Yuk, simak poin-poin pentingnya:
- Kanada punya pengalaman dan keahlian mumpuni di bidang nuklir.
- Indonesia berupaya menjadikan nuklir sebagai alternatif energi untuk penuhi kebutuhan nasional.
- Kanada siap bantu Indonesia dalam pengembangan ekosistem, regulasi, hingga pendanaan energi nuklir.
- Kerja sama ini juga mencakup pengembangan reaktor modular kecil (SMR) yang lebih terjangkau dan aman.
Kenapa Kanada Tertarik Bantu Indonesia?
Menteri Pembangunan Internasional Kanada, Ahmed Hussen, mengungkapkan bahwa Kanada mengakui upaya Indonesia dalam memanfaatkan energi nuklir. Menurutnya, nuklir bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat tanpa memperparah perubahan iklim.
“Kanada punya segudang pengalaman dan keahlian terkait sumber daya nuklir, dan kami ingin berbagi dengan Indonesia,” ujarnya dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta.
Bantuan Apa Saja yang Ditawarkan?
Pengembangan energi nuklir di Indonesia masih dalam tahap awal. Oleh karena itu, Kanada siap memberikan bantuan di berbagai bidang, mulai dari:
- Pengembangan ekosistem energi nuklir yang komprehensif.
- Penyusunan regulasi yang jelas dan aman.
- Pemberian dukungan pendanaan untuk proyek-proyek nuklir.
Kerja sama di bidang teknologi nuklir juga akan dilakukan secara bertahap. Kanada memahami bahwa pengembangan energi nuklir bukan hanya soal teknologi, tetapi juga aspek pendanaan, teknis, dan persiapan lainnya.
Reaktor Modular Kecil (SMR): Solusi Energi Nuklir Masa Depan?
Indonesia dan Kanada juga menjajaki kerja sama dalam pengembangan reaktor modular kecil (SMR). SMR dianggap sebagai solusi energi nuklir yang lebih terjangkau, aman, dan fleksibel.
Pada KTT Khusus ASEAN-Kanada Oktober 2024 lalu, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyampaikan keinginannya untuk berbagi pengalaman dan keahlian Kanada dalam mengembangkan energi dan teknologi nuklir dengan negara-negara ASEAN.
BRIN Gandeng Kanada untuk Riset Teknologi Nuklir
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga tidak ketinggalan. Pada Desember 2024, ORTN BRIN menandatangani nota kesepahaman (LOI) dengan Canadian Nuclear Laboratories (CNL) untuk kerja sama dalam penelitian dan pengembangan teknologi nuklir.
Kepala ORTN BRIN, Syaiful Bakhri, menjelaskan bahwa kerja sama ini akan fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk pertukaran peneliti dan mahasiswa.
Indonesia Serius Kembangkan Energi Nuklir
Indonesia memang tengah serius menjajaki energi nuklir sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Pemerintah bahkan mempercepat pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) menjadi tahun 2029.
Dewan Energi Nasional (DEN) juga telah mengidentifikasi 29 lokasi potensial untuk pembangunan PLTN di masa depan. Hal ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mewujudkan energi nuklir sebagai bagian dari bauran energi nasional.
Dengan dukungan dari Kanada, diharapkan pengembangan energi nuklir di Indonesia dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Semoga energi nuklir dapat menjadi solusi energi yang aman, bersih, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia!




