Gunung Merapi kembali menunjukkan taringnya! Awal pekan ini, gunung api paling aktif di Indonesia ini tercatat meluncurkan awan panas guguran sejauh 1,6 kilometer ke arah barat daya. Warga diminta tetap siaga dan mematuhi arahan pihak berwenang.
Poin Penting Kejadian Erupsi Merapi
- Dua kali luncuran awan panas teramati menuju Kali Krasak.
- Jarak luncuran awan panas mencapai 1.600 meter.
- Status Gunung Merapi tetap berada di Level III (Siaga).
- Aktivitas gempa guguran dan gempa hibrid masih sering terjadi.
Detail Aktivitas Vulkanik Terkini
Menurut Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, awan panas ini meluncur deras ke arah Kali Krasak antara tengah malam hingga pukul 06.00 pagi. Fenomena ini bukan sekadar letusan biasa, melainkan bagian dari rangkaian aktivitas rutin Merapi yang kini memang sedang sangat aktif.
Selain awan panas, data pemantauan menunjukkan catatan aktivitas yang cukup padat:
| Jenis Aktivitas | Jumlah/Durasi |
|---|---|
| Gempa Guguran | 49 kejadian |
| Gempa Hibrid | 14 kejadian |
| Luncuran Lava (Kali Krasak) | 20 kali |
Zona Bahaya yang Wajib Dihindari
BPPTKG mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di area yang sudah ditetapkan sebagai zona bahaya, terutama di sektor selatan-barat daya seperti Kali Boyong (5 km), serta Kali Bedog, Krasak, dan Bebeng (7 km). Sektor tenggara seperti Kali Woro dan Gendol juga masih dalam pantauan ketat.
Sebagai informasi tambahan, awan panas guguran atau yang sering disebut wedhus gembel oleh warga lokal terjadi akibat ketidakstabilan kubah lava di puncak gunung. Material yang menumpuk lama-kelamaan longsor karena gravitasi dan tekanan gas dari dalam kawah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa yang harus dilakukan warga saat status Merapi Level III?
Warga diimbau untuk selalu mengikuti rekomendasi BPPTKG, menjauhi radius bahaya, dan selalu memantau informasi resmi dari pemerintah setempat.
Apakah aman berwisata ke area lereng Merapi saat ini?
Sangat tidak disarankan untuk berwisata di zona bahaya. Pastikan Anda berada di luar radius rekomendasi demi keselamatan jiwa.



