- Penutupan jalur pendakian Pelawangan Sembalun – Segara Anak oleh TNGR.
- Alasan penutupan: perbaikan fasilitas dan konservasi.
- Adanya insiden kecelakaan yang menimpa wisatawan asing.
- Jalur alternatif yang bisa digunakan pendaki.
- Pentingnya keselamatan pendaki sebagai prioritas utama.
Kenapa Jalur Pendakian Rinjani Ditutup? Ini Alasannya!
Kabar buruk buat kamu yang berencana mendaki Rinjani! Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) resmi menutup jalur pendakian yang melewati Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak. Penutupan ini berlaku mulai 16 Juli 2025 sampai waktu yang belum ditentukan.
Kepala TNGR, Bapak Yarman, menjelaskan bahwa penutupan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas wisata alam dan mendukung pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan di Gunung Rinjani. Selain itu, jalur ini juga punya catatan kurang baik terkait kecelakaan yang menimpa wisatawan, terutama turis asing.
Kronologi Kecelakaan yang Memicu Penutupan
Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 16-17 Juli 2025, terjadi dua insiden yang menimpa wisatawan asing di jalur Pelawangan Sembalun – Segara Anak:
- 16 Juli 2025: Seorang turis asal Swiss, Beneditk Emmenegger, mengalami kecelakaan sekitar 25 menit sebelum mencapai Jembatan Besi menuju Segara Anak.
- 17 Juli 2025: Seorang turis asal Belanda, Sarah Tamar van Hulten, juga terjatuh saat mendaki di jalur yang sama.
Tim SAR gabungan dari berbagai instansi langsung bergerak cepat untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap kedua korban.
Jangan Panik! Ada Jalur Alternatif Kok!
Buat kamu yang sudah punya tiket dan berencana mendaki Rinjani, jangan khawatir! Kamu tetap bisa melanjutkan pendakian kok, tapi dengan jalur yang berbeda. Berikut adalah jalur alternatif yang bisa kamu pilih:
- Senaru – Pelawangan Senaru – Segara Anak – Torean
- Sembalun – Pelawangan Sembalun – Puncak Rinjani
Pastikan kamu menyesuaikan rencana pendakianmu dengan jalur yang tersedia dan tetap mematuhi semua peraturan yang berlaku ya!
Keselamatan Pendaki adalah Prioritas Utama!
TNGR menegaskan bahwa keselamatan pengunjung adalah prioritas utama dalam pengelolaan kawasan Gunung Rinjani. Penutupan jalur ini adalah salah satu upaya untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan pengalaman pendakian yang lebih aman dan nyaman bagi semua orang.
Tips Aman Mendaki Gunung Rinjani
Sebelum memulai petualanganmu mendaki Rinjani, ada beberapa tips yang perlu kamu perhatikan:
- Persiapkan Fisik dan Mental: Latihan fisik secara rutin sebelum pendakian sangat penting untuk menjaga stamina dan menghindari cedera.
- Bawa Perlengkapan yang Memadai: Pastikan kamu membawa perlengkapan mendaki yang lengkap dan sesuai standar, seperti tenda, sleeping bag, jaket tebal, sepatu gunung, dan lain-lain.
- Bawa Bekal Makanan dan Minuman yang Cukup: Siapkan bekal makanan dan minuman yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energimu selama pendakian.
- Patuhi Semua Peraturan yang Berlaku: Ikuti semua aturan dan himbauan dari petugas TNGR demi keselamatanmu dan kelestarian alam Rinjani.
- Gunakan Jasa Pemandu yang Berpengalaman: Jika kamu belum pernah mendaki Rinjani sebelumnya, sebaiknya gunakan jasa pemandu yang berpengalaman untuk memandu perjalananmu.
Dengan persiapan yang matang dan kesadaran akan keselamatan, kamu bisa menikmati keindahan Gunung Rinjani dengan aman dan nyaman. Selamat mendaki!



