Eropa Terancam! Bagaimana Cara Kumpulkan Rp 6.500 Triliun per Tahun untuk Pertahanan?

Eropa lagi ketar-ketir nih! Hubungan transatlantik yang lagi nggak baik bikin mereka harus mikir keras gimana caranya ningkatin anggaran pertahanan. Pertanyaannya, dari mana duit sebanyak itu? Artikel ini bakal ngebahas:

  • Kenapa Eropa butuh duit banyak buat pertahanan?
  • Masalah-masalah yang bikin susah ngumpulin duit.
  • Solusi yang mungkin dilakuin, dari ngutang sampe bikin bank khusus.

Eropa di Ujung Tanduk: Kenapa Duit Pertahanan Jadi Prioritas?

Bayangin gini, bro. Dulu, Eropa bisa ‘santuy’ karena ada Amerika Serikat yang siap jagain. Tapi sekarang, situasinya udah beda. Presiden AS lagi bikin ragu, nih. Eropa jadi harus lebih mandiri buat ngelindungin diri sendiri.

Invasi Rusia ke Ukraina tiga tahun lalu udah jadi lampu merah. Sekarang, dengan pernyataan-pernyataan kontroversial dari Presiden AS, Eropa sadar mereka harus siap siaga. Target NATO yang 2% dari PDB buat pertahanan kayaknya udah nggak cukup lagi.

Beberapa negara Eropa emang udah nyampe target itu, tapi ada juga yang masih kurang. Bahkan, ada yang ngusulin buat naikin jadi 3% dari PDB. Tapi, kalau Eropa mau bener-bener mandiri, mereka mungkin harus keluarin duit sampe 4% dari PDB! Itu artinya, mereka butuh tambahan sekitar $420 miliar per tahun, atau sekitar Rp 6.500 triliun!

Masalah Klasik Eropa: Duit Kurang, Solidaritas Juga Nggak Full

Nggak cuma masalah duit, Eropa juga punya masalah internal yang bikin susah. Dulu, Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit), padahal Inggris salah satu kekuatan militer utama. Belum lagi, ada negara yang malah deket sama Rusia, kayak Hungaria. Ada juga yang netral, kayak Austria.

Industri pertahanan Eropa juga berantakan. Tiap negara maunya beli dari perusahaan lokal. Akibatnya, Eropa punya banyak jenis tank, sementara Amerika Serikat cuma punya satu. Eropa kayak punya banyak ‘industri rumahan’ daripada produksi massal yang efisien. Investasi di riset dan pengembangan juga kurang.

Solusi dari Eropa: Utang, Pajak, atau… Bikin Bank Spesial?

Terus, gimana caranya Eropa ngumpulin duit sebanyak itu? Ada beberapa opsi yang lagi dipertimbangin:

1. Utang dan Defisit? Siapa Takut!

Komisi Eropa pengen anggaran pertahanan dikecualikan dari aturan yang ngebatasin utang dan defisit negara. Tapi, masalahnya, banyak negara Eropa yang utangnya udah numpuk. Kalo utang ditambah lagi, rating kredit bisa jeblok, kata S&P Global.

2. Patungan di Tingkat Uni Eropa

Cara lain adalah dengan ‘patungan’ di tingkat Uni Eropa. Duitnya bisa dipake buat proyek lintas negara. Syaratnya, tiap negara harus ngarahin anggaran pertahanan mereka buat tujuan yang sama.

Ada dua cara buat ngumpulin duit di tingkat Uni Eropa. Pertama, Komisi Eropa nerbitin obligasi. Kedua, ngutak-ngatik European Stability Mechanism (ESM), lembaga yang dibikin buat ngurusin krisis Euro. ESM punya kapasitas ngutang sekitar 422 miliar Euro. Sebagian bisa dialokasiin buat pertahanan.

3. Bikin Bank Khusus Buat Industri Pertahanan?

Karena negara non-Uni Eropa kayak Inggris dan Norwegia juga penting buat pertahanan Eropa, ada ide buat bikin lembaga keuangan baru. Bentuknya kayak bank khusus yang tugasnya ngasih pinjaman ke pemerintah dan perusahaan pertahanan.

Bank ini bisa mulai dengan modal 10 miliar Euro, yang bisa diputer jadi pinjaman sampe 100 miliar Euro. Tapi, ada juga yang bilang, mending fokus ngasih pinjaman ke perusahaan pertahanan aja.

Kesimpulan: Eropa Harus Gercep!

Intinya, Eropa butuh kombinasi solusi buat ngumpulin duit yang dibutuhin. Walaupun dobelin anggaran pertahanan kedengerannya berat, tapi Eropa lagi ngadepin ancaman eksistensial. Kombinasi Putin dan potensi kembalinya Trump bisa jadi cambuk buat Eropa biar cepet bertindak.

About The Author

Putri Siregar

Putri adalah lulusan Sarjana Ilmu Media dari Universitas Brawijaya Malang. Ia sangat tertarik pada tren mode, musik, dan film, dan senang berbagi pengetahuannya. Putri juga seorang ilustrator berbakat dan sering menyertakan ilustrasi karyanya dalam artikelnya. Ia adalah penggemar film dan konser. Saat ini, Putri juga menulis artikel freelance untuk Mega Kancah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top