Siswa Nakal Mau Dikirim ke Kamp Militer? Ini Kata Menteri!

Geger rencana siswa yang sering bikin onar mau dikirim ke kamp militer! Menteri Hukum dan HAM, Natalius Pigai, angkat bicara. Katanya, ini bukan pendidikan militer, tapi pendidikan karakter. Penasaran?

  • Apa yang terjadi? Gubernur Jawa Barat punya ide kirim siswa bermasalah ke barak militer.
  • Siapa yang mendukung? Menteri Hukum dan HAM, Natalius Pigai, setuju dengan ide ini.
  • Kenapa harus militer? Katanya, biar disiplin, tanggung jawab, dan moral siswa meningkat.
  • Melanggar HAM? Kata Menteri, enggak! Asal jangan ada kekerasan fisik.

Siswa Bikin Onar? Kirim ke Barak Militer!

Pernah dengar soal siswa yang hobinya tawuran atau bikin masalah di sekolah? Nah, Gubernur Jawa Barat punya ide unik: kirim mereka ke barak militer! Tujuannya bukan buat jadi tentara, tapi buat dididik biar lebih disiplin dan bertanggung jawab.

Menteri HAM Pasang Badan

Ide ini ternyata dapat dukungan dari Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Natalius Pigai. Menurut beliau, ini bukan pendidikan militer, tapi lebih ke pendidikan karakter. Jadi, siswa-siswa ini bakal dididik di barak, bukan dilatih jadi tentara.

“Ini bukan pendidikan militer. Siswa dididik di barak—barak pendidikan,” kata Pigai, seperti dilansir dari Antara News.

Biar Apa, Sih, Dididik di Militer?

Menurut Menkumham, didikan di militer bisa bikin siswa lebih disiplin, mentalnya kuat, tanggung jawab, dan punya moral yang baik. Beliau juga bilang, program ini enggak bakal melanggar HAM, kok. Asal jangan ada kekerasan fisik aja.

“Kenapa tidak? Justru pendidikannya akan lebih baik. Jadi, di mana pelanggaran HAM-nya?” tanya Pigai.

Dulu Rotan, Sekarang…?

Pigai cerita, dulu zaman sekolah sering ada hukuman cubit atau dipukul rotan. Nah, kalau itu sih namanya kekerasan fisik dan enggak dibenarkan. Tapi, Menkumham udah mastiin, program ini enggak bakal ada hukuman fisik kayak gitu.

“Itu hukuman fisik, dan itulah yang tidak kami setujui. Tetapi saya sudah cek: Pak Dedi Mulyadi telah menyatakan praktik seperti itu tidak terlibat. Fokusnya adalah pada peningkatan kemampuan, keterampilan, dan produktivitas,” jelasnya.

Komnas HAM Jangan Salah Paham!

Sempat ada yang bilang program ini melanggar HAM dan dilaporkan ke Komnas HAM. Tapi, Pigai bilang Komnas HAM mungkin salah paham. Menurutnya, program ini justru sesuai dengan Deklarasi Beijing dan Pedoman Riyadh tentang sistem peradilan anak.

Pendidikan Karakter Itu Penting!

Kita semua pasti setuju, pendidikan karakter itu penting banget buat generasi muda. Selain pintar di pelajaran, mereka juga harus punya moral yang baik dan bertanggung jawab. Nah, ide Gubernur Jawa Barat ini bisa jadi salah satu cara buat mewujudkan itu.

Info Tambahan: Sejarah Pendidikan Militer di Indonesia

Sebenarnya, pendidikan dengan sentuhan militer bukan barang baru di Indonesia. Dulu, banyak sekolah berasrama yang menerapkan disiplin ala militer. Tujuannya sama, yaitu membentuk karakter siswa agar lebih kuat dan bertanggung jawab. Contohnya, dulu ada program Resimen Mahasiswa (Menwa) di kampus-kampus. Mahasiswa dilatih dasar-dasar kemiliteran dan bela negara. Program ini sempat populer, tapi sekarang sudah enggak se-booming dulu.

Selain itu, ada juga sekolah-sekolah semi-militer yang memang fokus pada pembentukan karakter dan kepemimpinan. Sekolah-sekolah ini biasanya punya kurikulum yang lebih ketat dan disiplin. Lulusannya diharapkan bisa jadi pemimpin yang tangguh dan berintegritas.

About The Author

Bima Nugroho

Bima, Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Airlangga, terpesona dengan koneksi global dan dinamika antar budaya. Ia ingin membuat peristiwa internasional kompleks menjadi mudah dipahami, gemar bepergian, kolektor musik dunia, dan juga menulis untuk Mega Kancah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top