Di tengah suasana libur Lebaran 2025, Bulog Kantor Cabang Pati menunjukkan komitmennya dengan tetap melakukan penyerapan gabah petani. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan membantu petani mendapatkan harga yang layak. Berikut poin-poin pentingnya:
- Bulog Pati tetap membeli gabah saat libur Lebaran.
- Penyerapan dilakukan di wilayah Pati dan Kudus.
- Harga pembelian sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
- Sudah menyerap ribuan ton gabah dan beras dari petani.
Bulog Pati Gas Pol Serap Gabah Petani!
Kabar gembira datang dari Pati! Di saat banyak orang menikmati libur Lebaran, Perum Bulog Kantor Cabang Pati justru tancap gas melakukan penyerapan gabah dari petani di wilayah Pati dan Kudus. Mantap!
Pantang Libur Demi Petani
Pemimpin Bulog Cabang Pati, Nur Hardiansyah, mengungkapkan bahwa pada hari Jumat (4/4), pihaknya tetap melakukan pembelian gabah meski sedang libur Lebaran. Salut banget buat semangatnya!
“Pada Jumat (4/4), kami tetap melakukan pembelian gabah di Kabupaten Pati dan Kudus, meskipun sedang libur Hari Raya Idul Fitri 1446 H,” ujar Nur Hardiansyah, dikutip dari JPNN.com Jateng (05/04/2025).
Harga Layak untuk Petani
Penyerapan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang layak, sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram. Ini baru namanya dukungan nyata!
Turun Langsung ke Lapangan
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Suyamto, bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Didik Tri Prasetya, bahkan turun langsung ke lapangan untuk memantau penyerapan gabah di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Mereka memastikan gabah diserap langsung dari Kelompok Tani Makmur Sejati.
Kolaborasi Kunci Sukses
Menurut Nur Hardiansyah, kolaborasi antara pemerintah daerah, Bulog, dan aparat di lapangan sangat penting untuk menyukseskan upaya ini. Dengan kerjasama yang solid, kesejahteraan petani bisa lebih terjamin.
“Langkah ini adalah bagian dari strategi kami menjaga stabilitas harga dan menjamin kesejahteraan petani. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Bulog, dan aparat di lapangan sangat penting untuk menyukseskan upaya ini,” jelas Nur.
Ribuan Ton Gabah Berhasil Diserap
Sehari sebelumnya, Bulog juga membeli gabah kering panen (GKP) dari Poktan Asman di Desa Rejoagung, Kecamatan Trangkil, Pati, sebanyak 10.256 kilogram. Para petani pun merasa senang dan mengapresiasi perhatian pemerintah yang langsung menyerap hasil panen mereka.
Total Serapan Sementara
Hingga saat ini, Bulog Cabang Pati telah berhasil menyerap 31.000 ton hasil panen petani. Rinciannya, 9.993 ton berupa gabah dan 11.207 ton berupa beras. Dan angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan datangnya panen raya di berbagai daerah.
Sebagai informasi tambahan, Bulog juga memiliki program kemitraan dengan petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Harapan ke Depan
Dengan adanya upaya penyerapan gabah yang terus dilakukan oleh Bulog, diharapkan para petani bisa semakin sejahtera dan termotivasi untuk terus meningkatkan hasil pertaniannya. Semoga ke depannya, Bulog terus menjadi garda terdepan dalam mendukung petani Indonesia!





