Kronologi Singkat Kecelakaan Helikopter
Tim gabungan Search and Rescue (SAR) akhirnya menemukan puing-puing helikopter yang telah hangus terbakar di koordinat geografis 03° 5’6” Lintang Selatan – 115° 37’39.07” Bujur Timur. Lokasi jatuhnya helikopter berada di area hutan sekitar Air Terjun Mandin Damar, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Penemuan puing terjadi pada Rabu sore, sekitar pukul 14:45 waktu setempat. Dari visual yang berhasil diterima oleh tim SAR gabungan di Banjarbaru, kondisi helikopter sangat memprihatinkan. Yang tersisa hanya sebagian kecil badan helikopter, termasuk bagian ekor berwarna hijau dan biru, serta asap yang masih mengepul dari lokasi kejadian.
Upaya Evakuasi yang Menegangkan
Ratusan personel gabungan dari berbagai unsur dikerahkan untuk melakukan proses evakuasi di lokasi yang cukup sulit dijangkau tersebut. Kepala Operasi Basarnas, Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo, dalam konferensi pers di Banjarbaru malam harinya, menyatakan bahwa seluruh unit SAR darat telah dikerahkan ke titik jatuhnya helikopter untuk membantu evakuasi. Kondisi cuaca yang hujan menambah tantangan dalam pelaksanaan operasi ini.
Hingga berita ini diturunkan, satu jenazah korban telah berhasil ditemukan dan sedang dalam proses evakuasi. Sementara itu, pencarian terhadap tujuh orang lainnya yang masih hilang terus dilakukan secara intensif oleh tim SAR.
Data Penumpang dan Riwayat Hilang Kontak
Sebelumnya, helikopter BK117 D3 ini dilaporkan hilang kontak pada hari Senin (1/9/2025) sekitar pukul 08:54 pagi waktu setempat. Helikopter tersebut diketahui membawa total delapan orang, terdiri dari kru dan penumpang:
| Jabatan | Nama |
|---|---|
| Pilot | Capt. Haryanto |
| Insinyur (Engineer) | Eng. Hendra |
| Penumpang 1 | Mark Werren |
| Penumpang 2 | Yudi Febrian |
| Penumpang 3 | Andys Rissa Pasulu |
| Penumpang 4 | Santha Kumar |
| Penumpang 5 | Claudine Quito |
| Penumpang 6 | Iboy Irfan Rosa |
Kejadian ini tentu menjadi perhatian serius bagi otoritas penerbangan dan masyarakat, mengingat pentingnya keselamatan transportasi udara. Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengusut tuntas penyebab kecelakaan ini.
Faktor Pendukung Pencarian
Pencarian helikopter yang hilang ini melibatkan banyak pihak dan sumber daya. Lima unit pesawat dikerahkan untuk membantu pencarian udara, sementara Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan juga mengerahkan personel untuk membantu upaya pencarian di darat. Kendala cuaca, seperti hujan yang terus menerus, sempat menghambat proses pencarian di hari-hari awal.
Dampak dan Tindakan Lanjutan
Kecelakaan ini menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan operasional helikopter, terutama di kondisi geografis yang menantang seperti hutan Kalimantan. Otoritas terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan menyeluruh mengenai penyebab kecelakaan ini setelah investigasi selesai dilakukan.
Keluarga korban yang masih hilang tentu menanti kabar terbaru dengan penuh harap dan kecemasan. Semoga seluruh upaya pencarian membuahkan hasil yang terbaik.




