ketidakpedulian pihak perusahaan membuat warga semakin geram. Mereka merasa diabaikan dan hak-haknya sebagai warga negara telah dilanggar.
Tuntutan Warga Kepada PT Indofermex
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, warga menyampaikan beberapa tuntutan kepada PT Indofermex, di antaranya:
- Menghentikan pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik.
- Bertanggung jawab atas dampak kesehatan dan kerugian yang dialami warga.
- Melakukan dialog yang terbuka dan transparan dengan warga.
Warga berharap, dengan aksi unjuk rasa ini, pihak PT Indofermex akan lebih peduli dan segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah limbah. Jika tidak, warga mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.
Apa Kata Pihak PT Indofermex?
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Indofermex terkait aksi unjuk rasa dan tuntutan warga. Kami akan terus berupaya menghubungi pihak perusahaan untuk mendapatkan tanggapan.
Pencemaran Lingkungan: Masalah Serius yang Harus Ditangani
Kasus pencemaran lingkungan yang terjadi di Sukmajaya, Depok, ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa masalah lingkungan merupakan masalah serius yang harus ditangani dengan serius pula. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus bekerja sama untuk menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik.
Selain itu, penting bagi perusahaan untuk memiliki sistem pengelolaan limbah yang baik dan bertanggung jawab. Jangan sampai demi keuntungan ekonomi, perusahaan mengabaikan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.




