Siapa bilang batik itu kuno? Erna Suseno membuktikan sebaliknya! Lewat brand ‘Ethnic Gendhis’, ia sukses membawa batik ke hati generasi muda. Bagaimana caranya? Simak kisah inspiratifnya!
Intip poin-poin pentingnya:
- Batik Modern: Desain kekinian yang disukai anak muda.
- Pemberdayaan: Libatkan anak muda & ibu rumah tangga sebagai pengrajin.
- Go Internasional: Produknya sampai ke Malaysia, Australia, Kanada, dan Belgia!
- Dukungan BRI: Pelatihan, pameran, dan akses pasar yang luas.
Dari Kecintaan Jadi Bisnis: Kisah Erna dan Ethnic Gendhis
Berawal dari kecintaan pada batik dan keprihatinan terhadap generasi muda yang kurang tertarik, Erna Suseno asal Yogyakarta mendirikan ‘Ethnic Gendhis’ pada tahun 2018. Ia melihat peluang untuk menghadirkan batik yang lebih modern dan sesuai dengan selera anak muda.
Mengapa Batik? Sentuhan Seni yang Tak Lekang Waktu
Batik bukan sekadar kain, tapi juga warisan budaya yang kaya makna. Setiap motif memiliki cerita dan filosofi tersendiri. Erna ingin anak muda Indonesia kembali mencintai dan bangga memakai batik.
Inovasi Tanpa Henti: Batik Kekinian untuk Generasi Z
Erna tidak hanya menciptakan motif batik yang modern, tetapi juga menggabungkan unsur tradisional dengan desain kontemporer. Warna-warna cerah dan pola-pola yang unik menjadi ciri khas ‘Ethnic Gendhis’. Ia juga berinovasi dengan membuat berbagai produk turunan batik, seperti sarung bantal, hiasan dinding, hingga sajadah.
Memberdayakan Anak Muda dan Ibu Rumah Tangga
Selain menciptakan produk yang menarik, Erna juga memberdayakan anak muda dan ibu rumah tangga di sekitarnya. Ia melibatkan mereka sebagai pengrajin batik, memberikan pelatihan, dan menciptakan lapangan kerja. Hal ini membuktikan bahwa bisnis juga bisa berdampak positif bagi masyarakat.
Pandemi Bukan Halangan: Strategi Pemasaran Online yang Jitu
Pandemi COVID-19 memang menjadi tantangan bagi banyak bisnis, tetapi Erna justru melihatnya sebagai peluang. Ia memperkuat pemasaran online melalui media sosial dan platform e-commerce. Hasilnya, produk ‘Ethnic Gendhis’ semakin dikenal luas, bahkan hingga ke mancanegara.
Omzet Puluhan Juta: Bukti Kerja Keras dan Kreativitas
Dengan kerja keras dan kreativitas, Erna berhasil meraih omzet puluhan juta rupiah per bulan dari bisnis batiknya. Ia juga menjalin kerjasama dengan UMKM lain untuk menciptakan kemasan yang menarik dan memanfaatkan sisa-sisa kain menjadi aksesoris yang unik.
Dukungan Penuh dari BRI: Modal Penting untuk Berkembang
Sebagai UMKM binaan Rumah BUMN yang dikelola BRI, Erna mendapatkan berbagai dukungan penting, mulai dari pelatihan, sertifikasi desain, hingga akses ke pameran dan business matching. BRI juga membantu pemasaran produk secara online, sehingga Erna bisa fokus pada produksi dan pengembangan produk.
Ini dia beberapa dukungan BRI yang sangat membantu:
- Pelatihan: Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tentang bisnis.
- Sertifikasi: Meningkatkan kualitas produk dan kepercayaan konsumen.
- Pameran: Memperluas jaringan dan memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas.
- Pemasaran Online: Meningkatkan visibilitas dan penjualan produk.
Erna bersyukur bisa menjadi bagian dari BRI UMKM EXPO(RT) 2025. Ia berharap pameran ini bisa menjadi kesempatan untuk memperkenalkan ‘Ethnic Gendhis’ ke pasar internasional dan bertemu dengan pelaku UMKM hebat lainnya.
Tips Sukses ala Erna Suseno: Jangan Takut Berinovasi dan Berkolaborasi
Kisah sukses Erna Suseno mengajarkan kita bahwa dengan kecintaan, kerja keras, dan dukungan yang tepat, kita bisa meraih impian. Jangan takut untuk berinovasi, berkolaborasi, dan memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnis kita.
Jika kamu punya ide bisnis, jangan ragu untuk memulai! Siapa tahu, kamu bisa menjadi seperti Erna Suseno, yang sukses membawa batik ke panggung dunia.



