Kabar buruk datang dari Bekasi! Pabrik Sanken Indonesia di kawasan industri MM2100 Cikarang dikabarkan akan berhenti beroperasi pada Juni 2025. Dampaknya? Ratusan karyawan terancam kehilangan pekerjaan alias PHK.
Berikut poin-poin penting yang perlu kamu tahu:
- Pabrik Sanken di Cikarang akan tutup Juni 2025.
- Ratusan karyawan (sekitar 400 orang) terancam PHK.
- Perusahaan sedang melakukan perundingan internal dengan serikat pekerja.
- Sebelumnya, Sanken juga sudah melakukan PHK terhadap 500 karyawan.
- KSPI menyebut penutupan ini akan menambah angka pengangguran.
Penyebab Pabrik Sanken Tutup?
Meski belum ada informasi detail dari perusahaan, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bekasi mengaku sudah mendengar kabar ini dari media. Mereka juga sudah melakukan konfirmasi ke pihak perusahaan, namun belum mendapatkan informasi lebih lanjut.
“Kami sudah konfirmasi ke perusahaan terkait namun hingga kini belum ada informasi lebih lanjut. Kami juga tahu informasi ini dari media,” kata Kepala Bidang Hubungan Industrial pada Disnaker Kabupaten Bekasi, Fuad Hasan.
Nasib Karyawan Sanken yang Kena PHK
Pemerintah daerah melalui Disnaker Kabupaten Bekasi berjanji akan mengawal nasib para pekerja yang terdampak PHK. Mereka ingin memastikan hak-hak pekerja terpenuhi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Menurut informasi yang beredar, perusahaan saat ini sedang dalam proses perundingan internal (bipartit) dengan serikat pekerja untuk membahas masalah ini.
Kata Serikat Pekerja Soal PHK Sanken
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, sangat menyayangkan kejadian ini. Ia menyebut setidaknya 400 buruh PT Sanken Indonesia dipastikan terkena PHK seluruhnya pada Juni 2025.
“Ditutupnya Sanken mengakibatkan 900 buruh kehilangan pekerjaan dengan masa kerja rata-rata 15 tahun dan usia pekerja 30-40 tahun. Dipastikan mereka akan sulit mencari kerja dan outputnya adalah menambah angka pengangguran yang semakin tinggi,” ujar Said Iqbal.
Menurutnya, sebelum Sanken, sudah banyak industri lain seperti tekstil, garmen, dan sepatu yang melakukan PHK besar-besaran di tahun 2024.
PHK Sanken: Alarm Bagi Industri Manufaktur Indonesia?
Penutupan pabrik Sanken dan PHK massal ini menjadi alarm bagi kita semua. Ini menunjukkan bahwa industri manufaktur di Indonesia sedang menghadapi tantangan yang berat. Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebabnya antara lain:
- Persaingan global yang semakin ketat.
- Biaya produksi yang tinggi.
- Regulasi yang kurang mendukung.
- Perkembangan teknologi yang pesat (otomatisasi).
Apa yang Bisa Dilakukan?
Pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja perlu duduk bersama untuk mencari solusi agar industri manufaktur di Indonesia bisa tetap bertahan dan berdaya saing. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:
- Menciptakan iklim investasi yang kondusif.
- Memberikan insentif bagi industri yang berinvestasi di teknologi baru.
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
- Mempermudah perizinan usaha.
Dampak PHK: Bukan Sekadar Angka
PHK bukan hanya sekadar angka statistik. Di balik setiap angka, ada keluarga yang menggantungkan hidupnya dari pekerjaan tersebut. Kehilangan pekerjaan bisa berdampak besar pada kondisi ekonomi dan sosial keluarga yang bersangkutan.
Oleh karena itu, pemerintah dan semua pihak terkait perlu memberikan perhatian serius terhadap masalah PHK ini. Jangan sampai PHK massal ini menimbulkan masalah sosial yang lebih besar.
Sanken Pindah ke Jepang?
Menurut informasi yang beredar, setelah menutup pabrik di Indonesia, Sanken akan kembali beroperasi di Jepang. Perusahaan ini akan fokus memproduksi *power supply* dengan orientasi ekspor ke Jepang.
Keputusan ini tentu saja sangat disayangkan. Seharusnya, Sanken bisa tetap bertahan di Indonesia dengan dukungan dari pemerintah dan semua pihak terkait.
Tabel Data PHK PT. Sanken Indonesia
Berikut adalah perkiraan data terkait dengan PHK yang terjadi di PT. Sanken Indonesia:
| Waktu | Jumlah Pekerja yang Terkena PHK | Keterangan |
|---|---|---|
| Setahun sebelumnya | 500 orang | Akibat perubahan aktivitas menjadi produsen *power supply* |
| Juni 2025 (rencana) | 400 orang | Penutupan pabrik di Indonesia |
| Total | 900 orang |



