Keren! Baznas Bangun Sekolah Tenda di Gaza, 600 Anak Palestina Kembali Belajar

Di tengah gempuran konflik yang tak kunjung usai, harapan untuk pendidikan anak-anak di Gaza tetap menyala berkat inisiatif nyata dari Indonesia. Baznas sukses mendirikan sekolah tenda darurat yang menjadi oase bagi ratusan anak di sana.

  • Total Kapasitas: Menampung sekitar 550 hingga 600 anak.
  • Lokasi: Area kamp pengungsian Ard Az-Zaitoun, Az-Zawayda, Gaza Tengah.
  • Kurikulum: Menggunakan kurikulum resmi Palestina agar standar pendidikan terjaga.
  • Fasilitas Tambahan: Tersedia kelas tahfiz Al-Qur’an untuk membentuk karakter siswa.

Membangun Harapan di Balik Tenda

Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) membuktikan bahwa jarak bukan penghalang untuk berbagi. Dengan mendirikan empat tenda sekolah besar, mereka berhasil memberikan ruang aman bagi anak-anak yang kehilangan akses sekolah akibat hancurnya gedung-gedung pendidikan. Sodik Mudjahid, Ketua Baznas, menegaskan bahwa pendidikan adalah hak yang tak boleh mati, bahkan saat perang melanda.

Kegiatan belajar ini bukan hanya soal mengejar ketertinggalan akademik, tetapi juga menjadi sarana trauma healing bagi anak-anak. Berada dalam lingkungan yang terstruktur membantu mereka merasa lebih tenang di tengah situasi yang tidak menentu.

Sistem Belajar yang Teratur

Agar operasional tetap maksimal, pihak pengelola menerapkan sistem pembagian kelas yang rapi. Berikut adalah skema belajar yang diterapkan di sekolah tenda tersebut:

JenjangSesi PembagianFokus
SD & SMPSesuai Gender & KelasKurikulum Nasional & Agama

Selain mata pelajaran umum, program ini juga mendapatkan antusiasme tinggi dari para siswa untuk kelas pendalaman agama. Tercatat sudah ada sekitar 100 anak yang mendaftar khusus untuk kegiatan tahfiz.

Pengawasan dan Keberlanjutan

Agar program ini berjalan jangka panjang, Baznas bekerja sama dengan mitra lokal, yaitu Darul Quran Alkarim Wassunah. Mereka bertugas memantau harian kegiatan belajar mengajar agar bantuan dari masyarakat Indonesia benar-benar tepat sasaran dan berdaya guna tinggi.

Info lebih lanjut mengenai penyaluran bantuan kemanusiaan Indonesia lainnya bisa dipantau melalui portal resmi pemerintah Baznas Indonesia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa banyak anak yang bisa belajar di sana?

Sekolah tenda ini dirancang untuk menampung antara 550 hingga 600 anak, baik laki-laki maupun perempuan, dari jenjang SD hingga SMP.

Apakah kurikulum yang digunakan diakui?

Ya, sekolah ini tetap mengikuti kurikulum resmi dari otoritas pendidikan Palestina guna memastikan kualitas pendidikan anak-anak tetap setara.

About The Author

Putri Siregar

Putri adalah lulusan Sarjana Ilmu Media dari Universitas Brawijaya Malang. Ia sangat tertarik pada tren mode, musik, dan film, dan senang berbagi pengetahuannya. Putri juga seorang ilustrator berbakat dan sering menyertakan ilustrasi karyanya dalam artikelnya. Ia adalah penggemar film dan konser. Saat ini, Putri juga menulis artikel freelance untuk Mega Kancah.

Share this article

Back To Top