Masa liburan panjang memang menyenangkan, tapi transisi kembali ke rutinitas sekolah sering kali menjadi tantangan besar bagi anak-anak. Gejala post holiday blues, seperti rasa malas, sedih, hingga rewel, sangat wajar terjadi. Berikut adalah poin-poin utama yang perlu dipahami orang tua:
- Penyebab anak enggan kembali ke sekolah.
- Cara mendeteksi gejala post holiday blues.
- Tips praktis mengembalikan semangat belajar anak.
- Pentingnya peran orang tua dalam transisi ini.
Mengapa Anak Merasa Berat Kembali ke Sekolah?
Selama liburan, otak anak terbiasa dengan jadwal yang longgar, bermain, dan istirahat total. Ketika tiba-tiba harus bangun pagi dan kembali ke rutinitas disiplin, sistem biologis mereka mengalami “kejutan”. Menurut psikolog klinis Michelle Brigitta Shanny, M.Psi., peran orang tua sangat vital untuk menjadi jembatan agar transisi ini tidak terasa menyakitkan bagi sang buah hati.
Gejala yang Sering Muncul pada Anak
Jangan langsung memarahi anak jika mereka tiba-tiba menjadi lebih sensitif. Berikut adalah tanda-tanda yang perlu diwaspadai:
| Kategori | Ciri-ciri |
|---|---|
| Perilaku | Kurang bersemangat, sering mencari alasan agar tidak masuk sekolah. |
| Emosional | Mudah marah, sedih, atau menangis tanpa alasan yang jelas. |
Langkah Cerdas Mengembalikan Rutinitas Sekolah
Untuk mengatasi masalah ini, Anda tidak perlu menggunakan cara keras. Cobalah strategi bertahap berikut ini:
1. Mulai dari Jam Tidur
Kembalikan jam tidur normal setidaknya seminggu sebelum sekolah dimulai. Jangan biarkan anak terbiasa tidur larut malam lagi agar ritme sirkadian mereka kembali normal.
2. Kurangi Waktu Layar (Screen Time)
Saat liburan, anak mungkin lebih banyak bermain gawai. Batasi akses ini secara perlahan untuk melatih fokus anak kembali pada kegiatan akademik.
3. Validasi Perasaan Mereka
Alih-alih menyuruh anak “berhenti mengeluh”, cobalah untuk mendengarkan. Katakan, “Ayah/Ibu tahu rasanya kangen liburan, itu hal yang wajar.” Dengan merasa dimengerti, anak akan lebih mudah menerima tanggung jawabnya.
Sebagai tambahan, menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dukungan psikologis di lingkungan rumah adalah kunci utama keberhasilan transisi anak setelah masa libur panjang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah post holiday blues pada anak itu normal?
Sangat normal. Ini hanyalah reaksi sementara saat tubuh dan pikiran anak beradaptasi kembali dengan rutinitas harian setelah masa istirahat panjang.
Berapa lama gejala ini biasanya bertahan?
Biasanya hanya berlangsung beberapa hari hingga maksimal satu minggu setelah masuk sekolah. Jika berlanjut lebih lama, sebaiknya konsultasikan dengan konselor sekolah.




