- Indonesia akan menyerahkan Second NDC sebelum Sidang Umum PBB.
- NDC berisi target pengurangan emisi gas rumah kaca Indonesia untuk periode 2031-2035.
- Penyusunan NDC mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
- Indonesia juga sedang menyusun National Adaptation Plan (NAP) untuk memperkuat ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.
Yuk, kita bahas lebih dalam!
Indonesia Tancap Gas Kurangi Emisi!
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Diaz Hendropriyono, menyampaikan kabar gembira ini setelah rapat di Jakarta, Rabu lalu. Beliau menegaskan bahwa dokumen penting ini harus diserahkan ke Sekretariat Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) paling lambat tanggal 20 September. Kenapa begitu penting?
“Kita harus memastikan Second NDC kita, komitmen pengurangan emisi kita untuk 2031–2035, diserahkan paling lambat 20 September, karena Bapak Presiden akan menghadiri Sidang Umum PBB pada tanggal 23,” jelasnya.
Target Ambisius Sesuai Pertumbuhan Ekonomi
NDC terbaru ini sedang disiapkan dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, yaitu sebesar 6,3 persen, 7 persen, dan bahkan 8 persen! Artinya, target pengurangan emisi yang ditetapkan akan sejalan dengan perkembangan ekonomi negara kita. Keren, kan?
Meskipun Hendropriyono belum membocorkan angka pasti target pengurangan emisi dalam setiap skenario, yang jelas Indonesia berkomitmen untuk terus berupaya mengurangi dampak perubahan iklim.
Selain NDC, Ada Juga NAP!
Selain fokus pada pengurangan emisi, Indonesia juga sadar pentingnya beradaptasi dengan dampak perubahan iklim yang sudah terjadi. Oleh karena itu, Indonesia juga sedang menyusun National Adaptation Plan (NAP) atau Rencana Adaptasi Nasional.
Meskipun NAP tidak bersifat wajib, namun dianggap sangat penting bagi negara kepulauan seperti Indonesia yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim, seperti kenaikan permukaan air laut, banjir, dan kekeringan.
NAP ini diharapkan dapat diserahkan ke UNFCCC pada akhir tahun ini. Jadi, kita tunggu saja kabar baik selanjutnya!
Komitmen Indonesia dalam Enhanced NDC
Sebagai informasi tambahan, saat ini Indonesia memiliki komitmen yang disebut Enhanced NDC. Dalam komitmen ini, Indonesia berjanji untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen dengan upaya sendiri, dan hingga 43,2 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030.
Apa Itu NDC dan Kenapa Penting?
Nationally Determined Contribution (NDC) adalah dokumen yang berisi komitmen suatu negara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan beradaptasi dengan dampak perubahan iklim. NDC merupakan bagian penting dari Perjanjian Paris, sebuah perjanjian internasional yang bertujuan untuk membatasi pemanasan global di bawah 2 derajat Celcius.
Dengan menyerahkan NDC, Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa kita serius dalam berkontribusi pada upaya global untuk mengatasi perubahan iklim. Ini juga dapat membuka peluang untuk mendapatkan dukungan internasional dalam bentuk pendanaan, teknologi, dan peningkatan kapasitas.
Indonesia dan Perubahan Iklim: Fakta Penting
- Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim.
- Perubahan iklim dapat mengancam sektor-sektor penting seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata.
- Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi terbarukan, seperti energi surya, angin, dan panas bumi.
- Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk mencapai emisi nol bersih (net zero emission) pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Semoga dengan komitmen yang kuat dan kerja sama dari semua pihak, Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam mengatasi perubahan iklim!



