Siapa bilang UMKM daerah tidak bisa bersaing di pasar global? UMKM asal Palangkaraya ini membuktikan sebaliknya! Dengan pendampingan yang tepat, mereka berhasil menembus pasar Singapura dan membuat ikan hias Indonesia semakin dikenal.
Artikel ini akan membahas:
- Bagaimana UMKM Tirta Haring Borneo bisa sukses ekspor.
- Peran Bea Cukai dalam membantu UMKM Go Internasional.
- Jenis ikan hias yang diminati di pasar Singapura.
UMKM Palangkaraya Unjuk Gigi di Pasar Internasional
Kabar baik datang dari Palangkaraya! UMKM Tirta Haring Borneo berhasil mencatatkan namanya di pasar internasional. Mereka sukses mengekspor ikan hias ke Singapura. Ini bukan sekadar jualan, tapi juga membuktikan bahwa produk lokal punya kualitas yang bisa bersaing!
Ikan Botia: Si Cantik dari Kalimantan yang Mendunia
Ikan apa yang diekspor? Jawabannya adalah ikan Botia (Chromobotia macracanthus bleeker). Ikan ini juga dikenal dengan sebutan ikan badut karena warnanya yang atraktif. Ikan Botia berasal dari perairan Kalimantan dan ternyata banyak digemari di kawasan Asia Tenggara.
Kenapa ikan Botia begitu populer? Selain warnanya yang menarik, ikan ini juga relatif mudah dipelihara dan cocok untuk menghiasi akuarium di rumah maupun perkantoran. Tak heran, permintaan ikan Botia terus meningkat dari waktu ke waktu.
Awalnya Ragu, Akhirnya Bisa Ekspor!
Robertus Verico Tingkes, pemilik UMKM Tirta Haring Borneo, mengaku sempat pesimis di awal. Bayangkan saja, Palangkaraya tidak punya pelabuhan atau bandara internasional. Pasti sulit dan mahal, pikirnya.
“Dari awal saya merasa ragu, karena Palangkaraya tidak punya pelabuhan atau bandara internasional. Rasanya ekspor itu sulit dan pasti mahal,” kata Robertus.
Klinik Ekspor Bea Cukai: Jembatan Menuju Pasar Global
Namun, keraguan itu sirna berkat pendampingan dari Bea Cukai Palangkaraya. Melalui program Klinik Ekspor, Bea Cukai aktif memberikan edukasi dan bantuan teknis kepada UMKM. Robertus pun mendapatkan pengetahuan dan informasi yang dibutuhkan untuk memulai ekspor.
“Dengan adanya program Klinik Ekspor yang dilaksanakan teman-teman Bea Cukai Palangkaraya, akhirnya membantu produk kami untuk menembus pasar luar negeri,” ujar Robertus dengan penuh syukur.
Klinik Ekspor ini memberikan solusi konkret bagi UMKM yang ingin Go Internasional, mulai dari pengurusan dokumen ekspor, informasi pasar, hingga tips pemasaran. Semua diberikan secara gratis!
Nilai Ekspor yang Fantastis
Lalu, berapa nilai ekspor ikan Botia ini? Jangan kaget, nilai ekspornya mencapai SGD 2.520 atau sekitar Rp 30 juta! Ini adalah bukti nyata bahwa UMKM pun bisa menghasilkan devisa bagi negara.
Pelajaran Berharga dari Kisah Sukses Tirta Haring Borneo
Kisah sukses UMKM Tirta Haring Borneo ini memberikan beberapa pelajaran berharga:
- Jangan takut bermimpi besar. Meski berasal dari daerah, UMKM tetap bisa bersaing di pasar global.
- Manfaatkan program pemerintah. Klinik Ekspor Bea Cukai adalah salah satu contoh program yang sangat membantu UMKM.
- Terus belajar dan berinovasi. Pasar selalu berubah, jadi UMKM harus terus mengembangkan diri agar tetap relevan.
Bea Cukai: Mitra Strategis UMKM
Keberhasilan Tirta Haring Borneo juga menjadi bukti bahwa Bea Cukai bukan hanya bertugas mengawasi lalu lintas barang, tapi juga menjadi mitra strategis bagi UMKM untuk mengembangkan usahanya.
Peluang Ekspor Ikan Hias Masih Terbuka Lebar!
Bagi Anda yang tertarik dengan bisnis ikan hias, peluang ekspor masih terbuka lebar! Indonesia memiliki beragam jenis ikan hias yang unik dan diminati di pasar internasional. Dengan pendampingan yang tepat, bukan tidak mungkin UMKM Anda juga bisa sukses seperti Tirta Haring Borneo.




