Wow! Indonesia Raup Rp 210 Miliar di Pameran Makanan India! Kok Bisa?

Indonesia kembali membuktikan diri sebagai pemain kuat di pasar internasional! Produk makanan olahan kita berhasil mencetak transaksi fantastis di pameran Anuga Select India 2025. Penasaran bagaimana ceritanya? Yuk, simak ulasan lengkapnya!
  • Nilai Fantastis: Indonesia berhasil meraih potensi transaksi senilai US$13,6 juta atau sekitar Rp 210 miliar!
  • Pasar Potensial: India menjadi salah satu pasar prioritas ekspor makanan olahan Indonesia.
  • Produk Unggulan: Biskuit, minuman ringan kemasan, kakao, olahan cokelat, dan kerupuk menjadi daya tarik utama.
  • Merek Terlaris: SilverQueen menjadi primadona dengan nilai kontrak terbesar, mencapai US$12,36 juta.

Indonesia Unjuk Gigi di Anuga Select India 2025

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan kabar baik ini. Pameran Anuga Select India yang berlangsung di Mumbai pada 20-22 Agustus 2025 menjadi panggung bagi produk-produk unggulan Indonesia.

India, Pasar yang Menggiurkan

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menjelaskan bahwa India adalah salah satu pasar prioritas Kemendag untuk promosi dan nation branding makanan olahan. Tujuannya jelas: meningkatkan ekspor Indonesia!

“Pangsa pasar makanan olahan kita di India tercatat sebesar 6,8 persen pada tahun 2024, dengan pertumbuhan permintaan yang positif. Ini menawarkan peluang yang menjanjikan. Melalui pameran ini, kami bertujuan untuk mempertahankan dan memperluas ekspor makanan olahan Indonesia ke India dan negara-negara tetangga,” ujarnya.

Apa Saja yang Bikin India Kepincut?

Paviliun Indonesia menampilkan delapan perusahaan dengan produk-produk andalan mereka. Mulai dari biskuit, minuman ringan kemasan, kakao, olahan cokelat, hingga kerupuk. Semuanya sukses memikat hati para pembeli dari India.

SilverQueen Jadi Bintang!

Siapa sangka, SilverQueen menjadi merek yang paling banyak dicari oleh pembeli India. Cokelat produksi Indonesia ini berhasil mengamankan kontrak perdagangan terbesar senilai US$12,36 juta! Selain itu, kerupuk Indonesia juga mendapat sambutan hangat.

Peluang Besar di Negeri Bollywood

Duta Besar Indonesia untuk India, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, menekankan potensi besar pasar India. Dengan populasi 1,4 miliar jiwa dan kelas menengah yang tumbuh pesat, permintaan akan makanan olahan semakin tinggi.

“Perwakilan perdagangan Indonesia di India harus memastikan transaksi ini berlanjut,” tegasnya. Ini penting agar kesuksesan di pameran tidak hanya menjadi catatan manis sesaat.

Ekspor Makanan Olahan Indonesia Terus Meningkat

Pada tahun 2024, ekspor makanan olahan Indonesia mencapai US$5,6 miliar secara global. Angka ini meningkat enam persen dibandingkan tahun 2020. Sementara itu, ekspor ke India mencapai US$64 juta pada tahun 2024, naik 22 persen dalam periode yang sama.

Saat ini, India berada di peringkat ke-13 sebagai tujuan ekspor makanan olahan Indonesia. Pasar utama lainnya termasuk Amerika Serikat, Filipina, Malaysia, Thailand, Tiongkok, Arab Saudi, Jepang, Vietnam, dan Australia.

Indonesia Juga Impor dari India

Selain ekspor, Indonesia juga mengimpor berbagai produk makanan olahan dari India. Beberapa di antaranya adalah minuman non-alkohol, produk kakao, roti, biskuit, kue kering, kacang-kacangan, saus, rempah-rempah, dan produk kembang gula.

Tabel: Data Ekspor Impor Makanan Olahan Indonesia – India

KeteranganNilai (US$)Tahun
Ekspor Global Makanan Olahan Indonesia5,6 Miliar2024
Ekspor Makanan Olahan Indonesia ke India64 Juta2024

Kesimpulan: Indonesia Semakin Mantap di Pasar Makanan Dunia!

Keberhasilan Indonesia meraih potensi transaksi besar di Anuga Select India 2025 menunjukkan bahwa produk makanan olahan kita semakin diminati di pasar internasional. Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi pemain utama dalam industri makanan olahan dunia!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top