Warga Papua digegerkan dengan berita kaburnya pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Yahukimo dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wamena. Kejadian ini tentu saja membuat aparat keamanan bergerak cepat. Satgas Damai Cartenz langsung diterjunkan untuk melakukan pengejaran.
Apa saja yang perlu kamu tahu tentang kejadian ini? Simak poin-poin pentingnya:
- Siapa yang kabur? Penihas Heluka alias Kopi Tua Heluka, pimpinan KKB Yahukimo.
- Kapan kaburnya? Sejak hari Selasa.
- Bagaimana cara kaburnya? Membobol pagar lapas dan memanjat pagar dengan tali.
- Siapa yang mengejar? Satgas Damai Cartenz.
Kronologi Kaburnya Sang Pimpinan KKB
Menurut keterangan dari Kaops Satgas Damai Cartenz, Brigjen Faizal Rahmadani, Penihas Heluka yang juga dikenal sebagai Kopi Tua Heluka, berhasil kabur dari Lapas Wamena sejak hari Selasa. Penihas ini bukan orang sembarangan, dia adalah Komandan Operasi dan Komandan Batalyon Yamue Kodap XVI Yahukimo.
“Personel Satgas Damai Cartenz akan terus mengejar untuk menangkap kembali Penihas Heluka,” tegas Brigjen Faizal.
Modus Kabur yang Nekat
Penihas Heluka tidak sendirian saat melarikan diri. Dia bersama enam narapidana lainnya. Mereka membobol pagar pertama lapas menggunakan tang potong. Setelah itu, mereka memanjat pagar kedua dengan menggunakan tali sepanjang satu meter yang diikatkan pada kawat duri. Wah, nekat sekali!
Dari tujuh narapidana yang kabur, satu orang berhasil ditangkap kembali, yaitu WK (28). Sementara enam lainnya, termasuk Penihas Heluka, masih dalam pengejaran.
Identitas Para Pelarian
Selain Penihas Heluka, berikut adalah identitas lima narapidana lain yang masih buron:
- Ariel Sonyap alias Koroway bin Sonyap (31 tahun)
- Ferly Wesabla (21 tahun)
- Sergius Asso (20 tahun)
- Rio Elopere (22 tahun)
- Nelkz Heluka (24 tahun)
Harapan dari Satgas Damai Cartenz
Brigjen Faizal Rahmadani sangat mengharapkan bantuan dari masyarakat. Jika ada yang mengetahui keberadaan Heluka dan para narapidana lainnya, diharapkan segera memberikan informasi kepada pihak berwajib. Kerjasama dari masyarakat sangat penting untuk mempercepat penangkapan para pelaku.
Penangkapan dan Hukuman Penihas Heluka
Sebelumnya, Satgas Damai Cartenz menangkap Penihas Heluka pada tanggal 19 Mei 2023. Penangkapan ini terkait dengan keterlibatannya dalam pembunuhan terhadap aparat keamanan. Pada tanggal 7 Februari 2024, Pengadilan Negeri Wamena menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara kepada Penihas Heluka.
Apa itu Satgas Damai Cartenz?
Satgas Damai Cartenz adalah satuan tugas yang dibentuk oleh Polri untuk melaksanakan operasi keamanan di Papua. Satgas ini bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menindak kelompok-kelompok kriminal bersenjata yang mengganggu stabilitas keamanan di Papua.
Dampak Kaburnya Pimpinan KKB
Kaburnya Penihas Heluka tentu saja menjadi perhatian serius. Hal ini bisa memicu peningkatan aktivitas KKB di wilayah Yahukimo dan sekitarnya. Oleh karena itu, Satgas Damai Cartenz akan meningkatkan patroli dan razia untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan.
Himbauan untuk Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. Percayakan sepenuhnya kepada aparat keamanan untuk menangani situasi ini. Jika ada informasi terkait keberadaan para pelaku, segera laporkan kepada pihak berwajib. Jangan sampai terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan.
Peran Aktif Masyarakat dalam Keamanan
Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat. Dengan memberikan informasi yang akurat dan tidak menyebarkan berita bohong, masyarakat telah berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.
Upaya Pemerintah dalam Menangani KKB
Pemerintah terus berupaya untuk menangani KKB dengan cara yang komprehensif. Selain melakukan operasi penegakan hukum, pemerintah juga melakukan pendekatan dialog dan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Harapannya, dengan kesejahteraan yang meningkat, masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh provokasi KKB.



