- Lima investor Kazakhstan sudah memberikan surat minat (LoI) untuk berinvestasi di IKN.
- Sektor yang diminati antara lain konstruksi, transportasi, IT, AI, dan smart city.
- Satu perusahaan konstruksi Kazakhstan, BI Group, sudah teken MoU dengan OIKN.
- Pemerintah alokasikan dana lebih besar untuk IKN di tahun 2026.
Investor Kazakhstan Incar IKN: Apa yang Menarik?
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengumumkan kabar gembira bahwa lima investor dari Kazakhstan telah menyampaikan letter of intent (LoI) alias surat minat untuk berinvestasi dalam pembangunan IKN. Ini adalah sinyal positif bahwa IKN semakin dilirik oleh investor asing.
Direktur Investasi dan Kemudahan Berusaha OIKN, Lazuardi Nasution, mengungkapkan bahwa ada 15 investor Kazakhstan yang menjajaki potensi investasi di IKN. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya sudah serius dengan menyerahkan LoI.
Sektor Apa Saja yang Diincar?
Para investor Kazakhstan ini ternyata tertarik dengan berbagai sektor di IKN, antara lain:
- Konstruksi: Pembangunan infrastruktur dan gedung-gedung di IKN membutuhkan investasi yang besar.
- Transportasi: Pengembangan sistem transportasi modern dan terintegrasi sangat penting untuk mobilitas di IKN.
- Teknologi Informasi (IT): IKN akan menjadi kota pintar (smart city) yang membutuhkan infrastruktur IT yang canggih.
- Artificial Intelligence (AI): Pemanfaatan AI akan meningkatkan efisiensi dan kualitas hidup di IKN.
- Smart City: Pengembangan konsep kota pintar secara keseluruhan, termasuk sistem pengelolaan kota yang cerdas.
Bahkan, salah satu perusahaan konstruksi terkemuka dari Kazakhstan, BI Group, sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan OIKN. Ini menunjukkan keseriusan investor Kazakhstan untuk terlibat dalam pembangunan IKN.
Investasi IKN: Peluang Emas untuk Investor Asing
Lazuardi Nasution menegaskan bahwa investor internasional memiliki peluang besar untuk berpartisipasi dalam pembangunan IKN. OIKN berkomitmen untuk memberikan insentif dan kemudahan berusaha bagi para investor.
“Iklim investasi di IKN dirancang untuk kompetitif dan terbuka,” ujarnya.
Diplomasi Ekonomi: Dukung Pembangunan IKN
Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Fadjroel Rachman, menyatakan bahwa investasi ini akan menjadi bagian dari strategi diplomasi ekonomi untuk mendukung pembangunan IKN. Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong investasi yang lebih konkret di IKN.
Anggaran IKN 2026 Naik!
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 menyebutkan bahwa pemerintah berencana mengalokasikan sekitar Rp6,3 triliun untuk IKN tahun depan. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi anggaran tahun ini sebesar Rp4,7 triliun.
Sebagai informasi, pada era Presiden Joko Widodo, pemerintah mengalokasikan Rp75,8 triliun untuk pembangunan IKN pada tahun 2022–2024, dengan realisasi sebesar Rp43,3 triliun hingga tahun 2024. Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto telah mengalokasikan Rp48,8 triliun untuk kelanjutan proyek ini hingga tahun 2029.
Meskipun ada sedikit perlambatan, pemerintah tetap berkomitmen untuk melanjutkan rencana pemindahan ibu kota ke IKN yang sedang dibangun di Kalimantan Timur.
Tabel: Alokasi Anggaran IKN dari Tahun ke Tahun
| Tahun | Anggaran (Rp Triliun) |
|---|---|
| 2022-2024 (era Jokowi) | 75,8 |
| 2026 (rencana) | 6,3 |
| 2025-2029 (era Prabowo) | 48,8 |




