Eri Cahyadi Angkat Bicara Soal Pencopotan Adi Sutarwijono: Jadi Wali Kota Saja Sudah Berat!

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan tanggapannya terkait pencopotan Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya. Apa katanya? Simak selengkapnya di artikel ini!

Intip Kilas Balik Berita Ini:

  • Eri Cahyadi enggan berkomentar banyak soal pencopotan Adi Sutarwijono.
  • Menurutnya, hal ini adalah evaluasi kinerja partai.
  • Eri mengaku lebih fokus menjadi Wali Kota Surabaya.

Eri Cahyadi Buka Suara Soal Pencopotan Adi Sutarwijono

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, akhirnya memberikan tanggapan terkait pencopotan Adi Sutarwijono dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya oleh DPP PDI Perjuangan. Reaksi ini tentu dinantikan banyak pihak, mengingat posisi strategis Surabaya dalam peta politik Jawa Timur.

Eri Cahyadi memilih berhati-hati dalam memberikan komentar. Ia menekankan bahwa pencopotan tersebut merupakan hasil evaluasi kinerja yang dilakukan oleh DPP PDI Perjuangan. Baginya, evaluasi semacam ini wajar dilakukan demi kepentingan dan kemajuan partai.

“Mungkin ada evaluasi kinerja ya. Dari siapa? Dari DPP mungkin ya. Saya tidak bisa berkomentar di sini karena ini adalah evaluasi kinerja yang dilakukan. Apakah itu ada penyegaran apa itu hak prerogatif dari DPP,” ujar Eri, seperti dikutip dari JPNN.com.

Fokus Jadi Wali Kota, Tolak Jabatan Ketua DPC

Ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya menggantikan Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya, Eri Cahyadi dengan tegas menolak. Ia merasa bahwa amanah sebagai Wali Kota Surabaya sudah sangat berat dan membutuhkan fokus penuh.

“Nama saya? Saya akan menjadi Wali Kota Surabaya saja. Jadi, Wali Kota Surabaya itu abot (berat). Kalau aku ngerangkap (merangkap) menjadi DPC tambah abot karena perjuangan kami ini adalah membangun Surabaya itu bukan viral-viralan,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen Eri Cahyadi untuk fokus pada pembangunan dan kemajuan Kota Surabaya. Ia ingin memastikan bahwa segala kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi warga Surabaya.

Banyak Kader Potensial Lain

Eri Cahyadi juga menambahkan bahwa ada banyak tokoh lain di internal PDI Perjuangan Surabaya yang lebih kompeten untuk menduduki jabatan Ketua DPC. Ia meyakini bahwa partai akan menemukan sosok yang tepat untuk memimpin DPC PDI Perjuangan Surabaya ke depan.

“DPC masih banyaklah yang lebih kompeten lah nang bidang itu, tetapi saya akan support terus yang penting saya support saya akan konsentrasi ke pembangunan Kota Surabaya,” katanya.

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Pencopotan Adi Sutarwijono dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya tentu menimbulkan berbagai spekulasi. Meski Eri Cahyadi enggan berkomentar lebih jauh, keputusan DPP PDI Perjuangan ini mengindikasikan adanya dinamika internal yang cukup signifikan.

Sebagai informasi tambahan, Adi Sutarwijono telah menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya selama beberapa periode. Ia dikenal sebagai sosok yang dekat dengan akar rumput dan memiliki pengalaman panjang dalam dunia politik. Sebelum menjadi ketua partai, ia juga sempat menjadi anggota DPRD Kota Surabaya. Pencopotan ini menjadi tanda tanya besar bagi banyak pihak. Publik bertanya-tanya, faktor apa yang melatarbelakangi keputusan DPP PDI Perjuangan ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top