Kisah Inspiratif: Profesional Banting Setir Jadi Dokter di Duke-NUS!

Kabar gembira datang dari Duke-NUS Medical School! Sebanyak 78 calon dokter memulai perjalanan mereka, dengan latar belakang yang sangat beragam. Ada yang mantan pengacara, insinyur perangkat lunak, bahkan ada juga si kembar! Penasaran dengan kisah mereka? Yuk, simak selengkapnya!
  • Keragaman Latar Belakang: Calon dokter dari berbagai bidang, bukan hanya lulusan sains.
  • Peralihan Karir: Banyak profesional yang banting setir, membuktikan bahwa mimpi jadi dokter bisa diraih kapan saja.
  • Kisah Inspiratif: Ada mantan pengacara hingga insinyur, semuanya punya motivasi kuat untuk berkontribusi di dunia kesehatan.
  • Si Kembar: Pertama kalinya Duke-NUS menerima mahasiswa kembar yang sama-sama bersemangat di bidang kedokteran.

Duke-NUS: Wadah bagi Bakat Medis yang Beragam

Duke-NUS Medical School kembali mencetak sejarah dengan menerima mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik dan profesional. Kelas 2029 ini terdiri dari 78 orang yang siap mengabdikan diri di dunia medis. Yang menarik, 46 di antaranya adalah profesional yang sebelumnya berkarir di bidang lain!

“Duke-NUS didirikan untuk mendobrak cara pengembangan bakat medis di Singapura,” ujar Profesor Thomas Coffman, Dekan Duke-NUS. “Dengan menerima mahasiswa dari berbagai latar belakang, kami menyatukan pikiran-pikiran berbeda yang memiliki tujuan yang sama: melayani, menyembuhkan, dan meningkatkan kesehatan generasi mendatang.”

Kisah-Kisah Inspiratif di Balik Jas Putih

Di antara mahasiswa baru ini, ada Ms. Seah Xue Er, Cheryl (33), seorang mantan pengacara senior dengan pengalaman satu dekade di bidang hukum. Ia juga seorang instruktur yoga paruh waktu! Cheryl percaya pada kompetensi dan rasa kasih sayang dalam merawat pasien.

“Saya ingin menjadi dokter yang terlibat langsung, bersemangat, dan tak kenal lelah dalam memperjuangkan hasil terbaik bagi setiap pasien,” katanya.

Ada juga Ms. Tania Chattopadhyay (30), yang meninggalkan karir di bidang software engineering demi mengejar mimpi menjadi dokter. Inspirasinya datang dari perjuangan ayahnya melawan penyakit jantung. Kini, ia bertekad menciptakan solusi preventif untuk penyakit kardiovaskular dan metabolik.

Pertama Kalinya! Mahasiswa Kembar di Duke-NUS

Yang lebih menarik lagi, tahun ini Duke-NUS menerima mahasiswa kembar untuk pertama kalinya! Ms. Shruthi Kumar dan Ms. Swathi Kumar (23) memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda, yaitu psikologi dan engineering. Namun, mereka memiliki satu kesamaan: semangat untuk menyembuhkan.

“Melangkah ke dunia kedokteran bersama-sama terasa sangat istimewa,” kata Shruthi. “Kami selalu saling menantang dan mendukung, dan sekarang, kami bersemangat untuk belajar dengan sudut pandang yang berbeda dan membawa kekuatan kami yang berbeda ke dunia kedokteran.”

Pentingnya Empati dalam Dunia Medis

Mr. Tang Zheng Yang Tony (24), lulusan Sastra Inggris, percaya bahwa kedokteran dan sastra adalah dua sisi mata uang yang sama, yang menyoroti kompleksitas kehidupan manusia. Ia berharap dapat menggunakan empati dan introspeksi yang didapatkannya dari pelatihan humaniora untuk menawarkan perawatan holistik sebagai seorang klinisi.

Kelas 2029 ini terdiri dari 57 warga Singapura, empat penduduk tetap, dan 17 mahasiswa internasional dari berbagai negara. Mereka akan menjalani pelatihan klinis di institusi SingHealth dan lulus dengan gelar MD yang diberikan bersama oleh Duke University dan National University of Singapore.

Duke-NUS: Sekolah Kedokteran Pascasarjana yang Unik

Duke-NUS adalah satu-satunya sekolah kedokteran pascasarjana di Singapura. Kurikulumnya yang berakar pada penelitian dan pembelajaran berbasis tim dirancang untuk mahasiswa yang membawa kedewasaan, tujuan, dan pengalaman yang beragam ke dunia kedokteran.

Fakta Menarik Seputar Duke-NUS:

  • Didirikan pada tahun 2005 melalui kerjasama antara Duke University School of Medicine dan National University of Singapore (NUS).
  • Memiliki lima Program Penelitian Unggulan dan sepuluh Pusat Penelitian.
  • Bekerjasama dengan Singapore Health Services (SingHealth) dalam 15 Program Klinis Akademik.

Dengan menerima mahasiswa dari berbagai latar belakang dan pengalaman, Duke-NUS terus membuktikan komitmennya untuk menghasilkan dokter-dokter yang kompeten, berbelas kasih, dan siap berkontribusi bagi dunia kesehatan.

About The Author

Putri Siregar

Putri adalah lulusan Sarjana Ilmu Media dari Universitas Brawijaya Malang. Ia sangat tertarik pada tren mode, musik, dan film, dan senang berbagi pengetahuannya. Putri juga seorang ilustrator berbakat dan sering menyertakan ilustrasi karyanya dalam artikelnya. Ia adalah penggemar film dan konser. Saat ini, Putri juga menulis artikel freelance untuk Mega Kancah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top