Warga Bojonegoro dibuat resah dengan maraknya aksi pencurian tabung elpiji 3 kg. Namun, kini bisa bernapas lega! Polres Bojonegoro berhasil membongkar sindikat pencuri spesialis tabung gas melon ini. Dua pelaku dan seorang penadah berhasil diringkus, beserta ratusan tabung elpiji sebagai barang bukti.
Poin-poin Penting:
- Dua pelaku pencuri dan seorang penadah ditangkap.
- Barang bukti: 289 tabung elpiji, baik yang berisi maupun kosong.
- Aksi pencurian dilakukan di empat lokasi berbeda.
- Pelaku meraup keuntungan puluhan juta rupiah.
Modus Operandi Pencuri Tabung Elpiji
Para pelaku, yang diketahui berinisial VA (24) dan RE (20), bukan warga asli Bojonegoro. Mereka berasal dari Desa Dermawuharjo, Tuban. Modus mereka cukup rapi. Dengan menggunakan mobil, mereka menyusuri jalanan pada malam hari, mencari toko atau pangkalan elpiji yang sepi. Setelah menemukan target, mereka merusak kunci toko menggunakan gunting besi.
Penadah Ikut Terciduk
Tabung elpiji hasil curian kemudian dijual kepada seorang penadah berinisial W (27), warga Desa Bakalan, Kapas, Bojonegoro. Harga tabung kosong dihargai Rp125 ribu, sementara yang masih berisi gas dijual Rp140 ribu. Sungguh praktik yang sangat merugikan masyarakat!
Aksi di Beberapa Lokasi
Selama empat bulan beraksi, sindikat ini telah melakukan pencurian di empat lokasi berbeda, yaitu di Kecamatan Ngraho, Margomulyo, Trucuk, dan dua lokasi di Kecamatan Kalitidu. Total tabung yang berhasil mereka curi mencapai 289 buah, dengan rincian 200 tabung berisi gas dan 89 tabung kosong. Keuntungan yang mereka peroleh dari aksi kejahatan ini mencapai puluhan juta rupiah. Diketahui, pelaku utama mendapatkan keuntungan sekitar Rp39 juta, sementara penadah mendapatkan Rp6,3 juta.
Dampak Pencurian Elpiji
Pencurian elpiji ini tidak hanya merugikan pemilik toko dan pangkalan, tetapi juga masyarakat umum. Kelangkaan elpiji 3 kg seringkali terjadi akibat aksi pencurian seperti ini. Harga elpiji di pasaran juga bisa melonjak karena ulah para pelaku kejahatan. Hal ini tentu sangat memberatkan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan elpiji untuk kebutuhan sehari-hari.
Pesan dari Pihak Kepolisian
Kapolres Bojonegoro, AKBP Mario Prahatinto, mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan meningkatkan keamanan lingkungan masing-masing. Jika melihat aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib. Kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga kewaspadaan adalah kunci utama.
Apa yang Harus Dilakukan?
- Bagi Pemilik Toko/Pangkalan Elpiji: Tingkatkan keamanan dengan memasang CCTV dan kunci pengaman ganda.
- Bagi Masyarakat: Laporkan jika ada aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
- Bagi Pemerintah: Lakukan pengawasan ketat terhadap distribusi elpiji dan berikan sanksi tegas kepada pelaku kejahatan.
Pencurian Elpiji Bukan Kasus Pertama
Perlu diketahui, kasus pencurian elpiji bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi di berbagai daerah. Hal ini menunjukkan bahwa kejahatan semacam ini cukup sering terjadi dan perlu menjadi perhatian serius dari semua pihak.
Dengan tertangkapnya sindikat ini, diharapkan masyarakat Bojonegoro bisa merasa lebih aman dan tenang. Pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus untuk memberantas segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat.



