- Edukasi Keuangan: OJK memberikan pelatihan khusus buat calon pekerja migran.
- Kerja Sama: OJK menggandeng berbagai pihak, termasuk TPAKD dan BPJS Ketenagakerjaan.
- Tujuan Utama: Meningkatkan literasi keuangan agar pekerja migran bisa kelola uang dengan bijak.
Pekerja Migran: Pahlawan Devisa yang Rentan
Indonesia patut berbangga dengan para pekerja migran. Mereka bekerja keras di negeri orang dan mengirimkan uang ke tanah air. Devisa yang mereka kirim sangat membantu perekonomian Indonesia. Tapi, ironisnya, banyak pekerja migran yang kurang paham soal keuangan. Mereka seringkali menjadi korban penipuan atau salah dalam mengelola uang.
OJK Turun Tangan: Edukasi Keuangan untuk Pekerja Migran
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) gak tinggal diam melihat masalah ini. Mereka bekerja sama dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) memberikan edukasi keuangan kepada 200 calon pekerja migran di Malang, Jawa Timur. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, mengatakan bahwa pekerja migran memiliki kontribusi besar bagi ribuan keluarga di daerah tersebut. “Kami tidak ingin penghasilan yang mereka peroleh dengan susah payah terbuang sia-sia karena kurangnya literasi keuangan,” ujarnya.
Materi Pelatihan: Dari Perencanaan Keuangan Hingga Produk Perbankan
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi penting, antara lain:
- Pengelolaan Keuangan Pribadi: Tips dan trik mengatur keuangan agar tidak boros dan bisa menabung.
- Perencanaan Keuangan: Bagaimana merencanakan keuangan untuk jangka panjang, termasuk untuk pendidikan anak dan masa pensiun.
- Program Perlindungan Sosial dari BPJS Ketenagakerjaan: Informasi tentang manfaat dan cara mendaftar program BPJS Ketenagakerjaan.
- Produk Tabungan, KPR, dan Mobile Banking dari BNI: Penjelasan tentang berbagai produk perbankan yang bisa dimanfaatkan oleh pekerja migran.
Literasi Keuangan Rendah: Ancaman Penipuan dan Investasi Bodong
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2025 menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan di Indonesia baru mencapai 66,46%. Artinya, masih banyak masyarakat yang menggunakan layanan keuangan tanpa memahami sepenuhnya. Hal ini membuat mereka rentan terhadap penipuan dan investasi bodong.
OJK terus berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui berbagai program, salah satunya adalah Bulan Literasi Keuangan (BLK). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
Tips Jitu Mengelola Keuangan Ala Pekerja Migran
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan oleh para pekerja migran agar bisa mengelola keuangan dengan baik:
- Buat Anggaran Bulanan: Catat semua pemasukan dan pengeluaran setiap bulan.
- Prioritaskan Kebutuhan: Dahulukan kebutuhan pokok daripada keinginan.
- Sisihkan untuk Tabungan: Usahakan untuk menabung minimal 10% dari penghasilan setiap bulan.
- Investasi yang Aman: Pilih investasi yang legal dan sesuai dengan profil risiko Anda. Hindari investasi bodong yang menawarkan keuntungan tidak masuk akal.
- Lindungi Diri dengan Asuransi: Asuransi bisa membantu melindungi Anda dari risiko finansial akibat sakit, kecelakaan, atau meninggal dunia.
Peran Pemerintah dan Lembaga Keuangan
Pemerintah dan lembaga keuangan memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya para pekerja migran. Pemerintah perlu membuat regulasi yang melindungi pekerja migran dari penipuan dan eksploitasi. Lembaga keuangan perlu menyediakan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pekerja migran.
Selain itu, sosialisasi dan edukasi keuangan perlu terus digencarkan. Dengan demikian, diharapkan semakin banyak pekerja migran yang sadar akan pentingnya mengelola keuangan dengan baik dan bisa meraih kesejahteraan di masa depan.
Info Tambahan: Tahukah Anda bahwa Bank Indonesia (BI) juga memiliki program edukasi keuangan yang disebut “Cerdas Keuangan”? Program ini menyasar berbagai kalangan masyarakat, termasuk pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan pelaku UMKM. Tujuannya sama, yaitu meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia.




