Situasi di Papua seringkali diwarnai isu-isu sensitif, terutama terkait Hak Asasi Manusia (HAM). Pendeta Benny Naraha, tokoh agama yang peduli dengan kemanusiaan, punya pesan penting buat kita semua, khususnya anak muda Papua. Apa saja poin pentingnya? Yuk, simak!
- Imbauan Penting: Jangan mudah terpancing isu HAM yang disebarkan kelompok separatis.
- Fokus pada Kedamaian: Serahkan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
- Pentingnya Dialog: Pemerintah pusat diharapkan membuka dialog dengan masyarakat Papua.
Waspada Provokasi Isu HAM di Papua!
Sekretaris Jenderal LSM Sekber Papua Peduli Kemanusiaan, Pendeta Benny Naraha, menyerukan kepada seluruh masyarakat Papua, terutama generasi muda, untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu pelanggaran HAM. Isu-isu ini kerap kali dimanfaatkan oleh kelompok separatis Papua merdeka untuk mencari simpati dan dukungan dari pihak luar.
Pendeta Benny menyoroti beberapa insiden penembakan dan penyerangan terhadap warga sipil yang terjadi di berbagai wilayah Papua. Ia memahami betul kemarahan yang dirasakan masyarakat, terutama karena korban penyerangan adalah guru dan tenaga kesehatan (nakes), profesi mulia yang seharusnya dilindungi.
Jangan Biarkan Emosi Mengendalikan!
“Boleh marah, tapi jangan sampai emosi mengendalikan kita. Kita harus mengendalikan emosi. Jangan sampai kejahatan dibalas dengan kejahatan,” tegas Pendeta Benny.
Beliau mengajak seluruh pihak untuk mempercayakan kasus ini kepada aparat penegak hukum agar diusut tuntas. Pendeta Benny yakin bahwa kepolisian akan mampu mengungkap kasus penyerangan oleh KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata), mengingat tindakan mereka jelas melanggar HAM.
“Saya yakin sebenarnya kasus di Papua ini bisa diselesaikan dan tidak susah,” ujarnya optimis.
KKB Melanggar HAM!
Pendeta Benny dengan tegas menyatakan bahwa tindakan KKB di Kabupaten Yahukimo merupakan pelanggaran HAM berat. Apalagi, korban adalah guru-guru dari luar Papua yang telah mengabdikan diri di pedalaman Papua demi mencerdaskan generasi muda.
“Apapun alasannya, tindakan mereka itu sangat melanggar HAM. Guru itu harusnya dihormati, mereka itu bisa tulis dari siapa? dari guru, tapi kenapa guru diserang?” tanyanya dengan nada prihatin.
“Perjuangan guru itu tidak gampang. Orang Asli Papua saja tidak semua mau mengajar di pedalaman, tetapi mereka yang sudah rela datang ke pedalaman Papua hanya untuk mengajar punya niat tulus dan ikhlas, malah menjadi korban,” lanjutnya.
Peran Pemuka Agama dalam Menyebarkan Kedamaian
Di sisi lain, Pendeta Benny mengajak para pemuka agama di Papua untuk terus menyuarakan pesan-pesan perdamaian agar situasi di Papua kembali kondusif. Ia menekankan pentingnya menyebarkan hukum kasih, bukan hukum rimba.
“Kepada para pendeta, berkhotbah agar terus menyampaikan hukum kasih, bukan hukum rimba. Berikan pandangan yang baik, jangan kita terhanyut dan terdiam dan bisu untuk menyuarakan kebenaran,” imbaunya.
“Karena Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan kekerasan. Agama manapun tidak pernah mengajarkan seperti itu. Kalau kita bilang Papua tanah yang diberkati, tetapi kita sendiri mengotori dengan pertumpahan darah,” tegasnya.
Pentingnya Dialog antara Pemerintah dan Masyarakat Papua
Lebih lanjut, Pendeta Benny berharap pemerintah pusat membuka ruang dialog dengan warga dan tokoh masyarakat di Papua sebagai salah satu upaya untuk menghentikan konflik. Ia menganalogikan hubungan antara pemerintah dan masyarakat Papua seperti orang tua dan anak.
“Harapan ke depan agar pemerintah pusat mau mengajak dan buka ruang dialog dengan masyarakat Papua lebih banyak. Ibaratnya ini kan antara orang tua dan anak. Wajarlah orang tua mendengar anaknya, meskipun ada yang tanda kutip nakal karena tidak diperhatikan,” pungkasnya.
Sekilas tentang Kondisi Papua
Papua, dengan kekayaan alam dan budayanya, sayangnya masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Selain isu HAM, masalah pembangunan dan kesejahteraan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua melalui berbagai program dan kebijakan. Selain itu, dialog dan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat Papua menjadi kunci untuk menciptakan Papua yang lebih damai dan sejahtera.
Informasi Tambahan:
- Papua memiliki lebih dari 250 suku dengan bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda.
- Keberagaman hayati Papua sangat kaya, menjadikannya salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.
- Pemerintah terus mendorong pembangunan infrastruktur di Papua untuk meningkatkan konektivitas dan membuka akses ke wilayah-wilayah terpencil.




