Di tengah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah, Presiden Prabowo Subianto menyerukan kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk menjadikan pribadi dan akhlak Nabi sebagai inspirasi utama dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan bahwa perayaan kelahiran Nabi bukan sekadar acara tahunan, melainkan sebuah panggilan untuk menginternalisasi nilai-nilai luhur dan menerapkannya demi kebaikan bersama.
Inti Peringatan Maulid Nabi: Meneladani Akhlak Mulia
Presiden Prabowo Subianto dalam pesannya yang diunggah melalui akun Instagram resminya menegaskan, “Peringatan Maulid Nabi bukan hanya sekadar momen untuk mengenang kelahiran Sang Rasul, melainkan juga momen untuk meneladani akhlak mulianya.” Beliau menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Muslim di tanah air dan mengingatkan bahwa kehidupan Nabi Muhammad SAW adalah suri teladan rahmatan lil ‘alamin, membawa kasih sayang bagi seluruh alam semesta.
Pesan ini disampaikan bertepatan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang ke-1447 Hijriyah. Ini adalah momen penting bagi umat Islam untuk merefleksikan ajaran dan perilaku Nabi sebagai panduan hidup.
Ajakan untuk Berbuat Kebaikan dan Memperkuat Persatuan
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menggarisbawahi betapa pentingnya menjadikan teladan Nabi sebagai pedoman dalam berbuat kebaikan, mempererat tali persaudaraan, serta membangun Indonesia yang adil dan makmur. “Mari kita terus sebarkan rahmat dan persaudaraan di seluruh penjuru Indonesia tercinta,” ajaknya.
Ajakan ini selaras dengan semangat persatuan dan kesatuan yang selalu digaungkan oleh pemerintah. Dengan meneladani Nabi, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap sesama dan berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa.
Kehadiran Presiden di Istiqlal: Simbol Kebersamaan Umat
Pada Kamis malam (4 September 2025), Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut hadir dalam Peringatan Maulid Nabi tingkat kenegaraan yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta. Kehadiran beliau di tengah-tengah jemaah, mengenakan pakaian khas Muslim, menunjukkan kedekatan dan dukungan terhadap kegiatan keagamaan.
Acara di Masjid Istiqlal tersebut diisi dengan rangkaian kegiatan yang khidmat, meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan shalawat, istighosah (doa memohon pertolongan), serta zikir bersama. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengenang jasa-jasa Nabi Muhammad SAW.
Susunan Acara Peringatan Maulid Nabi di Istiqlal:
- Pembukaan
- Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
- Shalawat Nabi
- Istighosah dan Doa Bersama
- Tausiyah Keagamaan
- Penutup
Pentingnya Meneladani Sifat Nabi dalam Kehidupan Modern
Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tantangan ini, ajaran Nabi Muhammad SAW mengenai kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan keadilan menjadi semakin relevan. Meneladani sifat-sifat tersebut bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya harmoni sosial dan kemajuan bangsa.
Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai pribadi yang sangat santun, bijaksana, dan adil dalam setiap tindakannya. Beliau selalu mengutamakan kepentingan umat dan selalu berusaha menyelesaikan masalah dengan cara yang damai. Nilai-nilai inilah yang perlu kita tanamkan dalam diri, baik sebagai pemimpin maupun sebagai warga negara.
Pesan dari Presiden Prabowo ini diharapkan dapat menjadi pengingat dan motivasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk senantiasa menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam setiap aspek kehidupan.




