Geger! Puluhan Juta Orang Mati Masih Terima Uang Pensiun? Ini Faktanya!

Klaim mengejutkan datang dari mantan Presiden AS, Donald Trump, dan tokoh teknologi Elon Musk. Mereka menuding ada puluhan juta orang yang sudah meninggal tapi masih menerima uang pensiun. Benarkah demikian? Artikel ini akan mengupas tuntas faktanya!

Yang Perlu Kamu Tahu:

  • Trump dan Musk klaim ada jutaan orang mati yang masih terima tunjangan Social Security.
  • Laporan resmi menunjukkan ada kesalahan pembayaran, tapi jumlahnya jauh lebih kecil dari klaim tersebut.
  • Masalah ini diduga karena sistem komputer lama yang digunakan Social Security Administration (SSA).
  • Pakar khawatir klaim ini bisa menyesatkan publik soal masalah keuangan Social Security yang sebenarnya.

Heboh Klaim Trump dan Musk: Jutaan Orang Mati Terima Uang Pensiun?

Beberapa waktu lalu, jagat media sosial dihebohkan dengan pernyataan Donald Trump dan Elon Musk. Mereka menuding bahwa ada puluhan juta orang yang sudah meninggal dunia tapi masih menerima tunjangan Social Security. Trump bahkan menyebut ada satu orang yang terdaftar berusia 360 tahun!

Musk, melalui platform X (dulu Twitter), juga menuliskan bahwa ada jutaan orang yang ditandai “HIDUP” di data Social Security padahal sudah jelas meninggal. Dia menambahkan bahwa beberapa orang ini bahkan hidup sebelum Amerika Serikat berdiri sebagai sebuah negara.

Seberapa Parah Masalah Penipuan Social Security?

Menurut laporan dari inspektur jenderal Social Security pada Juli 2024, dari tahun fiskal 2015 hingga 2022, SSA telah membayar hampir $8,6 triliun dalam bentuk tunjangan. Dari jumlah tersebut, sekitar $71,8 miliar (kurang dari 1%) merupakan pembayaran yang tidak benar. Sebagian besar kesalahan pembayaran ini adalah kelebihan pembayaran kepada orang yang masih hidup.

Selain itu, pada awal Januari, Departemen Keuangan AS berhasil menarik kembali lebih dari $31 juta dalam berbagai pembayaran federal (bukan hanya Social Security) yang secara tidak benar diberikan kepada orang yang sudah meninggal. Dana ini berhasil dikembalikan sebagai bagian dari program percontohan selama lima bulan setelah Kongres memberikan akses sementara kepada Departemen Keuangan ke “Full Death Master File” milik Social Security Administration selama tiga tahun.

Faktanya: Bukan Puluhan Juta!

Lantas, benarkah ada puluhan juta orang berusia di atas 100 tahun yang menerima tunjangan? Jawabannya: tidak. Kebingungan ini muncul dari sistem perangkat lunak Social Security yang menggunakan bahasa pemrograman COBOL. Sistem ini kurang memiliki tipe data tanggal yang memadai. Akibatnya, beberapa entri dengan tanggal lahir yang hilang atau tidak lengkap akan secara otomatis kembali ke titik referensi lebih dari 150 tahun yang lalu.

Organisasi berita WIRED pertama kali melaporkan tentang penggunaan bahasa pemrograman COBOL di Social Security Administration. Selain itu, serangkaian laporan dari inspektur jenderal Social Security Administration pada Maret 2023 dan Juli 2024 menyatakan bahwa badan tersebut belum membuat sistem baru untuk mencatat informasi kematian dengan benar dalam databasenya. Hal ini mencakup sekitar 18,9 juta nomor Social Security orang yang lahir pada tahun 1920 atau sebelumnya tetapi tidak ditandai sebagai meninggal.

Namun, ini tidak berarti bahwa orang-orang ini menerima tunjangan. Badan tersebut memutuskan untuk tidak memperbarui database karena biayanya yang diperkirakan mencapai $9 juta. Sebuah laporan OIG Social Security pada Juli 2023 menyatakan bahwa “hampir tidak ada pemegang nomor yang dibahas dalam laporan tersebut yang saat ini menerima pembayaran SSA.” Dan, sejak September 2015, badan tersebut secara otomatis menghentikan pembayaran kepada orang-orang yang berusia lebih dari 115 tahun.

Kenapa Informasi yang Salah Soal Social Security Berbahaya?

Chuck Blahous, seorang ahli strategi riset senior di Mercatus Center di George Mason University, mengatakan bahwa memberantas pembayaran yang tidak benar adalah hal yang baik. Namun, menurutnya, Social Security bukanlah sistem dengan tingkat kesalahan tertinggi. Dia menambahkan bahwa tingkat kesalahan pembayaran Medicaid jauh lebih tinggi.

Sita Nataraj Slavov, seorang profesor kebijakan publik di Schar School of Policy and Government di George Mason University, khawatir klaim Musk dan Trump dapat menyesatkan masyarakat. Mereka mungkin berpikir bahwa ada solusi mudah untuk masalah keuangan Social Security. Padahal, menurutnya, memulihkan solvabilitas sistem ini memerlukan pengorbanan, seperti pajak yang lebih tinggi atau tunjangan yang lebih rendah.

Tanggapan Gedung Putih

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, merujuk kembali pada laporan inspektur jenderal Social Security. Dia mengatakan bahwa investigasi sebelumnya mengungkapkan bahwa SSA membayar setidaknya $71,8 miliar dalam pembayaran yang tidak benar. Dia menambahkan bahwa Social Security Administration sekarang bekerja untuk menemukan lebih banyak lagi pemborosan, penipuan, dan penyalahgunaan dalam upaya seluruh pemerintahan untuk melindungi pembayar pajak Amerika.

Kesimpulan: Jangan Mudah Percaya Hoax!

Klaim Trump dan Musk soal jutaan orang mati yang masih menerima tunjangan Social Security ternyata tidak benar. Meskipun ada kesalahan pembayaran, jumlahnya jauh lebih kecil dari yang mereka klaim. Penting bagi kita untuk selalu memeriksa fakta sebelum mempercayai informasi yang beredar di media sosial.

Informasi Tambahan:

  • Social Security Administration (SSA) adalah badan pemerintah AS yang mengelola program jaminan sosial, termasuk pensiun, disabilitas, dan tunjangan kematian.
  • COBOL (Common Business-Oriented Language) adalah bahasa pemrograman kuno yang masih digunakan oleh banyak sistem komputer pemerintah dan perusahaan.
  • Full Death Master File (FDMF) adalah database yang berisi catatan kematian orang-orang yang memiliki nomor Social Security.

About The Author

Bima Nugroho

Bima, Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Airlangga, terpesona dengan koneksi global dan dinamika antar budaya. Ia ingin membuat peristiwa internasional kompleks menjadi mudah dipahami, gemar bepergian, kolektor musik dunia, dan juga menulis untuk Mega Kancah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top