- Mengapa partisipasi anak itu penting dan dilindungi undang-undang.
- Bagaimana pemerintah melibatkan anak-anak dalam penyusunan kebijakan.
- Apa saja yang bisa kita lakukan untuk memastikan suara anak-anak didengar.
Suara Anak, Masa Depan Bangsa: Mengapa Partisipasi Anak Penting?
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) lagi gencar banget nih, Sobat! Mereka lagi ngotot banget supaya anak-anak Indonesia beneran dilibatkan dalam pembangunan. Bukan cuma jadi pajangan atau sekadar ikut-ikutan, tapi suara mereka beneran didengar dan diwujudkan dalam kebijakan.
Kata Ibu Devy Nia Pradhika, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah I KemenPPPA, partisipasi anak itu bukan sekadar simbolis. Ini hak yang dilindungi undang-undang! Pemerintah punya tanggung jawab bukan cuma dengerin anak-anak, tapi juga action dengan memasukkan suara mereka ke dalam kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Forum Anak Nasional: Wadah Aspirasi Anak Indonesia
Sebagai bagian dari rangkaian acara menyambut Hari Anak Nasional (HAN) 2025 yang diperingati setiap tanggal 23 Juli, KemenPPPA mengadakan Workshop Forum Anak Nasional. Nah, di forum ini, anak-anak dari seluruh Indonesia bisa menyampaikan aspirasi mereka.
Salah satu agendanya adalah penyusunan dan presentasi Suara Anak Indonesia (SAI). SAI ini adalah kumpulan aspirasi, kebutuhan, dan harapan anak-anak Indonesia, khususnya terkait pemenuhan hak dan perlindungan khusus mereka. Keren, kan?
Gimana SAI Disusun?
Prosesnya juga nggak main-main, Sobat! KemenPPPA pakai alat bantu bernama “Children’s Voice Canvas” supaya prosesnya lebih sistematis dan inklusif. Jadi, semua anak, dari desa sampai kota, punya kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapatnya.
RPJMN 2025-2029: Kualitas Anak Jadi Prioritas
Pemerintah juga sudah memasukkan isu perlindungan anak sebagai bagian penting dari agenda pembangunan nasional. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, peningkatan kualitas anak, perempuan, dan pemuda jadi salah satu pilar strategis untuk membangun sumber daya manusia yang kompetitif dan tangguh.
Nggak cuma itu, ada juga Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, revisi dari UU No. 23 Tahun 2002. Undang-undang ini menegaskan hak setiap anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, terlindungi dari kekerasan dan eksploitasi, serta mendapatkan akses yang sama terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.
Investasi Masa Depan: Anak Sebagai Subjek Pembangunan
Ibu Devy juga menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan di Indonesia nggak bisa dicapai tanpa investasi pada generasi penerus. Anak-anak harus dilihat sebagai subjek aktif dalam pembangunan, bukan cuma penerima manfaat pasif. Artinya, pemenuhan hak-hak anak harus jadi bagian integral dari pembuatan kebijakan nasional.
Makanya, KemenPPPA mengajak semua pihak untuk aktif mendukung keterlibatan anak dalam proses pembangunan. Dengan workshop ini, diharapkan anak-anak bisa memahami nilai partisipasi dan mulai menyusun Suara Anak Indonesia yang relevan dan berdampak dalam membentuk kebijakan yang lebih responsif.
Jadi, mari kita bangun jalan pembangunan yang beneran memprioritaskan kepentingan terbaik anak-anak kita, demi masa depan Indonesia yang lebih baik!
Yuk, Ikut Berpartisipasi! Apa yang Bisa Kita Lakukan?
- Dukung Forum Anak: Ajak anak-anak di sekitar kita untuk ikut aktif dalam Forum Anak di lingkungan masing-masing.
- Berikan Ruang untuk Berpendapat: Di rumah, di sekolah, atau di lingkungan masyarakat, berikan anak-anak ruang untuk menyampaikan pendapat mereka. Dengarkan dengan seksama dan hargai pendapat mereka.
- Edukasi tentang Hak Anak: Ajarkan anak-anak tentang hak-hak mereka. Dengan memahami hak-haknya, mereka akan lebih berani untuk menyuarakan pendapat dan memperjuangkan hak-hak tersebut.
Dengan melibatkan anak-anak dalam pembangunan, kita bukan hanya memenuhi hak mereka, tapi juga berinvestasi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai sekarang!




