Elon Musk, yang dulunya dipuja-puja sebagai tokoh bisnis dan inovator teknologi, kini popularitasnya merosot. Kok bisa? Sebuah survei menunjukkan banyak yang khawatir dengan pengaruhnya di pemerintahan. Simak selengkapnya!
Poin-poin penting artikel ini:
- Popularitas Elon Musk menurun setelah terlibat dalam pemerintahan.
- Banyak yang menilai Musk terlalu punya banyak pengaruh di Washington.
- Kebijakan Musk di pemerintahan menuai kontroversi.
- Pengaruh Musk di pemerintahan diperkirakan akan segera berakhir.
Elon Musk: Dulu Dipuja, Sekarang…?
Siapa sih yang nggak kenal Elon Musk? Dulu, dia dikenal sebagai sosok jenius di balik Tesla dan SpaceX. Tapi, belakangan ini, namanya jadi sorotan karena keterlibatannya di pemerintahan. Sayangnya, popularitasnya justru menurun drastis!
Menurut survei dari The Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research, cuma 33% orang dewasa di AS yang punya pandangan positif terhadap Musk. Padahal, sebelumnya angka ini mencapai 41%. Wah, ada apa nih?
Kenapa Elon Musk Nggak Disukai?
Ternyata, banyak yang menganggap Elon Musk terlalu punya banyak pengaruh di pemerintahan. Apalagi, dia dikenal sering membuat kebijakan yang kontroversial.
Ernest Pereira, seorang teknisi lab di North Carolina, bilang, “Sayang banget reputasinya hancur. Dia terlalu percaya diri dengan kehebatannya sendiri.”
Kebijakan Kontroversial Elon Musk di Pemerintahan
Salah satu kebijakan yang menuai kontroversi adalah pembentukan Department of Government Efficiency (DOGE). Badan ini dibentuk atas inisiatif Musk untuk memangkas birokrasi dan pengeluaran pemerintah.
Namun, kebijakan ini justru berdampak buruk. Ribuan pegawai pemerintah dipecat atau dipaksa mengundurkan diri, kontrak dibatalkan, dan banyak lembaga pemerintah yang lumpuh. Banyak yang merasa kebijakan Musk ini terlalu ekstrem dan merugikan masyarakat.
Apakah Pengaruh Elon Musk Akan Berakhir?
Kabar baiknya, pengaruh Elon Musk di pemerintahan diperkirakan akan segera berakhir. Dia berencana untuk lebih fokus pada Tesla, perusahaan mobil listriknya yang sedang mengalami penurunan pendapatan.
Dalam sebuah konferensi, Musk bilang, “Sekarang pekerjaan utama dalam mendirikan Department of Government Efficiency sudah selesai, saya akan menghabiskan satu atau dua hari per minggu untuk urusan pemerintahan.”
Elon Musk: Dulu Demokrat, Sekarang Republikan?
Perlu diketahui, Elon Musk dulunya dikenal sebagai pendukung Partai Demokrat. Dia sering menyuarakan isu perubahan iklim dan mendukung kandidat dari partai tersebut.
Tapi, belakangan ini, pandangan politiknya berubah. Dia sering mengkritik isu-isu “woke” dan memperingatkan tentang ancaman migrasi ilegal dan pengeluaran pemerintah yang berlebihan. Hal ini membuatnya lebih dekat dengan Partai Republik.
Perubahan pandangan politik ini juga tercermin dalam hasil survei. Hanya sekitar 20% independen dan 10% Demokrat yang punya pandangan positif terhadap Musk. Sementara itu, sekitar 70% Republikan masih menyukainya.
Apa Kata Orang Soal Elon Musk?
Mark Collins, seorang manajer gudang dari Michigan yang cenderung mendukung Republikan, bilang, “Musk menjalankan perusahaannya dengan baik dan efisien. Pemerintah juga perlu diperbaiki.”
Dia menambahkan, “Dia membersihkan semua sampah. Saya suka apa yang dia lakukan.”
Tapi, ada juga yang kontra. Susan Wolf, seorang pensiunan dari Pennsylvania, bilang, “Saya nggak percaya sama dia. Saya nggak yakin dia tahu apa yang dia lakukan.”
Kesimpulan
Popularitas Elon Musk memang sedang menurun. Banyak yang khawatir dengan pengaruhnya di pemerintahan dan kebijakan-kebijakannya yang kontroversial. Tapi, ada juga yang tetap mendukungnya dan percaya bahwa dia bisa membawa perubahan positif.
Gimana menurut kamu? Apakah Elon Musk terlalu berkuasa di Washington?




