- Rekonstruksi dilakukan di lokasi kejadian di Nabire, Papua Tengah.
- Terungkap 21 adegan yang memperjelas kronologi serangan.
- Satu tersangka utama dihadirkan untuk memperagakan perannya.
- Pencarian terhadap pelaku lain masih terus dilakukan.
Rekonstruksi Pembunuhan Brimob di Papua: Mengungkap Tabir Misteri
Kasus penembakan yang menewaskan dua anggota Brimob di Papua beberapa waktu lalu masih terus bergulir. Untuk mengungkap fakta sebenarnya, polisi telah melakukan rekonstruksi kejadian di lokasi penembakan, yaitu di jalan Trans Nabire–Enarotali, Distrik Siriwo, Nabire.
21 Adegan Diperagakan: Kronologi Serangan Semakin Jelas
Dalam rekonstruksi ini, sebanyak 21 adegan diperagakan untuk menggambarkan bagaimana serangan tersebut terjadi dan bagaimana kedua anggota Brimob itu meregang nyawa. Rekonstruksi ini melibatkan anggota Operasi Damai Cartenz dan Polres Nabire.
“Dua puluh satu adegan direkonstruksi untuk menggambarkan bagaimana serangan itu terjadi dan bagaimana kedua petugas itu terbunuh,” kata Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigadir Jenderal Faizal Ramadhani, dalam keterangannya.
Tersangka Utama Hadir: Perannya Diperjelas
Salah satu tersangka, Suplianus Bagau (31), yang juga dikenal sebagai Siprianus Weya atau Supli, dihadirkan dalam rekonstruksi ini. Ia memperagakan perannya dalam serangan tersebut, bersama dengan beberapa saksi mata.
Bagau dituduh terlibat dalam serangan terkoordinasi pada 13 Agustus yang menewaskan Brigadir M. Arif Maulana dan Briptu Nelson C. Runaki, kata Ramadhani. Para penyerang merupakan bagian dari kelompok bersenjata Papua yang dipimpin oleh Aibon Kogoya dan beroperasi dalam tiga tim: satu menembak Maulana, yang lain menembak Runaki, dan yang ketiga memantau area tersebut.
Senjata Rampasan dan Video Propaganda
Setelah kejadian, para pelaku dilaporkan merampas dua pucuk senapan (AK-101 dan AK-47) serta rompi anti peluru. Lebih parah lagi, kelompok ini kemudian membuat video pernyataan di sebuah kamp darurat, yang direkam oleh Bagau.
Keamanan Ketat: Menjamin Proses Rekonstruksi Berjalan Lancar
Rekonstruksi ini dilakukan dengan pengamanan yang sangat ketat, melibatkan 15 kendaraan taktis dan 24 senjata laras panjang. Personel yang terlibat dilengkapi dengan rompi anti peluru dan helm tempur.
Apa Tujuan Rekonstruksi Ini?
Rekonstruksi ini merupakan bagian penting dari penyelidikan untuk memastikan peran masing-masing tersangka dan memperkuat bukti-bukti. Ramadhani menegaskan komitmennya untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan sesuai prosedur.
“Kami berkomitmen untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan sesuai prosedur,” katanya sambil menegaskan komitmen Operasi Damai Cartenz untuk mengejar tersangka lainnya yang masih buron. “Tidak ada ruang bagi kelompok bersenjata yang melakukan kekerasan di Papua,” tegas Ramadhani.
Pesan untuk Masyarakat: Tetap Tenang dan Dukung Penegakan Hukum
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Adarma Sinaga, mengatakan bahwa rekonstruksi berjalan tanpa insiden dan akan mendukung berkas perkara sebelum diserahkan ke jaksa penuntut umum. Setelah acara tersebut, Bagau dikembalikan ke tahanan polisi di Nabire.
Para penyelidik sedang menyelesaikan berkas kasus. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mendukung supremasi hukum. Kami akan terus melacak para buronan,” kata Sinaga.
Operasi Damai Cartenz: Upaya Menegakkan Hukum di Papua
Operasi Damai Cartenz adalah operasi kepolisian yang bertujuan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di Papua. Operasi ini melibatkan berbagai upaya, termasuk penegakan hukum, pembinaan masyarakat, dan pendekatan persuasif.
Kasus pembunuhan anggota Brimob ini menjadi tantangan besar bagi Operasi Damai Cartenz. Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan menangkap semua pelaku yang terlibat.
Info Tambahan: Selain penegakan hukum, Operasi Damai Cartenz juga fokus pada program-program pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan keterampilan dan bantuan ekonomi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua dan mengurangi potensi konflik.




