Kabar buruk datang dari industri pakan ternak! Harga jagung yang meroket beberapa waktu terakhir bikin para peternak pusing tujuh keliling. Bayangkan saja, biaya produksi naik drastis, bisa-bisa dompet petani makin tipis. Tapi jangan khawatir, pemerintah Indonesia nggak tinggal diam! Lewat Kementerian Pertanian, mereka sudah mengeluarkan imbauan tegas kepada industri pakan agar menahan kenaikan harga. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas harga pakan, melindungi peternak lokal, dan pastinya, agar masyarakat tetap bisa menikmati produk ternak dengan harga terjangkau.
Berikut poin-poin penting yang perlu kamu tahu:
- Kenaikan harga jagung mengancam peternak lokal.
- Kementerian Pertanian minta industri pakan stabilkan harga.
- Pemerintah siapkan langkah antisipasi untuk petani dan ketersediaan jagung.
- Kerja sama lintas sektor jadi kunci utama.
- Stabilitas harga dan pasokan demi ketahanan pangan nasional.
Pemerintah Pasang Badan, Industri Pakan Diminta Tahan Kenaikan Harga!
Menteri Pertanian, lewat Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, secara tegas mengimbau para pelaku industri pakan ternak untuk tidak serta-merta menaikkan harga pakan. Ajakan ini muncul sebagai respons cepat terhadap lonjakan harga jagung yang terjadi di berbagai sentra produksi dalam sebulan terakhir. Agung menjelaskan bahwa kenaikan ini berpotensi sangat memberatkan para peternak, baik yang skala besar maupun kecil.
“Kita sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk meminta industri pakan untuk menahan kenaikan harga, memetakan peternak yang berhak mendapatkan cadangan jagung pemerintah, serta memfasilitasi pertemuan antara kelompok peternak dengan para pemasok jagung,” ujar Agung dalam keterangan resminya.
Langkah Strategis Jaga Stabilitas Jagung dan Pakan
Untuk memastikan pasokan jagung tetap stabil di tengah permintaan yang terus meningkat untuk pakan ternak, Kementerian Pertanian tak main-main. Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai lembaga pemerintah lainnya, termasuk Badan Pangan Nasional. Upaya ini diperkuat lagi dengan kolaborasi bersama Satuan Tugas Pangan untuk menjamin kelancaran distribusi dan mencegah praktik penimbunan oleh oknum pedagang atau tengkulak yang bisa merugikan petani.
Agung menekankan bahwa langkah-langkah antisipatif ini diambil agar pasokan jagung tetap aman, biaya produksi pakan tidak membengkak, dan pada akhirnya masyarakat tetap bisa mengakses produk-produk olahan ternak dengan harga yang wajar.
Pentingnya Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan
Lebih lanjut, Agung menggarisbawahi bahwa kunci utama penyelesaian masalah ini terletak pada aksi kolektif seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah daerah, asosiasi peternak, hingga para pelaku industri, semuanya harus bergerak serentak untuk memastikan kelancaran produksi dan distribusi.
“Swasembada pangan, yang menjadi agenda utama Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman, hanya bisa tercapai jika seluruh elemen bangsa bersatu padu menjaga stabilitas harga dan pasokan komoditas kunci seperti jagung,” tegasnya.
Ia juga menegaskan kembali bahwa kesejahteraan petani dan akses masyarakat terhadap protein hewani yang terjangkau tetap menjadi prioritas utama, sejalan dengan cita-cita ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Data Harga Jagung di Pasar
Berdasarkan pantauan dari Panel Harga Badan Pangan Nasional pada Minggu sore di Jakarta, harga jagung untuk peternak di tingkat konsumen tercatat sebesar Rp6.602 per kilogram. Sementara itu, harga jagung pipilan kering di tingkat produsen berada di angka Rp5.511 per kilogram.
| Tingkat Konsumen (Peternak) | Tingkat Produsen |
|---|---|
| Rp6.602 / kg | Rp5.511 / kg |



