Ormas Minta Duit ke Pengusaha? PP Bilang Itu Oknum!

Lagi rame soal ormas yang kabarnya suka minta-minta duit ke pengusaha. Ketua Pemuda Pancasila (PP) Pancoran angkat bicara! Katanya, kalau ada ormas yang begitu, itu cuma oknum. Biar lebih jelas, yuk simak poin-poin pentingnya:

  • PP Pancoran tegas: Nggak ada instruksi buat minta-minta THR ke pengusaha.
  • Kegiatan PP, termasuk buka puasa dan santunan, dananya dari anggota sendiri.
  • PP punya yayasan yang bantu salurkan dana ke warga kurang mampu.
  • Ada oknum yang ngaku-ngaku anggota PP buat cari duit, bakal ditindak tegas!

Ormas Palak Pengusaha? Ini Kata Pemuda Pancasila!

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Pancoran, Mohamad Husni Jupri, yang akrab disapa Fikargatev, nggak tinggal diam soal kabar ormas yang meresahkan pengusaha. Dia bilang, kelakuan ormas yang suka malak itu cuma ulah oknum!

Fikargatev jelasin, dari atas sampai bawah, PP nggak pernah ngasih instruksi buat minta-minta THR, apalagi maksa pengusaha. “Bahkan ada surat resminya. Kita patuh semua. Kegiatan kita buat buka puasa, santunan, THR itu dari anggota sendiri,” tegas Fikargatev ke Media Indonesia, Minggu (16/3).

Bukan Minta-Minta, Tapi Beri Manfaat!

Fikargatev menambahkan, PP lebih fokus buat ngasih manfaat ke masyarakat, bukan malah minta-minta. “Bukan kami yang minta-minta berharap bantuan, justru dari kantong pribadi kami sendiri buat program kebermanfaatan masyarakat. Saya gregetan aja ada oknum-oknum yang bikin ulah, jadi buat rusak nama baik organisasi kami!” ujarnya.

PP Cabang Pancoran bahkan punya yayasan bernama “Sejuta Manfaat Umat” yang didirikan sejak November 2024. Yayasan ini tujuannya buat narik dana dari pemerintah dan pengusaha (yang juga anggota PP) buat disalurkan ke warga yang kurang mampu.

Tindak Tegas Oknum yang Mencoreng Nama Baik

Fikargatev juga cerita, rencananya di bulan Mei nanti, yayasannya bakal ngasih santunan ke 200 anak yatim dhuafa di acara tabligh akbar. Dia menegaskan, pungutan liar (pungli) yang terjadi di luar sana bukan dari PP.

“Itu orang-orang dari bawah belum mengenal organisasi dari dalam. Sekarang kita akan tindak tegas, kadang-kadang gak punya KTA juga suka bawa-bawa nama PP,” pungkasnya.

Kenapa Ormas Jadi Sorotan?

Sebenarnya, kenapa sih ormas sering banget jadi perbincangan? Salah satu alasannya adalah karena peran mereka yang cukup besar di masyarakat. Ormas bisa jadi wadah buat menyalurkan aspirasi, membantu sesama, atau bahkan melakukan kegiatan sosial lainnya. Tapi sayangnya, nggak semua ormas punya tujuan yang baik. Ada juga oknum-oknum yang memanfaatkan ormas buat kepentingan pribadi, seperti melakukan pungli atau tindakan kriminal lainnya. Hal ini tentu saja merugikan masyarakat dan mencoreng nama baik ormas itu sendiri.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Nah, biar nggak jadi korban oknum ormas, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan:

  • Cari tahu dulu latar belakang ormas tersebut. Jangan gampang percaya sama ormas yang baru kamu kenal.
  • Laporkan ke pihak berwajib jika ada tindakan yang mencurigakan. Jangan takut buat speak up kalau kamu merasa dirugikan.
  • Dukung ormas yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Dengan begitu, kita bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Pentingnya Pengawasan dan Tindakan Tegas

Kasus dugaan pemerasan oleh oknum ormas ini jadi bukti, pentingnya pengawasan dan tindakan tegas dari pihak berwenang. Pemerintah dan aparat kepolisian harus lebih aktif lagi dalam menindak ormas-ormas yang melanggar hukum. Selain itu, masyarakat juga punya peran penting buat ikut mengawasi dan melaporkan jika ada aktivitas ormas yang mencurigakan.

About The Author

Putri Siregar

Putri adalah lulusan Sarjana Ilmu Media dari Universitas Brawijaya Malang. Ia sangat tertarik pada tren mode, musik, dan film, dan senang berbagi pengetahuannya. Putri juga seorang ilustrator berbakat dan sering menyertakan ilustrasi karyanya dalam artikelnya. Ia adalah penggemar film dan konser. Saat ini, Putri juga menulis artikel freelance untuk Mega Kancah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top