- Pelantikan DPN Peradi SAI periode 2025-2030 dipimpin langsung oleh Ketua Umum terpilih, Harry Ponto.
- Acara ini merupakan kelanjutan dari Musyawarah Nasional (Munas) di Bali yang menetapkan Harry Ponto secara aklamasi.
- Kepengurusan baru ini beranggotakan 213 advokat dari berbagai daerah di Indonesia.
- Tema besar yang diusung adalah “Bersatu Menjaga Integritas, Berkarya Menegakkan Keadilan”.
- Fokus utama kepengurusan meliputi penguatan etika, peningkatan kualitas advokat, transformasi digital, dan kerja sama akademis.
Semangat Baru untuk Profesi Advokat
Harry Ponto, dalam pidato pelantikannya, menegaskan komitmen kuat untuk membawa Peradi SAI ke arah yang lebih baik. Ia menyatakan bahwa tema besar kepengurusan kali ini, “Bersatu Menjaga Integritas, Berkarya Menegakkan Keadilan”, bukanlah sekadar slogan kosong. Ini adalah janji suci untuk menjaga marwah profesi advokat dan menjadikan etika sebagai garda terdepan dalam menghadapi kompleksitas dunia hukum modern.
“Advokat Indonesia harus mampu tampil bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai figur publik yang berkelas, modern, dan dihormati karena integritas serta profesionalismenya,” ujar Harry Ponto, menekankan pentingnya citra positif advokat di mata masyarakat.
Empat Pilar Pembangunan Peradi SAI
Kepengurusan Peradi SAI di bawah Harry Ponto akan menumpukan fokusnya pada empat pilar utama:
- Memperkuat Integritas dan Pengawasan Etik: Akan ada pengetatan aturan dan mekanisme pengawasan untuk memastikan setiap advokat bertindak sesuai kode etik. Ini penting untuk membangun kepercayaan publik.
- Meningkatkan Kualitas Advokat: Melalui program pendidikan berkelanjutan yang relevan dengan perkembangan zaman, Peradi SAI berkomitmen mencetak advokat yang kompeten dan adaptif.
- Mendorong Transformasi Digital: Layanan yang lebih transparan dan efisien akan dihadirkan melalui pemanfaatan teknologi digital. Hal ini diharapkan dapat mempermudah akses keadilan bagi masyarakat.
- Memperluas Kerja Sama Akademis: Kolaborasi dengan berbagai universitas akan ditingkatkan, termasuk melalui program Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan riset bersama, untuk mencetak calon advokat yang berkualitas sejak dini.
Dukungan Lintas Sektoral
Pelantikan kepengurusan baru Peradi SAI ini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan penting di Indonesia. Melalui video ucapan selamat, dukungan datang dari Ketua Mahkamah Konstitusi, Ketua Komisi III DPR, Kapolri, hingga Jaksa Agung. Tidak hanya dari kalangan hukum, tokoh seperti Ketua Umum Tim Penggerak PKK Tri Tito Karnavian, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, dan pengamat Rocky Gerung juga turut memberikan dukungan.
Kehadiran dan dukungan dari berbagai sektor ini menunjukkan bahwa peran advokat tidak hanya terbatas pada ranah hukum, tetapi juga memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas demokrasi dan keadilan sosial di Indonesia. Ini menegaskan bahwa Peradi SAI siap menjadi garda terdepan dalam mendorong sistem peradilan yang modern dan berintegritas.
Menatap Masa Depan Profesi Advokat
Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi internal organisasi. Dengan kepemimpinan baru, Peradi SAI tidak hanya menargetkan pembenahan di dalam organisasi, tetapi juga memperluas jalinan kolaborasi dengan organisasi profesi hukum lainnya. Harry Ponto menekankan bahwa advokat di era mendatang dituntut untuk selalu adaptif terhadap setiap perubahan, namun tidak boleh melupakan akar etika dan tanggung jawab moral sebagai penegak keadilan.
Peradi SAI di bawah kepemimpinan Harry Ponto siap menjawab tantangan zaman dan membawa profesi advokat Indonesia menuju standar global yang lebih tinggi.




