Kawasan wisata Lubuk Lukum di Padang sempat terpuruk akibat bencana alam. Namun, harapan baru muncul berkat aksi 50 mahasiswa Universitas PGRI Sumbar yang terjun langsung untuk membangkitkan kembali ekonomi dan pesona wisata lokal.
Berikut adalah poin penting dari gerakan pemulihan di Lubuk Lukum:
- Pendampingan Intensif: Sebanyak 50 mahasiswa menetap selama 20 hari untuk membantu warga.
- Digitalisasi: Pemasangan peta wisata berbasis QR Code untuk memudahkan pengunjung.
- Inovasi Produk: Mengolah bahan lokal (pisang & talas) menjadi jajanan kekinian.
- Restorasi Alam: Aksi penanaman pohon dan penebaran benih ikan untuk ekosistem.
Menghidupkan Kembali Wisata yang Terdampak Bencana
Bencana alam memang seringkali melumpuhkan sektor wisata dan usaha kecil warga. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas PGRI Sumbar tidak tinggal diam. Melalui dukungan dari Kemendiktisaintek, mereka menjalankan program pengabdian yang berfokus pada pemulihan ekonomi masyarakat di Kelurahan Balai Gadang.
Wibi Wijaya, Ketua Tim Pelaksana, menjelaskan bahwa kolaborasi mahasiswa dari berbagai jurusan seperti Pendidikan IPS, Sains Data, hingga Kewirausahaan, menjadi kunci utama. Mereka membaur dengan warga untuk mengubah tantangan menjadi peluang baru.
Inovasi Kuliner dan Go Digital
Salah satu langkah cerdas mahasiswa adalah melakukan diversifikasi produk lokal. Jika biasanya talas dan pisang hanya dijual mentah atau digoreng biasa, kini mereka disulap menjadi menu yang lebih menarik bagi wisatawan milenial:
| Produk Asli | Inovasi Baru |
|---|---|
| Pisang Biasa | Pisang Lumer (Cokelat & Tiramisu) |
| Talas | Keripik Talas Modern |
Tidak hanya kuliner, mahasiswa juga membantu pelaku UMKM untuk "go digital" dengan mempromosikan produk mereka lewat konten media sosial yang kreatif dan relevan dengan tren saat ini.
Kemudahan Akses Wisata via QR Code
Kini, pengunjung tidak perlu bingung lagi saat berkunjung. Tim mahasiswa telah memasang peta digital di pintu masuk kawasan yang bisa diakses via QR Code. Dengan sekali pindai, pengunjung bisa langsung melihat lokasi UMKM, spot foto, hingga area konservasi ikan larangan.
Mengembalikan Kelestarian Lingkungan
Pemulihan tidak hanya soal cuan, tapi juga kelestarian alam. Mahasiswa melakukan aksi nyata dengan menanam bibit pohon di sekitar sungai dan menebar benih ikan. Upaya ini bertujuan agar Lubuk Lukum kembali menjadi destinasi wisata alam yang asri, sejuk, dan ramah lingkungan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama mahasiswa melakukan pengabdian di Lubuk Lukum?
Program pendampingan ini dilakukan selama 20 hari penuh oleh 50 mahasiswa yang terjun langsung ke lapangan.
Apa saja fokus utama pemulihan wisata ini?
Fokusnya meliputi pemberdayaan UMKM melalui inovasi kuliner, digitalisasi promosi, pembenahan organisasi Pokdarwis, dan perbaikan ekosistem lingkungan.
