HEBOH! Trump Bakal Ketemu Xi Jinping di Korea Selatan, Ada Apa Nih?

Dunia politik internasional kembali diramaikan dengan kabar pertemuan penting antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping. Kabar ini datang langsung dari Trump sendiri, yang menyatakan akan bertemu Xi di Korea Selatan dalam beberapa minggu ke depan, sebelum kemudian bertandang ke Tiongkok di awal tahun depan. Pertemuan ini diduga akan membahas sejumlah isu krusial, mulai dari nasib aplikasi TikTok di Amerika hingga upaya mengakhiri konflik Rusia-Ukraina. Momen ini sangat dinantikan karena menjadi tanda potensi perbaikan hubungan dagang antara dua negara adidaya ini, meski di sisi lain masih tersimpan banyak perbedaan pandangan.

Jadwal Pertemuan yang Mengejutkan

Presiden Donald Trump melalui postingan di media sosialnya baru-baru ini membuat pengumuman yang cukup mengejutkan. Ia mengungkapkan rencana pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Pertemuan ini dijadwalkan akan berlangsung di Korea Selatan pada akhir Oktober mendatang, saat digelarnya KTT APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation). Trump juga menambahkan bahwa ia akan mengunjungi Tiongkok di awal tahun depan. Pernyataan ini muncul setelah adanya panggilan telepon panjang antara kedua pemimpin pada hari Jumat lalu.

Kesepakatan TikTok Jadi Sorotan

Salah satu poin penting yang disinggung Trump dalam pengumumannya adalah kemajuan dalam “persetujuan kesepakatan TikTok.” Trump mengklaim bahwa Xi akan datang ke Amerika Serikat “pada waktu yang tepat” dan bahwa mereka telah membuat kemajuan signifikan terkait aplikasi media sosial populer tersebut agar tetap bisa beroperasi di AS. Namun, detail mengenai kesepakatan ini masih sangat minim. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar, terutama mengingat sebelumnya ada ancaman larangan bagi TikTok di Amerika Serikat karena masalah keamanan data dan kepemilikan perusahaan induknya di Tiongkok, ByteDance.

Perkembangan Urusan TikTok

Pihak ByteDance sendiri telah menyatakan apresiasinya kepada kedua pemimpin dan menyatakan minatnya untuk melanjutkan negosiasi demi memastikan layanan aplikasi tetap berjalan bagi pengguna di AS. Trump sempat mengatakan bahwa kesepakatan itu “sudah sangat dekat”. Pemerintah Tiongkok, dalam pernyataannya, tidak secara spesifik menyebutkan kunjungan tersebut, namun Xi Jinping dilaporkan meminta Trump untuk menghindari pembatasan perdagangan agar hubungan dagang tidak memburuk.

Kekhawatiran Amerika dan Tanggapan Tiongkok

Amerika Serikat memang telah lama mengkhawatirkan asal-usul dan kepemilikan ByteDance, merujuk pada undang-undang di Tiongkok yang mengharuskan perusahaan Tiongkok menyerahkan data yang diminta oleh pemerintah. Di sisi lain, Tiongkok menyatakan “akan senang melihat negosiasi komersial yang produktif sejalan dengan aturan pasar.” Xi juga menekankan bahwa “pihak AS perlu menyediakan lingkungan yang terbuka, adil, dan tidak diskriminatif bagi investor Tiongkok.”

Perbandingan Pernyataan Trump dan Tiongkok Terkait TikTok
AS (Trump)Tiongkok
Menyebut ada kemajuan persetujuan TikTok.Tidak menyebut spesifik, namun minta hindari pembatasan dagang.
Menyatakan kesepakatan sudah “well on its way”.Menyatakan kesepakatan “sesuai hukum dan regulasi Tiongkok.”
Mengatakan kontrol “sangat baik” akan ada.Menekankan “aturan pasar” dan “kepentingan kedua belah pihak.”

Isu Perdagangan dan Konflik Global Turut Dibahas

Selain isu TikTok, Trump juga menyebutkan bahwa pembicaraan dengan Xi mencakup “banyak isu yang sangat penting termasuk Perdagangan, Fentanil, dan kebutuhan untuk mengakhiri Perang antara Rusia dan Ukraina.” Hal ini menunjukkan bahwa pertemuan ini tidak hanya fokus pada isu bilateral, tetapi juga menyentuh agenda global.

Perang Dagang yang Membayangi

Perang dagang antara AS dan Tiongkok telah berlangsung cukup lama dan membawa dampak signifikan bagi kedua negara, terutama bagi petani Amerika yang kehilangan pasar ekspornya. Meskipun ada jeda dalam kenaikan tarif, negosiasi mengenai pembatasan ekspor teknologi, pembelian produk pertanian AS, dan masalah fentanil masih belum menemui titik terang.

Harapan Mengakhiri Konflik Ukraina

Trump sebelumnya sempat mengisyaratkan bahwa perang di Ukraina bisa berakhir jika negara-negara Eropa menaikkan tarif terhadap Tiongkok. Pertanyaan pun muncul apakah Trump akan meningkatkan tarif terhadap Beijing terkait pembelian minyak Moskow. Keinginan untuk mengakhiri konflik ini menjadi salah satu poin yang diharapkan bisa dibahas dalam pertemuan puncak ini.

Masa Depan Hubungan AS-Tiongkok

Meskipun ada tanda-tanda positif dari adanya kemauan untuk bertemu, pertemuan antara Trump dan Xi ini tetap menjadi sorotan. Perbedaan pandangan dunia yang fundamental antara kedua negara masih menjadi tantangan besar. Namun, kesediaan untuk duduk bersama dan berdialog menunjukkan bahwa kedua belah pihak masih membuka pintu untuk mencari solusi demi kepentingan bersama dan stabilitas global.

Sumber:

Share this article

Back To Top