Petani Tersenyum Lebar! Bulog Borong Gabah dengan Harga Oke!

Kabar gembira buat para petani! Bulog turun tangan langsung untuk memastikan harga gabah sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Dengan begini, petani bisa tersenyum lebar saat panen raya. Apa saja poin pentingnya? Yuk, simak selengkapnya!

  • Bulog jamin beli gabah petani dengan harga Rp6.500/kg.
  • Targetkan serap 300 ribu ton gabah dan beras saat panen raya April 2025.
  • Kerjasama dengan berbagai pihak untuk optimalkan penyerapan.
  • Pemerintah berantas tengkulak yang merugikan petani.

Bulog Jaga Harga Gabah, Petani Dijamin Senang!

Perum Bulog bergerak cepat memastikan penyerapan gabah dari petani sesuai dengan HPP yang sudah ditetapkan, yaitu Rp6.500 per kilogram. Tujuannya jelas, untuk menjaga harga tetap stabil saat musim panen raya tiba. Hal ini ditegaskan langsung oleh Wakil Direktur Utama (Wadirut) Perum Bulog, Marga Taufiq, saat meninjau penyerapan gabah di Klaten, Jawa Tengah.

“Bulog pastikan membeli gabah dengan harga Rp6.500 per kg. Ini sesuai perintah Presiden bahwa petani harus tersenyum ketika dia panen,” ujarnya, seperti dikutip dari wawancara saat kunjungan.

Target Penyerapan Gabah dan Beras Meningkat

Bulog tidak main-main dalam mendukung petani. Mereka menargetkan penyerapan gabah di wilayah Klaten mencapai 28 ribu ton hingga April 2025. Secara nasional, targetnya lebih besar lagi, yaitu 300 ribu ton gabah dan beras menjelang puncak musim panen raya.

Marga Taufiq menambahkan, jaminan harga gabah ini penting untuk mengatasi masalah yang sering dihadapi petani, seperti harga yang tidak pasti dan sulitnya akses ke pasar. Bulog hadir untuk menjembatani masalah tersebut.

Kerjasama Lintas Sektor untuk Penyerapan Optimal

Untuk mencapai target penyerapan yang optimal, Bulog menggandeng berbagai pihak, mulai dari dinas pertanian di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, TNI-Polri, hingga kelompok tani dan penggilingan padi. Kolaborasi ini diharapkan bisa memperlancar proses penyerapan gabah dari petani.

Pengakuan Petani: Harga Stabil, Petani Tersenyum!

Kenaikan harga gabah yang ditetapkan pemerintah disambut baik oleh para petani. Kelik Purwanto, seorang petani di Desa Sumber, Klaten, mengaku senang dengan kebijakan ini. Ia berharap, kenaikan harga ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan memberikan dampak positif bagi pertanian di desanya.

“Kalau dulu, saat panen raya, petani bisa menangis karena harganya justru jatuh saat panen. Tapi, sekarang petani bisa tersenyum. Karena kenaikan harga tersebut, selisihnya cukup lumayan buat kami,” ungkap Kelik.

Berantas Tengkulak, Pemerintah Gelontorkan Dana Triliunan!

Pemerintah tidak hanya fokus pada penyerapan gabah, tetapi juga berupaya memberantas praktik tengkulak yang merugikan petani. Juru bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Prita Laura, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memutus rantai praktik yang selama ini memiskinkan petani.

Salah satu langkahnya adalah dengan mengalokasikan anggaran Rp16,6 triliun ke Bulog untuk membeli beras/gabah langsung dari petani. Dengan cara ini, diharapkan petani tidak lagi bergantung pada tengkulak yang seringkali memberikan harga yang tidak adil.

Jaga Kualitas Gabah, Kunci Hasilkan Beras Berkualitas

Selain harga, kualitas gabah juga menjadi perhatian pemerintah. Prita Laura mengimbau petani untuk tidak terburu-buru menjual gabah sebelum waktunya panen yang tepat. Kualitas gabah sangat berpengaruh terhadap kualitas beras yang dihasilkan. Oleh karena itu, petani perlu diedukasi tentang pentingnya menjaga kualitas gabah.

Info Tambahan: Selain membeli gabah, Bulog juga memiliki program стабилизация harga beras di pasar. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top