Kabar mengejutkan datang dari Batam! Walikota Batam, Amsakar Achmad, resmi dilantik menjadi Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam. Apa implikasinya bagi kota industri ini? Simak ulasan lengkapnya!
- Pelantikan Ganda: Amsakar Achmad selain menjabat sebagai Walikota, kini juga memimpin BP Batam.
- Tujuan Utama: Meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi Batam.
- Harapan Baru: Tata kelola lahan dan pelayanan investasi yang lebih baik.
Walikota Batam Pegang Kendali BP Batam: Gebrakan Baru?
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, baru saja mengambil langkah penting untuk Batam. Beliau melantik Amsakar Achmad, yang baru saja dilantik sebagai Walikota Batam periode 2025-2030, sebagai Kepala BP Batam. Tidak hanya itu, Wakil Walikota Batam, Li Claudia Chandra, juga dilantik sebagai Wakil Kepala BP Batam. Pelantikan ini berlangsung di Gedung Ali Wardhana, Kementerian Perekonomian RI, Jakarta.
Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Nomor 1 Tahun 2025. Ini bukan sekadar perubahan jabatan, tapi sebuah sinyal kuat untuk perubahan dan percepatan pembangunan di Batam.
Mengapa Walikota Jadi Kepala BP Batam?
Pertanyaan besar yang muncul adalah, mengapa harus Walikota yang memimpin BP Batam? Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk meningkatkan daya saing Batam. Dengan kepemimpinan yang terpusat, diharapkan koordinasi antara pemerintah kota dan BP Batam akan lebih efektif.
Selain itu, tantangan pengelolaan lahan yang semakin terbatas menjadi perhatian utama. Pengembangan wilayah Rempang, Galang, dan Galang Baru (RGG) menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini. Tata kelola lahan yang baik akan memberikan kepastian bagi investor.
Target Tinggi: Batam Harus Lebih Maju!
Airlangga Hartarto tidak hanya memberikan jabatan, tapi juga target yang tinggi. Beliau berharap Batam tidak hanya menjadi kota industri, tetapi juga kota jasa dengan pelayanan pemerintahan yang lebih baik. Ini berarti Batam harus berbenah diri, mulai dari infrastruktur hingga kualitas sumber daya manusia.
Batam memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Batam selalu di atas rata-rata nasional dan Provinsi Kepulauan Riau. Pada tahun 2023, Batam tumbuh sebesar 7,04%, sementara Kepulauan Riau 5,20% dan nasional 5,05%. Bahkan, pada Triwulan III 2024, Batam mampu tumbuh sebesar 7,50%.
Investasi dan Lapangan Kerja: Kunci Kemajuan Batam
Batam dikenal sebagai salah satu kota dengan penyerapan tenaga kerja terbaik. Sebanyak 656 ribu pekerja, atau 70% dari jumlah penduduk usia kerja, terserap di berbagai sektor industri. Tingkat pengangguran pun menurun dari 11,79% pada tahun 2020 menjadi 7,68% pada Agustus 2024.
Realisasi investasi juga menunjukkan tren positif. Pada Triwulan III 2024, investasi asing (PMA) mencapai Rp4,510 triliun, sementara investasi dalam negeri (PMDN) sebesar Rp2,421 triliun. Dengan hadirnya pemimpin baru, diharapkan investasi akan terus meningkat.
3 KEK Andalan Batam: Masa Depan Ekonomi Digital
Batam memiliki keistimewaan dengan adanya 3 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK):
- KEK Batam Aero Technic: Pusat perawatan pesawat yang bertaraf internasional.
- KEK Nongsa: Pusat data center, IT, dan ekonomi digital.
- KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam: Pusat layanan kesehatan internasional yang bekerjasama dengan RS Internasional Apollo India.
Ketiga KEK ini menjadi motor penggerak ekonomi Batam di masa depan. Dengan fokus pada teknologi dan layanan, Batam siap bersaing di tingkat global.
Pesan untuk BP Batam: Solid dan Kompak!
Amsakar Achmad mengajak seluruh jajaran BP Batam untuk tetap solid dan kompak dalam melaksanakan tugas. Beliau menekankan pentingnya kerjasama untuk mencapai lompatan-lompatan baru dalam investasi dan perekonomian Batam.
Dengan kepemimpinan baru dan semangat baru, Batam diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi tidak hanya di Kepulauan Riau, tetapi juga di tingkat nasional. Investasi diharapkan meningkat dua kali lipat, membawa kemakmuran bagi seluruh masyarakat Batam.




