Banjir kembali menghantui warga Gunung Anyar, Surabaya! Kali ini, penyebabnya bukan lagi sekadar hujan deras, tapi juga kondisi Sungai Avur yang memprihatinkan. Pendangkalan dan tumbuhan eceng gondok yang memenuhi sungai membuat air meluap hingga ke rumah warga.
Poin Penting Artikel ini:
- Banjir di Gunung Anyar disebabkan pendangkalan Sungai Avur dan banyaknya eceng gondok.
- Warga menuntut normalisasi sungai oleh BBWS dan Pemprov Jatim.
- 1500 warga menjadi langganan banjir akibat meluapnya Sungai Avur.
- Masalah rob juga memperparah kondisi banjir di wilayah ini.
Gunung Anyar: Langganan Banjir yang Tak Kunjung Usai
Bukan rahasia lagi, wilayah Gunung Anyar, Surabaya, seringkali menjadi korban banjir saat musim hujan tiba. Namun, kali ini, banjir yang terjadi bukan hanya karena curah hujan tinggi, tetapi juga karena kondisi Sungai Avur yang semakin parah. Sungai yang seharusnya menjadi jalur air lancar, kini dipenuhi eceng gondok dan mengalami pendangkalan.
Penyebab Banjir: Pendangkalan dan Eceng Gondok
Pendangkalan sungai atau sedimentasi, terjadi karena adanya penumpukan material seperti lumpur dan pasir di dasar sungai. Sementara itu, eceng gondok yang tumbuh subur di Sungai Avur juga menjadi masalah besar. Tanaman air ini tidak hanya menghambat aliran air, tetapi juga menjadi tempat bersarangnya nyamuk. Kombinasi antara pendangkalan dan eceng gondok inilah yang membuat air sungai meluap dan menyebabkan banjir di wilayah Gunung Anyar hingga Rungkut Menanggal.
Banjir kali ini terjadi pada 24-25 Desember, merendam rumah warga hingga setinggi 30 cm. Bayangkan betapa repotnya warga harus mengungsi dan membersihkan rumah dari genangan air.
Tuntutan Warga: Normalisasi Sungai Avur
Warga Gunung Anyar sudah lelah dengan kondisi banjir yang terus berulang. Mereka menuntut agar pihak berwenang, yaitu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), segera bertindak untuk melakukan normalisasi Sungai Avur. Normalisasi yang dimaksud tidak hanya membersihkan eceng gondok, tetapi juga melakukan pengerukan sungai agar air dapat mengalir dengan lancar.
Dwi Siswanto, pengurus RW 1 Kelurahan Rungkut Menanggal, mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi selama dua hari terakhir disebabkan karena tidak adanya tindak lanjut normalisasi sungai. Ia juga menambahkan bahwa masalah ini sudah berlangsung selama 3 hingga 5 tahun terakhir. “Ketika sungai ini tidak dinormalisasi dengan baik, yang sungai-sungai kecil juga tidak ternormalisasi dengan baik, akhirnya ketika curah hujan tinggi di RT04/RW01 pasti akan tergenang,” katanya.
Dampak Banjir: 1500 Warga Menjadi Langganan
Akibat tidak adanya upaya normalisasi, sekitar 1500 warga di kawasan ini menjadi langganan banjir. Mereka harus menghadapi risiko kerusakan rumah, penyakit, dan berbagai kerugian lainnya. Warga berharap pemerintah tidak hanya memberikan janji, tetapi juga tindakan nyata untuk mengatasi masalah banjir ini.
Masalah Rob Juga Memperparah Keadaan
Selain masalah pendangkalan dan eceng gondok, banjir di Gunung Anyar juga diperparah oleh masalah rob atau pasang air laut. Kondisi ini membuat air sungai sulit mengalir ke laut, sehingga air menjadi tergenang hingga ke wilayah Rungkut Menanggal, Gunung Anyar, dan sebagian wilayah Sidoarjo. Ini artinya, masalah banjir di Gunung Anyar tidak bisa diselesaikan dengan satu solusi saja, tetapi membutuhkan penanganan yang komprehensif dari berbagai aspek.
Harapan Warga: Tindakan Nyata Pemerintah
Warga Gunung Anyar berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah banjir ini. Mereka menginginkan Sungai Avur dinormalisasi agar air dapat mengalir dengan lancar dan mereka tidak lagi menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Mereka juga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan banjir saat kejadian, tetapi juga melakukan upaya pencegahan agar banjir tidak kembali terulang.
Apa Itu Normalisasi Sungai?
Normalisasi sungai adalah serangkaian upaya untuk mengembalikan kondisi sungai seperti semula. Proses ini meliputi pengerukan sedimentasi, pembersihan sampah, penanaman vegetasi di pinggir sungai, dan pembangunan tanggul atau tembok penahan banjir. Normalisasi sungai bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sungai dalam menampung air dan mengurangi risiko banjir.
Mari kita dukung upaya normalisasi Sungai Avur agar warga Gunung Anyar bisa hidup dengan aman dan nyaman tanpa dihantui banjir!




