Kabar duka menyelimuti Jawa Timur! Longsor dahsyat terjadi di Jalur Pacet-Cangar, Mojokerto, menelan korban jiwa. Seorang warga Sidoarjo ditemukan meninggal dunia tertimbun longsor. Artikel ini akan membahas detail kejadian, identitas korban, dan upaya penanganan yang dilakukan.
Poin-poin penting yang akan dibahas:
- Kronologi kejadian longsor di Jalur Pacet-Cangar
- Identitas korban meninggal dunia: Masjid Zatno, warga Sidoarjo
- Upaya pencarian dan evakuasi oleh tim SAR gabungan
- Kondisi terkini Jalur Pacet-Cangar
- Dampak longsor terhadap aktivitas warga dan pariwisata
Longsor Maut di Jalur Pacet-Cangar: Kronologi Kejadian
Bencana alam tanah longsor terjadi di Jalan Raya Sumber Brantas-Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis (3/4) sekitar pukul 11.27 WIB. Material longsor menutupi jalan dan menimpa dua mobil yang melintas.
Identitas Korban Terungkap: Warga Sidoarjo
Setelah proses identifikasi, korban diketahui bernama Masjid Zatno, berusia 30 tahun, warga Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Jenazah korban ditemukan di dalam minibus yang tertimbun longsor dan langsung dibawa ke RSUD Sumberglagah.
“Identitas korban yang sudah ditemukan, atas nama Masjid Zatmi Setio usia 30 tahun warga Sukodono, Kabupaten Sidoarjo,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Yo’ie Afrida Soesetyo Djati.
Tim SAR Gabungan Bergerak Cepat
Tim SAR gabungan dari Basarnas, Polres Mojokerto, Polres Batu, BPBD, dan relawan langsung bergerak cepat melakukan pencarian dan evakuasi korban. Posko induk didirikan di kawasan Sendi Pacet dan posko darurat di dekat lokasi longsor.
Alat berat dari DPUPR juga diterjunkan untuk membantu menyingkirkan material longsor. Upaya pencarian terus dilakukan hingga Jumat (4/4) pagi.
Kondisi Terkini Jalur Pacet-Cangar
Akibat longsor ini, Jalur Pacet-Cangar ditutup total untuk sementara waktu. Hal ini tentu berdampak pada aktivitas warga dan sektor pariwisata di kawasan tersebut. Pengguna jalan diimbau untuk mencari jalur alternatif.
Penyebab Longsor: Faktor Alam dan Aktivitas Manusia?
Penyebab utama longsor diduga kuat karena curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Namun, faktor lain seperti kondisi tanah yang labil dan aktivitas manusia yang kurang memperhatikan lingkungan juga bisa menjadi penyebab longsor.
Sebagai informasi tambahan, kawasan Pacet dan Cangar memang dikenal sebagai daerah rawan longsor. Hal ini disebabkan oleh kondisi geografisnya yang berbukit-bukit dan memiliki struktur tanah yang kurang stabil. Masyarakat setempat dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini diimbau untuk selalu waspada, terutama saat musim hujan.
Antisipasi Bencana: Apa yang Bisa Dilakukan?
Bencana longsor bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap potensi bencana ini. Berikut beberapa langkah antisipasi yang bisa dilakukan:
- Mengenali tanda-tanda potensi longsor, seperti munculnya retakan tanah dan perubahan aliran air.
- Menghindari daerah rawan longsor, terutama saat hujan deras.
- Melakukan penghijauan di daerah lereng dan bukit.
- Memperhatikan tata ruang dan pembangunan yang berkelanjutan.





