Revolusi Udara Rendah di Chongqing: Konferensi Industri Menggebrak Langit 2025!

Siap-siap terpukau! Langit di atas Chongqing bukan lagi sekadar pemandangan, tapi bakal jadi jalur super sibuk untuk inovasi dan ekonomi masa depan. Kota metropolitan yang punya lanskap unik ini baru saja jadi tuan rumah konferensi akbar yang membicarakan soal industri udara rendah. Acara ini bukan main-main, dihadiri para pakar dari berbagai institusi riset dan perusahaan raksasa, serta pejabat pemerintah. Tujuannya? Memetakan jalan terang bagi ekonomi udara rendah di wilayah Barat Daya Tiongkok. Ini dia poin-poin penting yang wajib kamu tahu:

  • Potensi Chongqing yang luar biasa berkat lokasinya yang strategis dan fondasi industri yang kuat.
  • Pertumbuhan pesat ekonomi udara rendah di Chongqing, ditandai dengan peningkatan jam terbang dan jumlah penerbangan yang signifikan.
  • Strategi ambisius Chongqing untuk menjadi pemimpin dalam berbagai aplikasi udara rendah, mulai dari kota pintar hingga pariwisata.
  • Inovasi terbaru dan kesepakatan penting yang terjalin demi memajukan ekosistem udara rendah.

Chongqing: Panggung Utama Ekonomi Udara Rendah Masa Depan

Chongqing, kota megapolitan yang terkenal dengan perbukitan, jaringan sungai yang luas, dan basis industrinya yang kokoh, kini melangkah lebih jauh. Dengan fondasi industri yang kuat dan banyaknya potensi aplikasi, kota ini siap menjadi pionir dalam pengembangan ekonomi udara rendah. Bayangkan saja, di paruh pertama tahun 2025, total durasi penerbangan di ketinggian rendah di Chongqing mencapai 190.000 jam! Itu artinya, ada peningkatan 109% dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penerbangan pun melonjak tajam, mencapai 1,16 juta atau naik 67% secara year-on-year. Angka-angka ini membuktikan betapa pesatnya perkembangan ekonomi udara rendah di kota ini.

Membuka Cakrawala Baru: “Low-Altitude+” Mengubah Wajah Industri

Konferensi ini jadi ajang penting untuk merancang masa depan ekonomi udara rendah. Tian Zhong, Wakil Sekretaris Kawasan Baru Liangjiang Chongqing, menegaskan komitmen mereka untuk memanfaatkan momentum ini. Kawasan Baru Liangjiang akan fokus pada:

  • Memperdalam integrasi antar sektor dan industri.
  • Mempercepat penerapan skenario aplikasi “low-altitude+”.
  • Memanfaatkan kekuatan industri unggulan Chongqing seperti Kendaraan Energi Baru (NEV) yang terhubung cerdas, AI dan informasi perangkat lunak, peralatan canggih, serta biomedis.
  • Mengembangkan skenario aplikasi unggulan seperti “low-altitude + smart city”, “low-altitude + logistics”, dan “low-altitude + cultural tourism”.

Dengan strategi ini, Chongqing tidak hanya ingin menjadi pusat teknologi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warganya melalui solusi inovatif yang memanfaatkan ruang udara di ketinggian rendah.

Data Bicara: Angka Kinerja Ekonomi Udara Rendah Chongqing

Perkembangan positif ini bukan sekadar angan-angan. Tu Xingyong, Wakil Direktur Komisi Ekonomi dan Teknologi Informasi Chongqing, memaparkan data yang mengagumkan. Saat ini, Chongqing telah memiliki 68 perusahaan manufaktur udara rendah, termasuk 17 produsen pesawat utuh. Pada tahun 2024 saja, total nilai output mereka mencapai 8,3 miliar yuan, meningkat 3,3% dari tahun sebelumnya. Ke depannya, Chongqing akan terus memperkuat pembangunan platform manajemen dan layanan penerbangan udara rendah yang komprehensif, menciptakan skenario “low-altitude+” yang ikonik, memperkuat industri manufaktur udara rendah, serta menyempurnakan ekosistem bagi pengembangan ekonomi udara rendah. Targetnya jelas: menjadikan Chongqing sebagai pusat gravitasi ekonomi udara rendah yang tak tertandingi.

Inovasi dan Kolaborasi: Kunci Sukses Ekosistem Udara Rendah

Konferensi ini juga diwarnai dengan berbagai pencapaian nyata. Beberapa skenario aplikasi udara rendah yang inovatif berhasil diluncurkan, seperti:

  • Skenario udara rendah dari Distrik Liangping: “Perencanaan Terpadu, Konstruksi, dan Tata Kelola”.
  • Skenario udara rendah dari Kabupaten Fengjie: “Terbang Melambung Bersama Angin di Kota Puisi”.

Selain itu, dilakukan juga penandatanganan perjanjian penting, yaitu:

  • Perjanjian Kerangka Kerja Pembangunan Hub Logistik Penerbangan Regional.
  • Perjanjian Kerja Sama Strategis Ekonomi Udara Rendah.

Para pakar dan akademisi yang hadir juga tak kalah antusias. Mereka bertukar pandangan dan mendiskusikan berbagai topik krusial, antara lain:

  • Jaminan pengembangan pesawat udara rendah.
  • Teknologi keselamatan dan verifikasi untuk peralatan udara rendah energi baru dan konfigurasi baru.
  • Infrastruktur informasi jenis baru untuk ruang udara rendah.
  • Dukungan teknologi cerdas terhubung untuk pengembangan ruang udara rendah yang aman dan sehat.
  • Sistem kapabilitas ekonomi udara rendah.
  • Basis digital cerdas udara rendah.
  • Penerapan logistik drone dalam ekonomi udara rendah.

Acara bergengsi ini diselenggarakan oleh Institut Riset Teknologi Industri Cerdas Chongqing, dengan dukungan dari China Economic Information Service (Pusat Chongqing). Semua pihak sepakat, kolaborasi dan inovasi adalah kunci untuk membuka potensi penuh dari ekonomi udara rendah, membawa Chongqing dan kawasan sekitarnya menuju masa depan yang lebih cerah dan terhubung.

Sumber:

Share this article

Back To Top