Industri makanan dan minuman (F&B) Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional! Dalam pameran Food and Hotel Asia (FHA) 2025 di Singapura, produk-produk F&B Indonesia berhasil mencatatkan nilai transaksi yang sangat fantastis. Penasaran?
Yuk, simak poin-poin pentingnya:
- Total transaksi mencapai US$43.7 juta atau sekitar Rp 700 miliar!
- Kontrak ekspor senilai US$32.2 juta untuk produk seperti cokelat, madu, dan rempah organik.
- Potensi transaksi senilai US$11.5 juta untuk mie instan, makanan ringan organik, dan berbagai rempah.
- Pameran ini menjadi ajang kolaborasi pemerintah, bank BUMN, dan sektor swasta.
Indonesia Unjuk Gigi di Pameran FHA Singapura
Pameran Food and Hotel Asia (FHA) 2025 yang berlangsung di Singapore Expo menjadi saksi bisu kesuksesan industri F&B Indonesia. Produk-produk unggulan Indonesia berhasil menarik perhatian para pelaku bisnis dan konsumen dari berbagai negara.
Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Sektor Swasta
Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo, mengungkapkan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam FHA 2025 merupakan hasil kolaborasi apik antara Kementerian Perdagangan, Atase Perdagangan Singapura, dan Kedutaan Besar Indonesia di Singapura. Keren!
“Partisipasi Indonesia di FHA 2025 adalah bentuk kolaborasi antara pemerintah, bank BUMN, Bank Indonesia, dan pemain sektor swasta. Momentum ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi dalam mempromosikan produk Indonesia,” ujar Pratomo, seperti dilansir dari situs resmi Kemlu RI perwakilan Singapura.
Raup Ratusan Miliar Rupiah!
Dari pameran ini, Indonesia berhasil mengantongi total nilai transaksi sebesar US$43.7 juta. Angka ini berasal dari tujuh kontrak ekspor senilai US$32.2 juta untuk produk-produk seperti kakao, cokelat, madu, dan rempah organik. Selain itu, ada juga potensi transaksi senilai US$11.5 juta untuk produk-produk yang lagi hits, seperti mie instan, makanan ringan organik, dan berbagai jenis rempah-rempah.
Ekspor F&B Indonesia Terus Meningkat
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menjelaskan bahwa produk makanan dan minuman merupakan tulang punggung industri Indonesia. Ekspor produk F&B terus menunjukkan peningkatan dari tahun 2020 hingga 2024, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 10.55% di tahun 2024.
“Kementerian Perdagangan mendorong upaya promosi produk makanan dan minuman Indonesia yang konsisten dan berkelanjutan, dengan memperkuat kerja sama dengan bank, BUMN, dan sektor lainnya,” tegas Fajarini, seperti dikutip dari situs resmi Kemendag RI.
Hubungan Dagang Indonesia-Singapura Semakin Erat
Di bulan Januari 2025 saja, total perdagangan Indonesia dengan Singapura mencapai US$2.27 miliar. Ekspor non-migas Indonesia ke Singapura tercatat sebesar US$583 juta, sementara impor dari Singapura mencapai US$549.20 juta. Total perdagangan selama lima tahun (2020-2024) tumbuh sebesar 9.42%, dengan total perdagangan di tahun 2024 mencapai US$33.72 miliar. Ini bukti bahwa hubungan dagang kedua negara semakin kuat!
Produk Lokal Mendunia: Rahasia Sukses Industri F&B Indonesia
Keberhasilan industri F&B Indonesia di kancah internasional tidak lepas dari beberapa faktor kunci, di antaranya:
- Kualitas Produk: Produk F&B Indonesia semakin berkualitas dan mampu bersaing dengan produk dari negara lain.
- Inovasi: Pelaku industri F&B terus berinovasi menciptakan produk-produk baru yang sesuai dengan selera pasar global.
- Dukungan Pemerintah: Pemerintah memberikan dukungan penuh melalui berbagai program promosi dan fasilitasi ekspor.
- Kolaborasi: Terjalinnya kolaborasi yang baik antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga keuangan.
Siap Mendukung Produk Indonesia?
Dengan potensi yang besar dan dukungan yang kuat, industri F&B Indonesia siap untuk terus berkembang dan menaklukkan pasar global. Mari kita dukung terus produk-produk lokal agar semakin mendunia!




