Geger! Gubernur Kalsel Usul Program Makan Bergizi Gratis Langsung ke Sekolah

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian utama di Kalimantan Selatan. Gubernur Kalsel, Muhidin, punya usul menarik: serahkan program ini langsung ke sekolah! Apa saja poin pentingnya?

  • Gubernur Kalsel usul MBG diserahkan ke sekolah tanpa pihak ketiga.
  • Tujuannya agar anggaran lebih efisien dan tepat sasaran.
  • Menu lokal bergizi seperti ikan haruan dan papuyuh bisa jadi alternatif.
  • Pengawasan ketat akan dilakukan oleh kepala daerah dan aparat terkait.

Kenapa Harus Lewat Sekolah? Ini Alasannya!

Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhidin, punya alasan kuat kenapa program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebaiknya dikelola langsung oleh sekolah. Beliau menyampaikan ini dalam Musrenbang RPJMD 2024-2029 Provinsi Kalsel di Banjarbaru.

“Tadi saya sampaikan melalui perwakilan Bappenas dan Kemendagri agar usulan kami dipertimbangkan oleh pusat agar yang mengerjakan MBG adalah pihak sekolah, tidak melalui pihak ketiga penyedia makanan,” kata Muhidin.

Anggaran Lebih Efisien, Gizi Lebih Optimal

Bayangkan, kalau program ini lewat pihak ketiga, berapa banyak anggaran yang ‘terpotong’? Muhidin khawatir hal ini akan membuat program jadi tidak efektif. Dengan menyerahkan langsung ke sekolah, dana bisa lebih efisien dan tepat sasaran.

“Jika melalui pihak ketiga maka akan terlalu banyak anggaran yang terpotong. Namun, jika langsung diserahkan ke pihak sekolah, dana bisa lebih efisien dan tepat sasaran sesuai kearifan lokal di daerah tersebut,” jelasnya.

Menu Lokal? Kenapa Tidak!

Setiap daerah punya makanan khas yang bergizi. Di Kalsel, ada ikan haruan (gabus) dan ikan papuyuh (betok) yang kaya protein. Menu-menu lokal ini bisa jadi alternatif menarik untuk program MBG.

“Daerah lebih paham kebutuhan anak-anak. Misal beberapa daerah di Provinsi Kalsel memiliki menu lokal, ada ikan haruan, ikan papuyuh, ini kan menu bergizi lokal bisa menjadi alternatif Program MBG di Kalsel,” ujar Muhidin.

Contoh Menu Makan Bergizi (Referensi)

Berikut adalah contoh menu makanan bergizi yang bisa diterapkan di sekolah:

  1. Nasi dengan ikan haruan bumbu kuning dan sayur bayam.
  2. Nasi dengan ayam goreng tepung (homemade) dan tumis buncis wortel.
  3. Bubur ayam dengan telur rebus dan taburan bawang goreng.

Pengawasan Ketat, Kunci Keberhasilan

Tentu saja, pengawasan ketat tetap diperlukan. Kepala daerah dan aparat terkait akan memantau pelaksanaan program ini. Sekolah akan menyediakan menu yang sesuai selera siswa, tapi tetap memperhatikan standar gizi.

Dana MBG Rp20.000, Cukupkah?

Muhidin mencontohkan, jika dana MBG sebesar Rp20.000 per porsi diserahkan langsung ke sekolah, hampir tidak ada potongan. Dana tersebut bisa dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa.

“Oleh karena itu, kami meminta perwakilan kementerian dapat membahas permintaan Provinsi Kalsel ini kepada pihak terkait di pusat sehingga Program MBG lebih efektif dan efisien,” pungkas Muhidin.

Semoga usulan ini bisa segera terealisasi dan membawa manfaat besar bagi anak-anak di Kalimantan Selatan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share this article

Back To Top