- Keyakinan Pemerintah: Industri lokal mampu bersaing global.
- Data Penting: Kontribusi industri manufaktur terus meningkat.
- Ekspor Meningkat: Nilai ekspor industri pengolahan non-migas naik.
- Investasi Tinggi: Realisasi investasi di sektor pengolahan meningkat signifikan.
- Indonesia 4.0: Konferensi dan Expo untuk akselerasi transformasi digital.
Industri Lokal Unjuk Gigi di Pasar Dunia
Pemerintah Indonesia dengan percaya diri menyatakan bahwa industri lokal mampu bersaing di pasar global. Hal ini bukan isapan jempol belaka, tapi didukung oleh berbagai pencapaian sektor industri dalam negeri.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan apresiasi atas kinerja industri manufaktur Indonesia. Salah satu buktinya adalah nilai tambah manufaktur di tahun 2023 yang mencapai US$255 miliar. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-12 sebagai negara manufaktur terbesar di dunia!
Kontribusi Industri Manufaktur Makin Moncer
Sejak tahun 2022, kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional terus menunjukkan tren positif. Ini menandakan bahwa industri manufaktur menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Indonesia.
Ekspor Produk Lokal Makin Laris Manis
Di tahun 2024, nilai ekspor industri pengolahan non-minyak dan gas (non-migas) mencapai US$196,54 miliar. Angka ini setara dengan 74,25% dari total nilai ekspor nasional yang mencapai US$264,70 miliar. Keren banget, kan?
Bukan cuma itu, nilai ekspor industri manufaktur tahun lalu juga mengalami peningkatan sebesar 5,33% dibandingkan tahun 2023. Ini membuktikan bahwa produk-produk Indonesia semakin diminati di pasar internasional.
Investasi di Sektor Industri Terus Mengalir
Realisasi investasi di sektor industri pengolahan pada tahun 2024 mencapai Rp721,3 triliun. Angka ini mencakup 42,1% dari total realisasi investasi nasional yang mencapai Rp1.714,2 triliun. Sektor manufaktur menjadi primadona investasi, mengalahkan sektor-sektor lainnya.
Kontribusi investasi manufaktur di tahun 2024 juga mencatat rekor tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, terjadi peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2023 yang hanya sebesar Rp596,3 triliun.
Pertumbuhan Industri Stabil dan Kuat
Industri pengolahan non-migas mencatat pertumbuhan sebesar 4,75% di tahun 2024. Pertumbuhan ekonomi kumulatif mencapai 5,03%. Ini menunjukkan bahwa sektor industri mampu tumbuh stabil di tengah berbagai tantangan ekonomi global.
Indonesia 4.0 Conference & Expo: Percepatan Transformasi Digital
Untuk semakin memperkuat kontribusi industri dalam negeri, Kementerian Perindustrian akan menggelar Indonesia 4.0 Conference and Expo pada tanggal 24 dan 25 September 2025 di Jakarta.
Acara tahunan yang diadakan sejak tahun 2019 ini bertujuan untuk mempercepat transformasi digital dan implementasi Revolusi Industri 4.0 di Indonesia. Ajang ini akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, lembaga keuangan, penyedia teknologi, akademisi, hingga konsultan industri.
Dukungan Pemerintah untuk Industri Lokal
Pemerintah terus berupaya memberikan dukungan kepada industri lokal agar semakin berdaya saing. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain:
- Mendorong penggunaan produk dalam negeri.
- Memfasilitasi akses pembiayaan bagi UMKM.
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri.
- Mempermudah regulasi dan perizinan.
Dengan dukungan yang kuat dari pemerintah, industri lokal diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional.




