Jalan Damai di Timur Tengah: China Desak Solusi Dua Negara, Dunia Ikut Bersuara!

Konflik berkepanjangan di Timur Tengah telah menjadi luka lama yang sulit sembuh. Namun, kini ada secercah harapan! China, sebagai salah satu kekuatan dunia, kembali menyuarakan pentingnya solusi dua negara sebagai jalan satu-satunya menuju perdamaian abadi. Seruan ini datang di tengah gelombang pengakuan negara Palestina oleh beberapa negara Barat. Artikel ini akan mengupas tuntas apa arti solusi dua negara, siapa saja yang mendukung, dan bagaimana langkah China ini bisa menjadi katalisator perdamaian global.

Solusi Dua Negara: Harapan Baru untuk Perdamaian

Di tengah panasnya situasi di Timur Tengah, China kembali menegaskan posisinya yang kuat: solusi dua negara adalah satu-satunya jalan keluar yang realistis untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menekankan pentingnya konsensus global yang lebih luas untuk mewujudkan hal ini. Pernyataannya ini muncul sehari setelah Inggris, Kanada, dan Australia secara resmi mengumumkan pengakuan mereka terhadap Negara Palestina, menjelang Sidang Umum PBB.

“Solusi dua negara membutuhkan konsensus global yang lebih besar, dan tidak ada langkah sepihak yang boleh merusak fondasinya,” ujar Guo Jiakun dalam sebuah pengarahan pers di Beijing. Ia menambahkan bahwa mengakhiri konflik dan mencapai perdamaian abadi adalah tujuan bersama bagi seluruh kawasan Timur Tengah dan merupakan tugas mendesak bagi komunitas internasional.

Dukungan Mengalir: Negara-negara Barat Ikut Bersuara

Langkah China ini disambut baik oleh semakin banyaknya negara yang menunjukkan dukungan serupa. Sebelumnya, beberapa negara Eropa seperti Prancis, Belgia, Luksemburg, Malta, Portugal, Andorra, dan San Marino juga telah mengumumkan rencana untuk mengakui Palestina di Sidang Umum PBB. Kini, dengan bergabungnya Inggris, Kanada, dan Australia, semakin banyak pihak yang melihat pentingnya menciptakan keseimbangan dan keadilan di kawasan tersebut.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan bahwa tindakan ini diambil “untuk menjaga kemungkinan perdamaian dan solusi dua negara tetap hidup” di tengah kengerian yang terus meningkat di Timur Tengah. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, bahkan menawarkan kemitraan penuh dalam membangun masa depan damai bagi Negara Palestina dan Negara Israel. Sementara itu, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyebut pengakuan ini sebagai langkah menuju keadilan bagi rakyat Palestina, sembari menegaskan pengakuan resmi terhadap Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat sejak 21 September 2025.

Negara-negara yang Mengakui Palestina
NegaraTanggal Pengakuan (Perkiraan)
InggrisSeptember 2025
KanadaSeptember 2025
AustraliaSeptember 21, 2025
PrancisSebelum Sidang Umum PBB
BelgiaSebelum Sidang Umum PBB
LuksemburgSebelum Sidang Umum PBB
MaltaSebelum Sidang Umum PBB
PortugalSebelum Sidang Umum PBB
AndorraSebelum Sidang Umum PBB
San MarinoSebelum Sidang Umum PBB

Seruan untuk Gencatan Senjata dan Kemanusiaan

Dalam pernyataannya, juru bicara Kementerian Luar Negeri China juga menegaskan kembali posisi China bahwa Gaza adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah Palestina. Ia menyerukan gencatan senjata segera dan dukungan kemanusiaan yang mendesak. “Negara-negara yang memiliki pengaruh khusus terhadap Israel harus bertindak secara bertanggung jawab,” tegas Guo, tanpa menyebut nama negara tertentu.

Lebih lanjut, Guo menekankan bahwa prinsip “rakyat Palestina memerintah Palestina” harus menjadi dasar pengaturan pasca-konflik. China siap bekerja sama dengan mitra global untuk mendukung hak-hak Palestina dan mendorong perdamaian. Hingga kini, diperkirakan sekitar 150 negara telah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

Reaksi Beragam: Sambutan dan Penolakan

Kementerian Luar Negeri Palestina menyambut baik gelombang pengakuan negara ini sebagai langkah positif menuju keadilan dan hak menentukan nasib sendiri. Namun, pihak Israel justru mengutuk tindakan tersebut, menyebutnya sebagai “hadiah bagi Hamas”. Perbedaan pandangan ini menunjukkan betapa kompleksnya situasi di Timur Tengah dan betapa krusialnya upaya diplomasi yang berkelanjutan.

Penting untuk dicatat bahwa solusi dua negara bukan sekadar konsep politik, melainkan sebuah kerangka kerja yang telah disepakati secara internasional sebagai jalan menuju perdamaian yang adil dan langgeng, di mana kedua belah pihak, Israel dan Palestina, dapat hidup berdampingan dalam keamanan dan pengakuan. Dukungan global yang terus mengalir, seperti yang digaungkan oleh China dan kini diikuti oleh negara-negara Barat, menjadi angin segar yang dapat mendorong tercapainya tujuan mulia ini.

Sumber:

Share this article

Back To Top