- Tuna Berkelanjutan: Dijamin ramah lingkungan dan menjaga ekosistem laut.
- Standar Internasional: Memenuhi standar mutu HACCP, MSC, BRC, dan SHTI.
- Ekspor Meningkat: Ekspor tuna, cakalang, dan mackerel (TCT) naik 11,6% di tahun 2024!
- Minat Tinggi: Banyak negara tertarik dengan tuna Indonesia yang ditangkap dengan metode ramah lingkungan.
Tuna Indonesia Jadi Primadona di SEG Barcelona
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) nggak main-main dalam mempromosikan produk perikanan Indonesia. Di ajang Seafood Expo Global (SEG) 2025 di Barcelona, Spanyol, KKP memamerkan tuna berkelanjutan Indonesia. Ajang ini dihadiri ribuan peserta dari 91 negara, jadi kesempatan emas untuk memperkenalkan produk unggulan Indonesia ke pasar dunia.
IPNLF: Jembatan Emas untuk Tuna Indonesia
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Tornanda Syaifullah, menjelaskan bahwa forum IPNLF adalah bagian dari rangkaian acara SEG 2025. Tujuannya jelas: menghubungkan produsen tuna (termasuk Indonesia sebagai salah satu produsen terbesar) dengan pembeli potensial dari berbagai negara.
8 Eksportir Indonesia Unjuk Gigi
Nggak hanya promosi, Indonesia juga membawa 8 eksportir untuk memamerkan tuna, cumi-cumi, dan produk olahan perikanan lainnya. Ini bukti nyata bahwa Indonesia serius dalam mengembangkan industri perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Komitmen Indonesia pada Ekonomi Biru
Dalam forum IPNLF, KKP menegaskan komitmennya pada pembangunan kelautan berkelanjutan, sesuai dengan kebijakan ekonomi biru. Tujuannya adalah menjaga kelestarian ekosistem laut dan meningkatkan kesejahteraan nelayan. Keren, kan?
Impor dari Berbagai Negara Kepincut!
Indonesia juga mengadakan pertemuan bilateral dengan 9 importir tuna dari berbagai negara. Hasilnya? Mereka sangat tertarik dengan tuna Indonesia yang ditangkap menggunakan metode pancing ulur dan handline yang ramah lingkungan. Negara-negara seperti Inggris, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab siap menjadi pelanggan setia tuna Indonesia!
Kerja Sama Teknologi dan Jaminan Mutu
Nggak hanya tertarik membeli, beberapa importir juga menawarkan kerja sama teknologi, seperti pengembangan STELINA dan buku catatan digital (digital logbook). Tujuannya adalah memastikan kualitas produk dan ketertelusuran (traceability). KKP terus meyakinkan pembeli global bahwa produk perikanan Indonesia memenuhi prinsip ketertelusuran, transparansi, kepatuhan terhadap hak asasi manusia, dan regulasi.
Standar Internasional Sudah di Genggaman
Tornanda Syaifullah menegaskan bahwa produk tuna Indonesia telah memenuhi standar kualitas dan keberlanjutan internasional, seperti HACCP, MSC, BRC, dan SHTI. Ini adalah jaminan mutu yang membuat tuna Indonesia semakin diminati di pasar global.
Ekspor TCT Terus Meroket!
Di tahun 2024, ekspor tuna, cakalang, dan mackerel (TCT) Indonesia mencapai US$1,03 miliar, naik 11,6% dibandingkan tahun 2023. Pasar utama ekspor adalah ASEAN dan Amerika Serikat, masing-masing dengan pangsa pasar 22,6% dan 22,4%. Produk yang paling banyak diekspor adalah fillet (39,2%), tuna kaleng (25,9%), dan tuna utuh beku (27,3%).
Indonesia: Pusat Tuna Berkelanjutan Dunia
Dengan komitmen yang kuat pada keberlanjutan dan kualitas, Indonesia semakin memantapkan posisinya sebagai pusat tuna berkelanjutan dunia. Dukungan dari pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat sangat penting untuk terus mengembangkan potensi perikanan Indonesia.
Jadi, tunggu apa lagi? Mari kita bangga dengan produk perikanan Indonesia yang mendunia dan terus mendukung upaya pelestarian laut kita!


